Keluarga yang Kokoh : Pilar-Pilar Keluarga 15

Keluarga yang Kokoh : Pilar-Pilar Keluarga 15

Pilar Kehidupan Rohani yang Seimbang

“jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga” Mazmur 127:1.

Kita boleh berusaha dengan keras tetapi kebahagiaan itu berasal dari Tuhan. kalau kita takut akan Tuhan, kalau kita hidup menyenangkan hati Tuhan pasti Tuhan akan memberikan kebahagiaan dalam hidup kita. Di Mazmur 128:1 tertulis, “Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukan-Nya!”, Tuhan menjanjikan kebahagiaan bagi orang yang takut kepada Dia. Keluarganya di berkati, pekerjaannya diberkati, isterinya akan menjadi pohon anggur yang subur yang manis di dalam rumah bukan di luar rumah. Anak-anak seperti tunas-tunas pohon zaitun di sekeliling meja. Ada keakraban, ada fellowship satu dengan yang lain kalau seseorang hidup takut kepada Dia.

Kehidupan rohani yang baik sangat menentukan kebahagiaan dalam keluarga. Anda boleh mempunyai pemenuhan seksualitas yang sehat. Anda boleh mengetahui secara jelas mengenai peranan suami dan isteri dan mempunyai komunikasi terbuka. Namun kalau anda tidak mempunyai kehidupan rohani yang baik, anda tidak mempunyai kebahagiaan yang sejati seperti yang Tuhan idam-idamkan di dalam hidup saudara. Milikilah kehidupan rohani yang seimbang.

Saya kadang-kadang sedih melihat pasangan yang mungkin suaminya aktif di dalam pelayanan tetapi isterinya tidak terlibat dalam pelayanan tersebut. Ada isteri yang begitu rohani, rajin berdoa, rajin membaca Alkitab tetapi suaminya sama sekali tidak ada berminat untuk perkara-perkara rohani. Alangkah indahnya kalau kita bisa berdoa dan menyembah Allah, melayani dan mencari kehendak Allah secara bersama-sama serta saling menguatkan iman dan menerima otoritas firman Allah. Seperti Yosua yang pernah berkata, “Aku dan seisi keluargaku, kami akan beribadah kepada Allah.”

Saat terindah di dalam kehidupan adalah ketika saya menginginkan kalau setiap saat saya bisa berdoa bersama dengan isteri. Bahkan bersama-sama dengan anak-anak untuk saling mendoakan. Seringkali di mezbah doa keluarga yang kami lakukan kami bernyanyi dan bermain gitar. Salah satu anak saya memilihkan lagu yang akan dinyanyikan. Isteri saya membaca salah satu bagian dari Alkitab, kemudian kami secara bergilir saling mendoakan.

Hal yang menyenangkan adalah kalau kita bisa duduk bersama, suami-isteri, orang tua, anak di dalam takut kepada Allah, memohon perlindungan Allah dari segala godaan, segala yang jahat. Saya yakin dimana ada mezbah doa keluarga, disitulah keakraban, kehangatan di dalam rumah tangga akan Tuhan berikan kepada kita.

Saya mendorong anda kalau anda belum terbiasa berdoa bersama antara orang tua dengan anak. Setelah anda membaca ajaran ini, ambillah tindakan! Suami ajaklah isterimu! Isteri ajaklah suamimu! Orang tua ajaklah anak-anakmu! Mulailah mezbah keluarga sebab dengan kehidupan rohani yang seimbang, kebahagiaan dari Tuhan akan diberikan kepada anda. Saya berdoa supaya rumah tangga andak diberkati Tuhan.

Saya mau mendoakan siapa yang rumah tangganya ingin bahagia, mari tundukkan kepala bersama-sama, “Bapa sorgawi, kamu bersyukur atas firmanMu, kami rindu diberkati dengna keluarga yang bahagia. Kalau Engkau melihat, ya Tuhan, ada keluarga yang penuh percekcokan, penuh masalah, anak-anak bertengkar dengan orang tua, suami tidak rukun dengan isteri. Pada saat ini di dalam nama Yesus, pulihkan ya, Tuhan! Biarkan kami saling mengalah dan kami saling mengasihi! Taat kepada Allah sehingga kami merasakan ada suasana sorga di dalam rumah tangga kami. berkatMu atas kami, ya, Bapa! Di dalam nama Yesus! Amin.”

 

Komentar telah ditutup