Prosesor Intel Core i7

Prosesor Intel Core i7

Tepat 20 November 2008, Intel Indonesia telah resmi meluncurkan Core i7 di Indonesia.

Overclocking Core i7

Dari beberapa pengujian, overclocking Core i7 sedikit berbeda dengan Core2Duo dan Core2Quad. Bila overclocking Core2Duo dan Core2Quad dilakukan dengan mengubah kecepatan FSB (Front Side Bus), overclocking Core i7 dilakukan dengan mengubah base clock. Perubahan multiplier juga bisa dilakukan, baik ke bawah maupun ke atas, bila Anda menggunakan prosesor dengan multiplier tidak terkunci (unlocked Multiplier).

Mengubah base clock tidak hanya mengubah kecepatan QPI, tetapi juga mengubah kecepatan memori. Pengujian memperlihatkan sesuatu yang menarik dengan overclocking Core i7. Perbedaan kinerja antara menaikkan base clock (QPI) dan menaikkan multiplier serta menaikkan rasio memori (asychnronous mode) cukup kecil walaupun tetap terlihat. Berkat kontroler memori yang terintegrasi, bottleneck FSB yang selama ini terjadi tidak lagi menjadi masalah. Bisa begitu, mengapa masih ada perbedaan kinerja antara meng-overclock QPI dan menaikkan multiplier prosesor serta rasio/divider memori? Jawabannya sederhana. Kontroler memori Core i7 tidak berjalan pada kecepatan yang sama dengan prosesor dan juga ditentukan oleh base clock.

Apakah ada perbedaan antara overclocking Core i7 965 EE dan Core i7 920? Selain fasilitas unlocked multiplier di Core i7 965 EE, tidak ada. Bagaimana dengan kinerja? Pada kecepatan yang sama, sama sekali tidak ada perbedaan kinerja antara Core i7 965 EE dan Core i7 920.

Pengujian dengan ASUS P6T berhasil mencapai base clock 200 MHz tanpa masalah. Namun, tampaknya 230-an MHz adalah batas maksimum base clock saat ini. Tanpa mengubah setting voltase prosesor maupun memori, prosesor yang diuji, dapat mendapat kecepatan 4,2 dan 4,13 GHz.

Suhu Operasi

Mereka yang tertarik meng-overclock Core i7 harus rela menyisihkan dana tambahan untuk heatsink third party atau solusi pendingin lainnya. Pada kecepatan 4 GHz, heatsink bawaan yang disertakan sudah tidak dapat mengimbangi panas yang dihasilkan prosesor. Pada idle, suhu core mencapai 70 derajat Celcius dan saat full load mencapai 100 derajat Celcius. Dengan heatsink besar seperti Thermalright Ultra 120 Extreme yang kini siap untuk prosesor LGA 1366, suhu tersebut bisa ditekan hingga 70 derajat Celcius saat full load pada keadaan ter-overclock (berjalan di 4,2 GHz).

Selain mendinginkan prosesor, pastikan Anda juga mendinginkan chipset Tylersburg yang berlomba dengan prosesor, mengeluarkan panas. Tanpa kipas, cipset ini bisa mencapai 60 derajat Celcius. Dengan kipas, suhu tersebut turun ke 45 derajat Celcius. Kedua angka ini menunjukkan suhu chipset dalam keadaan default.

Satu hal yang paling menyebalkan dari overclocking Core i7 adalah menentukan clock yang tepat untuk kontroler memori prosesor dan QPI. Pengalaman pengujian memperlihatkan bahwa bagian “uncore” prosesor ini tidak mau bekerja di atas kecepatan 3,6 GHz tanpa perubahan voltase. Bila Anda tidak membutuhkan kinerja semaksimal mungkin dari prosesor, lebih baik gunakan pilihan “Auto”.

Quick Path Interconnect (QPI)

Selain unclocked multiplier dan kecepatan clock, perbedaan utama antara Core i7 965 dan 920 adalah kecepatan QPI. Secara default, Core i7 965 menggunakan QPI 6,4 GT/sec, sementara Core i7 lainnya menggunakan QPI 4,8 GT/sex. Apakah QPI banyak mempengaruhi kinerja? Tidak. Lagipula, bila dikehendaki, Anda bisa mengubahnya di BIOS.

Perubahan clock QPI tidak banyak mempengaruhi kinerja Core i7. Alasannya sederhana, kontroler memori sudah tidak diakses melalui QPI. Dengan mengintegrasikan kontroler memori ke prosesor, transfer rate ke komponen lain bukanlah faktor penghambat kinerja.

Saat overclocking, memilih kecepatan QPI lebih lambat bisa membantu meningkatkan clock prosesor. Akan tetapi, ingat bahwa QPI hanya satu dari beberapa komponen “uncore” dari Core i7. Anda juga harus memastikan kecepatan kontroler memori.

Konsumsi Daya

Walau tidak bisa disebut sebagai prosesor hemat daya, Core i7 menawarkan perbandingan kinerja dan kounsumsi daya tinggi. Ini jelas terlihat dari konsumsi daya prosesor ini saat bekerja penuh. Bagaimana saat prosesor ini di-overclock?

Konsumsi daya sistem dengan Core i7 banyak berubah saat prosesor berjalan pada kecepatan 4 GHz ke atas. Saat idle, sistem membutuhkan daya kurang lebih 197 watt, sekitar 26 watt lebih tinggi di bandingkan saat prosesor berjalan default. Saat full load, konsumsi daya sistem core i7 ter-overclock jauh lebih tinggi, 271 watt, atau kurang lebih 71 watt lebih tinggi dibandingkan saat berjalan default. Tentunya, bila Anda mengubah voltase prosesor, konsumsi daya akan lebih tinggi.

Solid State Drive (SSD)

Sebuah kejutan datang bersama press kit Core i7 dari Intel bulan lalu. Bersama kedua prosesor Core i7 965 EE dan 920, Intel menyertakan satu unit SSD X25-M mereka.

Pengujian dengan berbagai benchmark sintentis maupun aplikasi menunjukkan hasil yang menarik. Dengan satu SSD, beberapa aplikasi menunjukkan penurunan kinerja. Tampaknya beban yang dibebankan kontroler ICH10 pada CPU terlalu besar. Oleh karena itu, dilakukan untuk melihat dengan menggabungkan dua SSD dalam satu RAID array akan mengubah situasi ini. Ternyata, hasil pengujian awal dua SSD dalam array RAID 0 hanya menunjukkan perbedaan kecil dari satu SSD (300 MB/s).

Hasil pengujian berubah total dan menampakkan hasil yang diharapkan setelah feature Volume Write Back Cache controller ICH10R. Beberapa reviewer yang berada di lab pun berdecak kagum melihat kecepatan baca dan tulis dua SSD dalam RAID 0 array – kurang lebih 550 MB/s.

Paling tidak, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, Anda tidak akan merasakan perbedaan kinerja signifikan dibandingkan hard disk. Dengan satu unit, SSD hanya mempunyai kelebihan dari segi ketahanan getaran/shock, konsumsi daya, dan suara. Bila Anda ingin mendapat kinerja optimal dengan SSD, paling tidak Anda harus memakai dua buah dan menjalankan keduanya dalam satu RAID 0 array dengan Volume Write Back Cache aktif. Sysmark menunjukkan aplikasi apa saja yang bisa memanfaatkan kinerja SSD.

Satu hal lagi yang menarik dari pengujian SSD adalah konfigurasi block size. Berbeda dengan hard disk, SSD dan RAID 0 array dengan SSD menyukai block size kecil. Block size besar (128 KB) banyak membantu controler RAID “meratakan” transfer dengan hard disk dengan beban CPU tidak terlalu banyak mempengaruhi dalam pengujian. Sebaliknya pada SSD, block lebih kecil lebih baik. Pengujian awal RAID SSD dengan block size 128 KB masih menunjukkan beberapa “anomali” transfer data. Dengan block lebih kecil – 64 dan 32 KB – kecenderungan ini berkurang. Selain itu, block size kecil juga memungkinkan mekanisme prefetch SSD menawarkan kinerja optimal.

SLI di Chipset non NVIDIA

Chipset X58 menawarkan satu feature menarik. Inilah chipset non-NVIDIA pertama yang “direstui” menawarkan SLI tanpa tambahan chipset NVIDIA. Namun, Anda harus berhati-hati – tidak semua motherboard X58 mendukung SLI.

Dukungan SLI hanya diaktifkan driver NVIDIA untuk motherboard-motherboard X58 yang telah melewati proses sertifikasi NVIDIA. Dukungan SLI pun beragam. Sebuah motherboard yang mendapat sertifikasi SLI paling tidak mendukung SLI dengan dua card, tetapi tidak berarti mereka mendukung Triple ataupun Quad SLI.

Selain motherboard yang telah mendapat sertifikasi, Anda harus meng-install driver Forceware 180 ke atas. Pengujian SLI dengan tiga GeForce GTX280 dari NVIDIA dan dua Gigabyte GeForce 8800GT TurboForce. SLI berjalan baik dengan semua card ini di kedua motherboard yang diuji, ASUS P6T maupun MSI Ecplise.

Pengujian SLI adalah pengujian yang menyita banyak waktu. Memang, pengujian yang dilakukan tidak banyak. Namun, waktu banyak terpakai untuk mencoba untuk menjalankan SLI dengan ketiga motherboard X58 yang ada – Intel DX58SO, ASUS P6T, dan MSI Eclipse. Mengapa? Walau ASUS P6T dan MSI Ecplise masuk dalam daftar motherboard yang mendapat sertifikasi SLI, BIOS yang datang bersama ASUS P6T dan MSI Ecplise tidak mempunyai “cookie” yang dicari driver untuk mengaktifkan feature SLI. Hanya dengan BIOS terbaru, SLI bisa diaktifkan. Jadi, bila Anda ingin menjalankan SLI di motherboard X58 Anda, pastikan motherboard Anda mendapat sertifikasi SLI dan update BIOS ke versi terbaru.

Masalah lain dengan SLI di X58 adalah status driver yang masih beta. Selain itu, proses deteksi driver juga memakan waktu lama. Tiap kali ada perubahan konfigurasi, misalnya memindahkan graphics card ke slot PCI Express lain, Anda harus memasang ulang driver.

Salah satu janji yang digembar-gemborkan NVIDIA dengan Forceware 180 ke atas adalah kemampuan mengalokasikan satu graphics card untuk PhsyX. Walau menarik, dukungan software yang sangat terbatas untuk GPU PhysX membuat feature ini nyaris tidak berguna. Hingga saat ini, dukungan akselerasi PhysX di GPU masih terbatas pada level-level tertentu Unreal Tournament 3 dan 3D Mark Vantage.

Dari segi hardware, ada satu catatan penting. Solusi dua slot cooling untuk GeForce GTX280 memastikan Anda hanya dapat menggunakan dua card di ASUS P6T, sementara MSI Ecplise “bisa” menggunakan tiga card GeForce GTX280. Akan tetapi, posisi card kedua yang menempel ke card ketiga menyebabkan tidak tersedianya ruang aliran udara segar yang berguna untuk card ini. Sehingga tidak mengagetkan, jika card kedua ini bisa mencapai suhu hingga 70 derajat Celcius.

Prosesor dan Platform Baru, Tantangan Baru

Core i7 memang mengesankan. Tidak ada kata-kata yang lebih tepat menggambarkan kinerja yang ditawarkan prosesor ini. Desain Core i7 memang sedikit mempersulit proses overclocking, tetapi kini sebenarnya target overclocking menjadi lebih mudah – tingkatkan clock prosesor dan memori.

One thought on “Prosesor Intel Core i7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s