Penglihatan Pengangkatan, Tribulasi, Kota Kudus, dan Tahta Tuhan dan Setan 03


Penglihatan Masa Tribulasi (Kesukaran)

Setelah itu kami tiba pada Tahta Allah, Tuhan berkata, “Hamba, marilah.” Kami keluar dari ruangan Tahta dan tiba di suatu tempat berjendela kecil. Tuhan berkata, “Hamba, pandanglah ke bawah.” Kulihat desolasi yang buruk, desolasi yang dahsyat; seluruh bumi penuh kesulitan dan penderitaan. Tuhan berkata, “Lihat hamba, inilah yang akan terjadi setelah Kujemput umatKu dari bumi, kejadian ini setelah kedatanganKu, kejadian ini setelah GerejaKu berada disini bersamaKu.” Kulihat desolasi yang sangat dashyat.

Kulihat orang merayakan sesuatu sejenak, lalu ku lihat bapa mencari anaknya, seorang ibu mencari anak-anak perempuannya, namun tak menemukan, karena Allah yang Maha Kuasa telah membawa mereka. Keluarga mencari keluarganya namun tak menemukannya. Orang-orang mencari tetangganya namun tak menemukannya, sebab Tuhan telah mengangkat mereka bersama-sama dengan Dia.

Sesuatu dashyat telah terjadi di seluruh bumi. Kulihat pendeta berlari dari satu tempat ke satu tempat lain, saya bertanya, “Tuhan, mengapa orang itu berlari kian kemari?” Tuhan menjawab, “Hamba, orang ini seorang pendeta,namun karena Dia mengira Aku akan berlambat, diapun tertinggal. Dia tak mengira Aku datang sekarang, dia mengira saat kedatanganKu sangat lama, itu sebabnya dia tertinggal.” Pendeta itu berlari kian kemari, berkata, “Tuhan, mengapa saya tertinggal di belakang? Jika saya seorang pendeta, jika saya mempunyai posisi dalam Gereja, dan Gereja telah pergi, saya tertinggal? Mengapa?” Tuhan menjawab, “Hamba, Aku tak dapat berbuat sesuatu sekarang, dia mengira kedatanganKu akan di perlambat, sebab itu, dia tertinggal.”

Kulihat orang itu disiksa. Dia berkata, “Yang Kuinginkan yaitu diangkat bersama Yesus! Yang kumau yaitu bersama Tuhan sebab aku tak mau di sini dan menderita dalam kesusahan yang besar ini!” dia terus berlari kian kemari dan bertanya pada dirinya, “Mengapa saya tertinggal? Bawalah saya denganMu Tuhan! Saya tak mau disini dan menderita!” Tuhan berkata, “Hamba, tak ada yang dapat Kuperbuat sekarang, sekian lama Aku berbicara dengannya dan berkata bahwa Aku datang segera, namun dia tidak mempercayaiKu, baiklah, sekarang dia tertinggal.”

Saya melihat orang-orang berlari kian kemari. Sangat banyak, putus asa, mencoba mencari damai namun tak menemukan. Mereka berteriak, “Kami inginkan Firman Hidup! Kami haus Firman Allah!” namun sudah terlambat, sebab Tuhan telah membawa Gereja bersamaNya.

Kulihat anak-anak muda perempuan dan lelaki berdiri di hutan, dan gunung-gunung mencoba mencari damai. Namun tidak menemukan. Tuhan berkata, “Hamba, Aku membawa GerejaKu, sekarang setanlah yang mengontrol.” Setan mengontrol dan kesusahan sedang terjadi di bumi! Orang-orang berlari dari satu tempat ke tempat lain, mereka mau makan sesamanya hidup-hidup dan tarik menarik rambut. Menyalahkan satu sama lain dan saling menyakiti, sebab mereka ingin kedamaian, namun tak menemukannya! Sangat sulit sebab Tuhan telah membawa GerejaNya.

Masa sukar di bumi, kulihat hal buruk. Banyak orang menyakiti satu sama lain, mengatakan, “Kami inginkan kasih! Kami inginkan damai!” namun terlambat! Tuhan berkata, “Lihat hambaKu, Aku telah berbicara pada mereka, Aku memberikan waktu mengetok pada pintu hati orang-orang ini, namun mereka tak mau melihat padaKu. Baiklah, sekarang mereka tertinggal, dan tak ada yang dapat Kulakukan bagi mereka sekarang. Mengapa, sebab Aku telah membawa GerejaKu bersamaKu. Sedang UmatKu berada di Surga denganKu menikmati perjamuan kawin Anak Domba, sementara orang-orang ini dalam penderitaan, akan ada tangisan dan kertak gigi. Sebab mereka tidak menuruti FirmanKu, mereka lebih suka berlelucon dan mengkritik FirmanKu.”

Kitab Kehidupan

Tuhan menunjukkan sebuah buku besar, bercahaya, dan terbuat dari emas. Saya  berkata, “Tuhan, buku besar itu,  untuk apakah itu?” Dia menjawabku, “Hamba dalam buku ini ada nama-nama mereka yang memujiKu, dan nama-nama mereka yang bertobat dan mencari jalan-jalanKu. Sebab inilah Kitab Kehidupan. Dalam buku ini tertulis mereka semua yang berkumpul bersama memuji dan memuliakan NamaKu.” Buku itu sangat besar, ditulis dengan emas. Dia berkata, “Lihat hambaKu, banyak nama-nama ini belum Kuhapus sebab besar AnugerahKu, banyak telah berpaling. Banyak telah membelakangi-Ku, namun AnugerahKu besar sehingga belum Kuhapus mereka, sebab tidak Kukehendaki seorangpun binasa, tetapi menerima hidup kekal.” Kujamah dan kulihat banyak nama tertulis di dalamnya.

Neraka

Kemudian Tuhan berkata, “Hamba, akan Kutunjukkan neraka.” Saya berkata, “Tuhan, jangan, saya tak mungkin menghadapinya, semua yang Engkau tunjukkan, sudahlah cukup.” Tuhan berkata kepadaku, “Hamba akan Kutunjukkan neraka, agar kau pergi dan beritakan pada Gereja dan manusia bahwa ada Surga dan juga ada Neraka.” Kami mulai turun. Masih jauh dari Neraka saat kudengar jeritan dan keluhan. Saya berkata, “Tuhan, bawahlah saya keluar dari sini, sebab saya tak mampu menghadapinya!” Tuhan berkata, “Lihat hamba, jangan takut sebab Aku menyertaimu.” Kami turun melalui beberapa terowongang. Gelap pekat di tempat itu seperti tak pernah kurasakan di bumi.

Kami lalui beberapa tembok dan kudengar banyak jiwa-jiwa yang menjerit dan berteriak, teriakan kesakitan dan kepedihan. Tuhan berkata, “Hamba, mari berjalan.” Kami tiba pada tempat di mana ada orang berteriak. Saya bertanya, “Tuhan, mengapa kita berhenti di sini?” Dia menjawab, “Lihat hamba, perhatikan orang ini, sebab orang ini adalah keluargamu di dunia.” saya berkata, “Tuhan, siapa dia? Saya tak dapat mengenalnya.” Tuhan berkata, “dia adalah nenekmu sewaktu di dunia, dia keluargamu, tetapi dia sangat tidak percaya, itulah sebabnya dia di sini.”

Ia berkata, “Tolong, berikan aku air, bawa aku keluar dari sini, sebab aku tak dapat menahan penderitaan ini, saya haus.” Namun saya tak dapat berbuat sesuatu, hanya menangis. Dan berkata, “Tuhan, untuk AnugerahMu yang pasti dan untuk kebaikanMu yang pasti, bawalah ia keluar dari sini! Mengapa ia disini, jika orang tuaku berkata bahwa ia di Surga.”

Tuhan berkata, “Hamba, Pendeta katakan pada orang tuamu bahwa dia telah pergi ke Surga, namun itu tipu, penipuan, sebab dia menyembah khayalan, dia mendambakan khayalan-khayalan, dan lihat bagaimana khayalannya tak dapat menyelamatkannya. Berulangkali Aku mengetok pintu hatinya, agar dia membukanya dan Aku akan masuk, namun dia memutuskan untuk berlelucon dengan FirmanKu. Dia putuskan lebih baik mengikuti dunia daripada Menghormati NamaKu dan itulah sebabnya dia berada di sini. Dia tak pernah  menerima FirmanKu, dia tak pernah ingin bertobat, dan pendeta mengatakan pada mereka bahwa ia telah terbang ke Surga dan bahwa dia telah berada di rumahnya di surga, namun itu suatu tipuan. Lihat hambaKu, di mana dia.” Dia menangis dalam kepedihan. Dan berkata, “Berikan aku air! Bawalah aku keluar dari sini!” Tuhan berkata, “Hamba, Aku tak dapat melakukan sesuatu, jiwa ini bukan milikKu lagi!” Kami berbalik dan melangkah pergi. Dia berteriak, “Tidak! Jangan tinggalkan aku disini! Berikan aku air! Bawalah aku keluar dari sini!” dia tak dapat berbuat apa-apa.

Kami terus melihat banyak orang. Jiwa-jiwa mencoba menjamah Jubah Tuhan dan berkata, “Bawalah kami keluar dari sini!” tetapi Tuhan berkata pada mereka, “Enyahlah dari padaKu, sebab engkau bukan kepunyaanKu lagi, punyamulah setan dan iblis-iblisnya.” Itu suatu tempat yang buruk, dengan banyak jiwa-jiwa, sangat banyak orang.