Penerimaan dan Penghargaan 04

Penerimaan dan Penghargaan 04

Cara-Cara Menghargai

Mengajari Anak Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Pengajaran itu akan membuat mereka merasa diperlukan, merasa dihargai. Berilah tanggung jawab kepada mereka secara bertahap. Tentu bagi anak kecil tidak bisa yang terlalu berat tetapi disesuaikan dengan pertumbuhan usia mereka.

Belajar memuji

Belajar untuk memuji mereka bukan karena hasil yang sempurna tetapi usaha yang mereka lakukan. Saya teringat ketika anak saya yang masih kecil kalau ada tamu datang mengunjungi rumah kami, anak saya sering berebut dengan pembantu rumah tangga untuk membawa minuman bagi saya dan tamu itu. Pada waktu itu dia belum terlalu besar. Ketika dia mulai menyiapkan minuman dan membawanya dengan baki kadang-kadang dia harus jalan pelan-pelan. Terkadang airnya agak tumpah sini – tumpah sana. Pembantu selalu merebut dengan dia dan dia sambil berkata, “Nggak saya yang mau kasih ke papi.” Setelah dia sampai ke ruangan tamu, dia mengambil cangkir yang kedua untuk tamu sambil berkata, “Silakan minum” Saya berkata kepadanya, “Aduh, terima kasih ya…kamu piiinttaaar sekali. Kamu luar biasa”. Padahal cangkir itu isinya tinggal setengah karena airnya sudah tercecer ke mana-mana tetapi saya memuji dia bukan karena hasil yang sempurna tetapi karena dia berusaha untuk menyenangkan hati saya sebagai orang tuanya dengan memberikan minuman ketika ada tamu.

Memperkenalkan Nama

Hal lain yang bisa membuat anak merasa dihargai adalah perkenalkanlah nama anak-anak saudara sesuai dengan nama mereka masing-masing. Nama adalah kata yang terindah yang bisa didengar oleh seseorang. Sebab itu, ucapkanlah nama anak-anak kita ketika ada tamu. Perkenalkan mereka sehingga merasa bahwa aku adalah seorang yang berharga karena aku dikenal sebagai pribadi. Kita juga bisa menghargai anak kita ketika kita mengijinkan anak kita berbicara untuk mereka sendiri.

Kita tidak perlu selalu menjawab atas nama anak kita karena mereka bisa melakukannya sendiri. Kalau kita melakukan hal itu kita menganggap anak kita tidak berarti, tidak layak untuk berbicara bagi dirinya sendiri. Kalau anak itu masih belum bisa ngomong misalnya usia satu tahun kurang, kemudian ada yang bertanya, “Hei, siapa namanya?” si ibu atau si ayah berusaha menirukan suara anak kecil dan berkata, “Namanya Susi.” Namun kalau anak itu sudah dewasa, sudah berumur 17 tahun misalnya, kemudian ada orang yang bertanya, “Siapa nama anaknya?” tetapi ibunya yang menjawab, “Namanya Susi”. Lho, kan anaknya bisa menjawab sendiri. Kalau si ibu yang melakukan, dia menganggap bahwa anaknya tidak layak untuk berbicara untuk dirinya sendiri.

Saya teringat suatu saat ada seorang yang melamar menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Theologia yang saya pimpin. Ketika dia datang bersama orang tuanya, saya bertanya, “Apa motivasimu datang ke Sekolah Theologia dan berbagai macam pertanyaan lainnya. Namun semua pertanyaan yang diajukan selalu di jawab oleh bapaknya, “Oh, anak saya begini-begitu, begini-begitu.” Anaknya diam saja tidak berbicara sepatah katapun.

Kemudian saya bertanya, “Pak, maafkan saya, saya harus menanyai atau mewawancarai anak bapak secara langsung”. Namun ayahnya berkata, “Tidak perlu biar saya yang menjawab karena saya yang lebih tahu anak saya daripada dia”. Waduh, saya jadi kaget. Kemudian, saya berkata, “Maaf pak, saya tetap harus berbincang kepada anak bapak secara langsung”. Jadi bagaimana kalau bapak tunggu sebentar di sini, saya dan anak bapak akan pergi ke ruang yang lain.”

Saya mengajak anak itu dan bertanya. Akhirnya, dia berkata, “Sebenarnya pak, saya itu tidak mau masuk ke Sekolah Theologia karena saya punya cita-cita bukan menjadi pendeta tetapi menjadi seorang pengusaha.”

Dia menceritakan bagaimana ayahnya yang selalu memaksakannya masuk ke Sekolah Alkitab. Akhirnya, saya berkata, “Ya, udah kalau memang kamu tidak ada panggilan untuk menjadi pendeta, kamu tidak usah masuk Sekolah Theologia.”

Saya kembali ke ruangan tersebut dan berkata, “Pak, setelah saya bicara rupanya anak bapak belum siap untuk masuk Sekolah Theologia.”

Dia menjadi sangat marah. Dia marah kepada anaknya, “Kamu bikin malu saya, bukankah sudah diumumkan bahwa kamu itu akan masuk Sekolah Theologia di mana papa akan taruh muka dan sebagainya”

Dia juga marah kepada saya, dia berkata, “Bapak tidak mendorong anak saya masuk Sekolah Theologia malah sebaliknya menghalang-halangi”

Lalu, saya berkata, “Bukan menghalangi pak tetapi setiap anak berhak untuk menentukan tujuan hidupnya.”

Akhirnya, mereka pulang kerumah. Dia tidak jadi masuk sekolah.

Saya sedih karena ternyata ada banyak orang tua yang tidak mengijinkan anak bicara atas diri mereka sendiri dan mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya. Namun kalau saudara ingin menghargai anak, anda harus mengijinkan mereka berbicara untuk diri mereka sendiri. Kita bisa membuat seorang anak merasa berharga ketika kita meluangkan waktu untuk mereka. Tahukah anda bahwa kasih kepada seorang anak ditentukan oleh waktu. Kita bisa berbicara saya mengasihi anak saya tetapi kalau kita tidak pernah memberikan waktu yang cukup bagi mereka untuk berdialog, mengobrol, bercengkrama sebenarnya kita hanya mengasihi secara teori tetapi tidak diwujudkan di dalam tindakan. Kita akan menghargai anak kita ketika kita meluangkan waktu untuk mereka.

Pada suatu saat ada seorang ayah yang rajin sekali mencuci atau merawat mobilnya lalu anaknya yang masih kecil berkata, “Pa, kenapa papa rajin sekali merawat mobil?”. “Oh, nak..mobil ini harganya mahal jadi harus dirawat sebab kalau nanti dijual harganya bisa mahal kalau dirawat dengan baik.” Tiba-tiba si anak berkata, “Pa, rasanya saya tidak terlalu berharga dibandingkan mobil ini ya karena papa banyak memberi waktu untuk merawat mobil tetapi jarang mengobrol dengan saya.” Ayah itu menjadi terpukau karena memang sekali lagi, kasih kepada seorang anak ditentukan oleh waktu.

Ada beberapa banyak suami-isteri masing-masing bekerja karena mereka berpikir mereka bisa mendapatkan uang lebih banyak kalau dua-duanya bekerja. Uang itu untuk kesejahteraan anak-anak mereka bukan? Padahal yang dibutuhkan seorang anak lebih dari sekedar uang. Dia membutuhkan perhatian baik kalau suami bekerja maupun isteri yang mengatur anak di rumah sebagai ibu rumah tangga. Saya mau mengatakan kalau ada ibu rumah tangga yang membaca ajaran ini dan suatu saat ditanya orang, “Apakah pekerjaan anda?”.  Jangan menjadi minder sambil berkata, “Oh, saya Cuma ibu rumah tangga.” Anda tahu bahwa ibu rumah tangga itu bukan sekadar ibu rumah tangga tetapi merupakan suatu panggilan pekerjaan yang sangat mulia. Sebab, anda sudah menginvestasikan waktu bukan untuk meraih uang tetapi menginvestasikan waktu untuk mendidik anak-anak. Anak adalah harta yang paling berharga dari seluruh uang yang bisa anda dapatkan. Mari kita belajar menghargai anak kita dan penghargaan ini akan dirasakan ketika kita memberikan waktu untuk bersama-sama dengan mereka.

Doa saya kepada anda semua agar menjadi orang tua yang baik yang diberkati oleh Tuhan. Anak-anakmu akan menjadi orang yang perkasa. Tuhan Yesus memberkati saudara. Amin.

 

Ditulis dalam 1

Penerimaan dan Penghargaan 03

Penerimaan dan Penghargaan 03

Cara-Cara Menerima

Setiap Anak itu Unik

Akuilah bahwa setiap anak itu unik. Tidak ada dua anakpun yang serupa satu dengan yang lain. Karena itu, jangan diperlakukan dengan cara yang sama. Namun harus diperlakukan secara unik pla krena dia juga adalah manusia yang unik. Ada anak yang lebih menonjol di satu bidang dan kurang di bidang yang lain. Ada yang pintar di dalam pelajaran tapi kurang di dalam olah raga. Sebaliknya dia menonjol dalam pelajaran-pelajaran ekstra. Karena itu terimalah mereka apa adanya dengan kelebihan dan kekurangan.

Membantu Anak Untuk Mendapat Kepuasan

Supaya anak merasa diterima bantulah mereka agar mendapat kepuasan dari apa yang berhasil mereka kerjakan sehingga anak menyukai diri mereka sendiri. Beri penghargaan ketika mereka melakukan sesuatu walaupun belum sempurna

Mendengar Perkataan Anak

Dengarkan apa yang dikatakan anak. Komunikasi yang murni antara anak dan orang tua itu menyebabkan seorang anak diterima apa adanya. Ada seorang yang berkata ketika seorang anak bertumbuh dewasa di bawah usia 5 tahun. Mereka akan mengajukan kurang lebih 500 ribu pertanyaan kepada orangtua. Mereka selalu tanya apa ini? Mengapa begitu? Bagaimana itu? Terus bertanya sehingga orang tua menjadi jengkel dan berkata. “Udahlah diam aja!”. Namun si anak akan merasa di terima justru ketika orang tua belajar berkomunikasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Penuhilah kebutuhan dasar anakmu dengan menerima mereka apa adanya.

Penghargaan

Penghargaan membuat jiwa anak berkembang dengan baik. Saya yakin kita semuanya perlu di hargai. Kita perlu diperhatikan. Kita perlu dicintai. Tanpa semua itu seseorang akan menjadi rendah diri. Anak yang tidak diperhatikan dan tidak dihargai akan mencari perhatian orang. Caranya bagaimana? Dia akan menumpahkan susu. Dia akan melemparkan barang. Kalau sudah remaja perilakunya lain lagi. Dia akan kebut-kebutan di jalanan. Dia akan memakai baju yang aneh-aneh. Terkadang ada anak yang mengkonsumsi narkoba. Untuk apa? Untuk diperhatikan atau dihargai oleh orang tuanya.

Ada sebuah ungkapan yang berkata sebuah pukulan itu lebih baik dari pada diabaikan sama sekali. Kalau ada anak salah lalu disiplin dan dipukul itu berarti dia diperhatikan. Kalau dicuekin mau baik atau mau tidak baik, mau pulang ke rumah atau mau tidak pulang ke rumah di biarkan begitu saja. Wah, kasihan sekali anak ini. Penghargaan itu penting karena penghargaan akan membuat seseorang merasa dirinya berarti.

Di dalam Matisu 3: 16 – 17 dikatakan demikain, “Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan: “Inilah AnakKu yang Kukasihi kepadaNyalah Aku Berkenan.”

Bapa Surgawi menerima anak Nya bahkan menghargai anak Nya dengan kalimat Aku berkenan kepada anakKu. Padahal pada waktu itu Yesus belum terlibat dalam pelayanan. Dia belum pernah berkhotbah. Dia belum mengadakan mukjizat tetapi Bapa menerima dan menghargai anakNya apa adanya. Bahkan sebelum Dia melakukan suatu prestasi yang hebat.

 

Ditulis dalam 1

Penerimaan dan Penghargaan 02

Penerimaan dan Penghargaan 02

Sebab-Sebab Anak Kurang Merasa Diterima

Dikritik Terus-Menerus

Ada ungkapan yang berkata “when I do something good no one remember, but when I do something bad no one forget”

Kalau akan melakukan sesuatu yang baik tak seorangpun yang mengingatnya tetapi kalau saya melakukan sesuatu yang buruk tak seorangpun melupakannya. Nah, kalau orang memiliki pengalaman seperti ini ketika dia mengalami hal yang negatif dia dicerca, di caci maki tetapi ketika dia melakukan hal yang baik tidak ada orang yang memujinya maka dia akan terpuruk di dalam situasi jiwa yang tidak menyenangkan. Para ahli ilmu jiwa mengatakan bahwa seseorang membutuhkan 4 pujian dibanding 1 kritikan sehingga jiwanya akan berkembang. Namun kenyataan menunjukkan ada lebih banyak orang yang mengalami cercaan dan kritikan dibandingkan pujian sehingga dia tidak bertumbuh di dalam kondisi jiwa yang baik. Jadi anak merasa kurang diterima kalau dikritik terus menerus.

Membandingkan Anak yang Satu Dengan Anak yang Lain

Sering kali orang tua membandingkan anak yang satu dengan anak yang lain terutama dengan anak yang lebih berhasil. Mungkin motivasinya dengan membandingkan ini adalah untuk memacu anak yang tidak terlalu pintar atau tidak terlalu berhasil ini supaya menjadi lebih baik. Namun kenyataannya berbeda dengan anak yang dibandingkan dengan anak yang lain yang lebih berhasil justru akan terasa lebih minder, merasa dirinya gagal dan dia akan melakukan sesuatu yang negatif untuk menunjukkan bahwa dia pun tidak kalah dengan saudaranya yang lain itu. Saya teringat di AS pernah ada seorang anak yang membunuh orang-tua di sebuah taman. Anak muda ini menusuk orang tua itu dengan 65 kali tikaman sampai ketika polisi datang dia tidak melarikan diri dan ketika polisi bertanya, “Siapa yang kamu bunuh?” Dia berkata, “I don’t know.” Mengapa kamu melakukan hal ini?” I don’t know…saya tidak tahu…” Namun ketika didesak anak ini berkata, “OK, kalau engkau mau tahu saya punya seorang kakak yang jauh lebih cerdas, lebih gagah, lebih disukai banyak wanita dan lebih dari segala-galanya daripada saya dan ibu saya selalu berkata, mengapa kamu tidak seterkenal kakak kamu itu.”

Akhirnya saya mengambil kesimpulan, kalau saya berlomba dengan kakak saya dalam hal positif saya tidak bisa menyainginya karena itu saya membunuh orang tua saya dengan sadis. Nama saya akan segera masuk  di koran, saya akan lebih populer dari pada kakak saya.”

Oh, sangat menyedihkan sekali! Mengapa? Dia mencari dengan cara yang negatif untuk lebih populer dari pada kakaknya. Anak ini kurang penerimaan karena dia dibandingkan dengan orang yang lain.

Tidak Sesuai Dengan yang Diinginkan Orang Tua

Anak merasa kurang diterima karena orang tua mengharapkan anaknya untuk mencapai impian orang tuanya. Untuk itu tidak segan-segan orang tua memaksakan kehendaknya. Ada orang tua yang berkata seperti ini, “Pokoknya kamu harus jadi dokter karena dulu papa ingin jadi dokter tetapi tidak berhasil karena orang tuaku tidak punya uang. Sekarang papa punya uang jadi sekarang kamu harus menjadi dokter. Namun anaknya berkata, “Pa, saya ingin menjadi pelukis”. “Hah? Pelukis? Makan apa kamu! Pokoknya kalau kamu tidak mau jadi dokter kamu kurang ajar sama orang tua.”

Akhirnya, anak itu terpaksa belajar di fakultas kedokteran padahal dia kurang terlalu menyukai bidang itu. Setelah sekian tahun, dia berhasil diwisuda. Pada waktu upacara wisuda ayahnya sangat bangga ketika anaknya sedang berjalan maju. Kemudian, rektor memindahkan tali pada topi yang dipakai si anak tersebut yang menunjukkan bahwa dia sudah lulus. Wah, ayahnya merasa bahwa dia melihat dirinya yang harusnya berjalan dan diwisuda pada hari ini.

Setelah semuanya usai, anak ini datang kepada Papa dan berkata, “Pa, apakah papa senang saya sudah diwisuda?”. “Oh, senang sekali kamu sudah melakukan apa yang papa katakan kepadamu.” Lalu si anak berkata, “OK, papa sekarang keinginan papa sudah terlaksana. Saya sudah menjadi dokter. Nah sekarang ini baju saya, ini toga saya, ini ijazahnya. Sekarang pa, ijinkan saya menjadi seorang pelukis. Saya akan tetap melakukan apa yang saya inginkan setelah saya menyelesaikan apa yang papa paksakan dalam hidup saya, yaitu menjadi dokter.” Ayahnya kaget, tetapi masih untung tidak pingsan.

Karena itu, jangan memaksakan anak kita untuk melakukan sesuatu demi ego atau gengsi kita. Kadang-kadang ada orang tua yang memaksa anaknya selalu memiliki nilai yang terbaik. Kalau anaknya mendapat nilai 8, kenapa tidak 9? Kalau mendapat nilai 9, kenapa nggak 10? Kalau dapat 10 mungkin saja dia bilang kenapa tidak 11? Pokoknya anak harus mencapai nilai maksimal padahal dulu orang tuanya tidak pernah menjadi juara. Dari mana cadangan IQ-nya diberikan kepada anaknya. Kadang-kadang orangtua juga memberikan anak-anak bermacam-macam les dari senen sampai sabtu kepada anak-anaknya, sampai anak itu menjadi frustasi. Tujuannya mungkin bukan demi kebaikkan si anak tetapi demi gengsi orang tua. Saya memperhatikan kadang-kadang kalau anak SD mau ulangan umum yang banyak ribut justru ibunya bukan anaknya. Ibunya ribut sana sini. Kenapa? Cari bocoran soal untuk dibeli. Berapapun harganya agar anaknya mempunyai nilai bagus. Sebab kalau nilainya jelek, ibunya yang malu. Wah, jelas ini adalah hal yang tidak benar dan tidak baik.

 

Ditulis dalam 1

Penerimaan dan Penghargaan 01

Penerimaan dan Penghargaan 01

“Hai anak-anak taatilah orang tuamu di dalam Tuhan karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu, ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini; supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Dan kamu bapa-bapa janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” Efesus 6: 1-4

Setiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anaknya dengan baik dan untuk bisa menjadi orang tua yang baik yang mendidik anak, kita perlu mengetahui bahwa setiap orang termasuk anak-anak kita mempunyai kebutuhan dasar di dalam jiwanya. Tidak cukup kita memenuhi kebutuhan secara fisik dengan memberikan makanan dan pakaian serta uang kepada mereka tetapi kebutuhan dasar di dalam jiwa juga perlu diperhatikan dan dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan jiwa ini sangat penting terutama pada awal masa-masa kehidupan seseorang sebab apabila tidak, seseorang akan bertumbuh dalam situasi emosi yang tidak baik dan terganggu. Mereka akan memiliki sifat yang tidak baik dan terganggu. Mereka akan memiliki sifat yang aneh-aneh. Apakah secara pasif ataukah sebaliknya dengan cara yang agresif. Sekarang saya akan mengajak saudara untuk melihat paling tidak, ada dua kebutuhan dasar seorang anak yang perlu kita pahami.

Penerimaan

Suatu saat ada seorang pelatih sepak bola di AS yang bernama John Mickey yang memiliki seorang anak yang juga seorang pemain sepak bola yang bagus sekali di dalam kesebelasan itu. Anak ini sering kali menjadi pemain kunci untuk memenangkan berbagai pertandingan tetapi pada suatu kali dia berkomentar begini, “Saya bangga terhadap anak saya tetapi saya akan tetap bangga kepadanya sekalipun anakku tidak bisa bermain sepak bola dan tidak pernah memenangkan pertandingan apapun. Saya bangga terhadap anak saya bukan karena dia pandai bermain sepak bola tetapi karena dia adalah anak saya.” Itulah penerimaan yang tulus dari seorang bapak terhadap anaknya. Tahukah anda bahwa penerimaan akan memberikan rasa aman kepada jiwa seseorang sebab seorang anak akan mengetahui siapa mereka sebenarnya. Itu lebih penting dari pada apa yang dapat mereka lakukan. Keberadaan mereka lebih penting dari pada prestasi. Itu sebabnya dia akan bersyukur karena apapun yang terjadi dia akan tetap dicintai oleh orang tua. Saya melihat ada banyak orang tua yang begitu marah kalau anaknya mendapatkan nilai jelek di sekolah. Mereka berkata, “Anak bodoh kamu! Anak tolo! Anak siapa kamu!” aduh ini adalah hal yang paling menghancurkan hidupnya. Sebenarnya orang tua harus berkata, “Anakku walaupun engkau bodoh, engkau tetap anakku. Oh, anakku betapa bodohnya engkau tetapi akau akan berdoa supaya Tuhan akan memberikan hikmat kepadamu.”

Penerimaan yang tanpa syarat akan mengubah kehidupan seseorang. Di dalam Roma 15: 7 tertulis, “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. Halleluya!”

 

Ditulis dalam 1

Selingkuh 06

Selingkuh 06

Cara-Cara Menghindari Diri Dari Perselingkuhan

Pusatkan Cinta hanya kepada Pasangan Hidupmu Saja

Kasih itu harus selalu diusahakan. Kalau kasih itu dibiarkan maka dia akan menjadi layu. Namun kalau diusahakan maka kasih itu akan menyala dalam kehidupan kita. Bolehkan seorang yang sudah menikah jatuh cinta lagi? Jawaban saya boleh. Bahkan boleh berulang-ulang tetapi harus kepada orang yang sama, yaitu kepada pasangan hidup kita. Pusatkan cinta pada pasangan hidupmu.

Hindari Kesempatan Untuk Berselingkuh

Hindari kesempatan untuk berselingkuh, kalau kelihatannay bisa membuka celah atau memberi kesempatan kepada kita untuk berselingkuh. Hindari diri kita. Jangan dekat-dekat dengan godaan.

Hindari Fantasi Liar

Pikiran dan fantasi kita jangan sering berfantasi liar dengan orang yang bukan pasangan hidup kita. Sebab akan membuahkan dosa dalam pikiran dan dalam hati sehingga, akhirnya, menimbulkan dosa perbuatan.

Adakan Persekutuan Dengan Allah

Adakan persekutuan yang erat dengan Allah. Karena ketika kita menjalin hubungan yang akrab dengan Allah, kita hidup di dalam kekudusan, takut kepada Allah sehingga perselingkuhan akan dijauhkan oleh Allah di dalam kehidupan kita.

Siapa yang saat ini sedang mengalami masalah ini. Bertobatlah sebelum murka Tuhan menyala, sebelum keluargamu hancur berantakan. Hentikan jangan menunda lagi, hubungan ini harus dihentikan secara radikal dan tuntas. Kapan? Hari ini juga, saat ini juga sehingga Tuhan sungguh-sungguh memulihkan kehidupan keluarga anda. Anda mengalami cinta yang mula-mula dengan pasanganmu saja. Tuhan Yesus memberkati anda. Amin.

 

Ditulis dalam 1

Selingkuh 05

Selingkuh 05

Solusi Terhadap Perselingkuhan

Pertobatan

Kita harus bertobat dan melakukan pemutusan hubungan secara tuntas. Jangan bertahap. Jangan sedikit-sedikit tetapi sekaligus, drastis dan total. Sebab, tanpa itu sulit kita mengakhiri hubungan perselingkuhan itu. Misal, kalau ada orang yang mau memotong ekornya anjing bagaimana caranya? Dia harus mengambil golok yang tajam dan langsung memotong ekornya. Jangan sedikit-sedikit. “Aduh kasian nih anjing, sudahlah saya ukur 5 cm dulu.” “Sini njing!” Anjingnya dipanggil langsung, “Paaak…!”:  dipotong 5 cm ekornya. Aduh dia kesakitan. Kemudian, diobati dengan obat merah dan dibalut sebulan, diukur lagi 5 cm di potong lagi. Begitu seterusnya. Ini kan tidak mempunyai perikebinatangan. Kalau mau memotong, potonglah sekaligus. Berarti dosa itu harus ditangani secara radikal.

“Kamu telah mendengar firman jangan berzinah tetapi aku berkata kepadamu setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzina dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkilah dan buanglah itu karena lebih baik baginya jika satu dari anggota tubuhnya binasa dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan dalam neraka.”

Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau penggallah dan buanglah itu karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa daripada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.” Matius 5: 27-30

Wah! Radikal sekali apa yang dikatakan oleh firman Tuhan “jika matamu menyesatkan cungkil, jika tanganmu menyesatkan penggal”. Apakah itu kiasan ya kalau mata kita dicungkil maka berubahlah kita menjadi si buta dari gua hantu? Maksudnya tentu tidak demikian tetapi dosa itu harus ditangani secara radikal, langsung tuntas sampai ke akar-akarnya. Jadi kalau dulu saudara pernah terlibat dalam perselingkuhan. Apa yang harus anda lakukan? Anda tidak boleh berhubungan sama sekali baik ketemu ataupun melalui surat, telepon, SMS atau apa pun. Hindari atau buang semua yang bisa membangkitkan memori entah itu surat cinta, foto, hadiah, atau cincin. Buang, jual, atau berikan kepada orang lain.

Jangan terus mendoakan tetapi cukup sekali saja. Masih banyak kok doa yang lain. Cukup doakan sekali setelah itu selesai. Sebab kalau sudah terus berdoa hatimu akan tetap terikat kepadanya. Apabila perlu pindah pekerjaan. Kalau anda berselingkuh dengan teman sekantor, pindah kantor. Kalau anda berselingkuh dengan teman segereja, pindah gereja. Kalau anda berselingkuh dengan seseorang dalam satu kota dan sering bertemu, pindah kota.

Ada pepatah berkata, “Jauh di mata dekat di hati” Namun kenyataannya tidak demikian. Jauh di mata seringkali jauh di hati juga. Karena itu, upayakan supaya kita putus hubungan secara radikal dan tuntas sehingga kita bisa memulai kehidupan yang baru dan benar di hadapan Tuhan.

Bagaimana kalau pasangan yang tidak berselingkuh melihat pasangannya ini bertobat? Memang berat tetapi anda harus mendoakan dan mengampuni. Kalau dia mau bertobat maka anda harus mau menerimanya kembali melalui pertolongan Tuhan. Bagaimana kalau sudah terjadi kehamilan dalam perselingkuhan itu? Jalan keluar yang pasti tentu bukan dengan aborsi. Sebab, bayinya tidak bersalah tetapi orangtuanya yang berdosa dan bersalah. Jangan menutupi dosa dengan dosa. Maksudnya sudah berselingkuh ditutupi lagi dengan aborsi. Anak yang harus dilahirkan itu harus dipelihara. Apakah oleh ibunya, si wanita atau oleh si pria ataukah di adopsi oleh keluarga yang lain.

Jangan Menikahi

Kalau sudah terjadi perselingkuhan sehingga terjadi kehamilan, janganlah si pria berkata, “Wah saya mesti bertanggung jawab, saya harus menikahi juga biarin deh jadi isteri ke dua. Tidak, jangan! Solusinya bukan menikahi. Solusinya adalah menghentikan hubungan dengan wanita tersebut. Si pria harus bertanggung jawab kepada anaknya. Misalnya, kalau si pria berselingkuh, sehingga terjadi kehamilan maka dia tidak boleh berhubungan lagi dengan wanita tersebut tetapi dia tetap harus bertanggung jawab terhadap anak yang di kandung. Dengan membiayai persalinannya dan uang sekolah.

Sampai kapan? Sampai dia dewasa, mungkin sampai dia berusia 20-25 tahun terus dibiayai setiap bulan. Mungkin yang pria berkata, “Wah berat sekali enaknya Cuma 10-15 menit tetapi risikonya 20-25 tahun. Itulah mahalnya dosa. Bayarannya sangat mahal. Karena itu, kita harus menghindari dosa ini walaupun kelihatannya memikat, menarik tetapi sekejap saja sudah menyengsararkan seluruh kehidupan kita.

 

Ditulis dalam 1

Selingkuh 04

Selingkuh 04

Akibat Perselingkuhan

Rasa Bersalah

Rasa bersalah dari Daud diungkapkan di dalam Mazmur 32 setelah dia berzina dengan istri Uria. Dia berusaha menutup-nutupinya tetapi kegelisahan itu selalu ada. Rasa bersalah dan kegelisahan akan mewarnai orang yang berselingkuh.

“Selama aku berdiam diri tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari, sebab siang malam tanganmu menekan aku dengan berat sumsumku menjadi kering seperti oleh teriknya musim panas. Dosaku kuberitahukan kepadamu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan dan aku berkata aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaran dan engkau akan mengampuni kesalahan karena dosaku” Mazmur 32: 3-5

Kehamilan

Kehamilan dialami oleh Betsyeba setelah berselingkuh dengan Daud.

Munculnya Dosa yang lain. Kalau orang sudah selingkuh dia pasti bohong kan? Berbohong pada isteri atau suaminya. Kemudian marah-marah

Anak Menjadi Korban

Seperti dalam kasus Daud anak yang dilahirkan Batsyeba mati. Seringkali dalam kasus perselingkuhan anaknya dimatiin, dibunuh dan diaborsi.

  • Melukai Hati Pasangan Hidup
  • Kalau Diketahui pasangannya bisa ribut dan bercerai
  • Menjadi contoh yang buruk bagi keluarga dan masyarakat
  • Kesaksian hidup menjadi rusak

Dosa Mendatangkan Hukuman

Dosa akan membawa kita pada hukuman Allah karena Alkitab berkata jangan berzina. Di dalam perjanjian lama hukuman bagi orang-orang yang berzina adalah dirajam batu sampai mati. Bagaimana dengan perjanjian baru? Apakah perjanjian baru lebih lunak sehingga orang yang berzina dibiarkan saja?

“Atau tidak tahukah kamu bahwa orang-orang yang tidak adil, tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah? Jangan sesat, orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pembunuh, pencuri, kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapatkan bagian dalam kerajaan Allah” 1 Korintus 6: 9-10

Anda tahu artitnya tidak mendapatkan bagian dalam kerajaan Allah? Artinya tidak masuk surga atau masuk ke dalam neraka. karena itu marilah kita hindari dosa perzinahan.

Ditulis dalam 1

Selingkuh 03

Selingkuh 03

Tahapan-Tahapan Perselingkuhan

Percobaan

“Sekali peristiwa pada waktu petang ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya lalu berjalan-jalan di sotoh istana tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya” 2 Samuel 11:2

Alkitab mencatat ketika Daud sedang berjalan-jalan, tidak sengaja, tiba-tiba, dia melihat ada seorang perempuan yang sedang mandi. Saya tidak merasa bahwa Daud itu memang merencanakan untuk mengintip orang mandi. Masak sih raja yang begitu perkasa punya pikiran, “Wah mumpung orang lagi pada perang saya ngintip orang mandi, ah.” Itu tidak mungkin. Siapa yang suruh, raja sedang berjalan-jalan, eh….dia mandi. Ini kebetulan saja. Jadi ketika dia melihat wanita yang sedang mandi itu, begitu dia berbalik dia berkata, “Tuhan sucikan pikiran saya.” Hasilnya, dia menang, dia tidak akan kalah. Pandangan pertama belum membuat dia jatuh ke dalam dosa. Namun yang membuat dia jatuh adalah pandangan kedua, ketiga dan selanjutnya. Saat dia berbalik dia berpikir, “Eh cantik juga ya…liat lagi ah…” Eh dia berbalik lagi untuk melihat lagi. Saat itulah dia mulai jatuh ke dalam percobaan.

Dosa Di Dalam Hati

Di dalam ayat 3 tertulis bahwa Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu. Ia berkata, “Itu adalah Betsyeba binti Eliam, istri Uria orang Het itu.” Dia mulai merenungkan siang dan malam di dalam pikirannya lalu bertanya, “Siapa itu, ya?” Jadi dari melihat ada percobaan sehingga hatinya mulai menginginkan.

Dosa Dalam Perbuatan

Di dalam ayat 4 tertulis bahwa sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya. Akhirnya, Daud tidur dengan Batsyeba. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian, pulanglah perempuan itu ke rumahnya. Perselingkuhan sudah terjadi karena sudah diawali dari percobaan dan sudah masuk ke dalam hati.

Di dalam Matius 5: 27-28, Yesus berkata, “Kamu telah mendengar firman jangan berzinah tetapi aku berkata kepadamu setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” Jadi walaupun belum dalam perbuatan, tetapi kalau sudah ada keinginan di dalam hati itu sudah merupakan bentuk perzinahan. Agar kita tidak jatuh di dalam dosa-dosa yang negatif, khususnya dalam dosa perzinahan. Perhatikan nasihat rasul Paulus:

“Jadi, akhirnya, semua yang benar-benar yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” Filipi 4:8

Kita harus mengisi pikiran kita dengan berbagai perkara yang positif. Martin Luther pernah berkata, “Saya tidak pernah bisa melarang burung terbang di atas kepala saya. Namun saya bisa melarang kalau burung akan hinggap atau bersarang di atas rambut saya.” Maksudnya, godaan itu tiba-tiba saja bisa menyerang kita tanpa kita rencanakan. Namun kita bisa mengusir percobaan itu hingga tidak bisa menjadi dosa di dalam hati. Apalagi menjadi dosa di dalam perbuatan. Bagaimana supaya kita tidak terus menerus mengalami godaan. Satu-satunya cara adalah mengurangi kemungkinan datangnya percobaan itu. Misalnya, menghindari omongan porno, teman-teman yang suka mendorong kita melakukan perbuatan yang berdosa, menjauhkan diri dari tempat-tempat yang mesum atau menonton film-film porno dan sebagainya. Sebab kalau kita melakukannya maka akan merangsang nafsu kedagingan kita.

 

Ditulis dalam 1

Selingkuh 02

Selingkuh 02

Sebab-Sebab Perselingkuhan

Konflik Dalam Keluarga

Kalau suami isteri bertengkar terus setiap hari maka mereka rentan terhadap perselingkuhan dengan orang lain. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan, “jikalau kamu marah jangan sampai matahari terbenam.” Persoalan itu harus segera diselesaikan. Sebab, kalau tidak maka kita telah memberikan kesempatan kepada iblis.

Membandingkan dengan Orang Lain

Ada pepatah mengatakan, “Rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput sendiri”. Melihat rumah orang lain, pekerjaan orang lain, kok kelihatannya lebih bagus, daripada melihat rumah dan pekerjaan sendiri. Bahkan kadang-kadang melihat isteri atau suami orang lain kok kelihatannya lebih menarik dari suami atau isteri sendiri. Kita mulai membanding-bandingkan pasangan kita dengan orang lain. Nah, sudah ada bibit perselingkuhan. Apalagi kalau kita berpikir, “Waduh isteri tetangga saya itu kok bodynya seperti “gitar spayol” tetapi kok isteri saya seperti “bas betot”. Wah, anda harus berhati-hati.

Sering Bertemu

Ada pepatah Jawa berkata, “Witing Tresno Jalaran seko kulino.” Seseorang bisa jatuh cinta gara-gara setiap kali bertemu. Nah ini bisa dialami, misalnya, seorang atasan dengan seketarisnya yang setiap hari bersama-sama. Karena itu kita harus bersikap profesional dan mengetahui batas-batas hubungan yang dilakukan. Hubungan bisnis tidak boleh dicampuradukan dengan perkara yang sifatnya pribadi.

Kesuksesan

Ada banyak orang, khususnya pria, kalau sudah punya uang, waduh ya udah rasanya bisa bikin apa saja. Membeli soto dan penjualnya, membeli baso dan penjualnya. Dia bisa pergi menikmati hiburan yang mahal-mahal, menyewa hotel; ini yang berbahaya. Apalagi kalau pasangannya itu pemalu agak kuno, jarang ikut. Wah gawat nih. Ada yang bilang, “Kesetiaan seorang pria itu diuji ketika dia sedang jaya. Kesetiaan seorang wanita diuji ketika mereka sedang jatuh.”

Biasanya wanita menjadi setia ketika suaminya kaya raya. Jarang dia mau menyeleweng dengan orang lain. Mengapa? Dia merasa dicukupi. Namun pria kalau sedang bangkrut atau ambruk usahanya dia juga nggak pernah nyeleweng dengan orang lain. Kenapa? Nggak punya modal. Mau nyeleweng pakai apa? Tetapi ketika pria sedang jaya-jayanya, “ada gula, ada semut”. Wah inilah yang harus diwaspadai.

Iseng

Kadang-kadang orang jatuh ke dalam dosa karena tidak direncanakan tetapi iseng. Ada orang kerja di luar kota lalu dia capai seharian kerja. Iseng-iseng untuk jalan-jalan ke panti pijat. Dipijat sih nggak apa-apa. Namun pijat-memijat itu yang tidak boleh.

Tidak Takut Kepada Allah

“Sebab dari dalam, dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan” Markus 7: 21-23

Inilah intinya. Sebab, kalau hati tidak takut kepada Allah berbagai kesempatan apa pun bisa dibuat. Semua yang jahat timbul dari dalam dan menajiskan orang. Kalau hatinya keruh atau hatinya kotor maka perbuatannya pun akan menjadi kotor. Amsal 4: 2 tertulis, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Kalau kita sudah melihat penyebab dari perselingkuhan maka kita juga harus mengerti tahapan dosa perselingkuhan. Dosa perselingkuhan itu tidak berasal dari kejatuhan yang mendadak atau tiba-tiba tetapi selalu ada proses. Kalau anda melihat, misalnya, tembok yang rubuh biasanya merupakan indikasi awal sudah dimulai. Misalnya, anda melihat tembok itu mulai miring, ada retakan-retakan, sudah bolong-bolong, lumut dan kemudian, tidak terlalu lama rubuhlah tembok tersebut. Begitu juga perselingkuhan tidak terjadi secara mendadak tetapi diawali dengan beberapa tahapan.

 

Ditulis dalam 1

Selingkuh

Selingkuh

Suatu saat ada sepasang sejoli yang naik sebuah mobil. Mereka pergi untuk beristirahat di sebuah daerah pegunungan. Tiba-tiba si wanita berkata, “Sayang, saya merasa lapar. Bagaimana kalau kita mampir sebentar di restoran fastfood dan kita pesan ayam goreng? Si pria berkata, “Ok, ayo kita pergi bersama-sama. Mereka memesan ayam goreng, minta dibungkus, dibawa naik ke mobil. Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan si wanita berkata, “Sayang, bagaimana kalau saya makan duluan?” Oh ya makan saja, silakan” kata si pria. Ia membuka bungkusan ayam goreng tersebut dan segera menikmatinya. Tiba-tiba dia kaget karena ketika dibuka ternyata isinya bukan ayam goreng tetapi isinya uang dolar yang cukup banyak.

Rupanya pemilik rumah makan cepat saji tersebut ingin menyetorkan uangnya ke bank. Mungkin dia berpikir supaya lebih aman ia memasukkan uang tersebut ke kotak ayam goreng karena tidak ada orang yang akan merampok ayam goreng. Ia memasukkannya ke dalam kotak dan membawanya ke bank tetapi ternyata tertukar. Jadi, ketika dia ke bank yang ia bawa adalah kotak yang isinya ayam goreng. Namun tidak ada kan bank yang menerima setoran ayam goreng? Ternyata uangnya telah terbawa oleh salah satu pembeli.

Ketika si pria melihat kejadian tersebut ia berkata, “Wah, kita harus pulang. Kita harus kembalikan lagi uang ini. Kasihan orang itu. Akhirnya, dia kembali sampai di restoran tersebut. Ketika pemiliknya masih bingung tentang uangnya yang hilang tersebut, dia berkata, “Pak, anda kehilangan uang ya? Iya dari mana anda tahu?” “Karena anda salah memberikan kotak kepada kami. Ini uangnya masih lengkap.” Wah pemilik restoran itu sangat senang sekali. Dia bilang, “Silakan duduk pak, silakan duduk bu, silakan makan apa saja yang ingin anda makan. Semuanya gratis dan jangan ke mana-mana karena kami akan memanggil wartawan. Kami akan memotret anda. Inilah orang yang jujur di tengah dunia yang tidak jujur.” Tiba-titba si pria berkata, “Jangan pak! Jangan foto kami dan jangan panggil wartawan.” Lho mengapa?”. Sebab, saya sudah menikah dan wanita ini bukan isteri saya. Aduh sayang sekali! Rupanya mereka jujur tetapi ternyata mereka berselingkuh.

Nah, apakah yang dimaksud dengan selingkuh? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “selingkuh” artinya suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri. Tidak berterus terang, tidak jujur, curang, serong, suka menggelapkan uang atau korupsi dan juga suka menyeleweng. Di dalam Alkitab ada kisah perselingkuhan antara Raja Daud dengan isteri Uria, Batsyeba. Akibat perselingkuhan terjadi sesuatu yang tragis. Suami dari Batsyeba, akhirnya dikorbankan untuk mati di medan perang. Anak hasil perselingkuhannya meninggal.

 

Ditulis dalam 1