Triple Channel Technlogy

Triple Channel Technology

Teknologi terbaru yang di ‘tanam’ pada chipset intel X58, seperti Intel QuickPath Interconnect (QPI) sebagai pengganti Front Side Bus (FSB), dan dukungan penuh terhadap prosesor terbaru Intel, yaitu intel Core i7, serta chipset “pembantu” southbridge ICH10 menjadikan motherboard yang menggunakan intel X58 memiliki harga tinggi. Dan satu lagi teknologi yang akan dibahas, adalah fitur Triple Channel sebagai penerus dual-channel, yang hanya bisa aktif dengan RAM berspesifikasi DDR3 dan memiliki teknologi triple channel di dalamnya.

Sekilas Chipset Intel X58

Chipset ini diberi kode nama Tylerburg oleh Intel. Selain “kaya” akan teknologi baru juga dipercaya mampu meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan. Ambil contoh Intel QuickPath Interconnect (QPI) yang menggantikan fungsi FSB bekerja cukup baik, teknologi ini hampir menyerupai arsitektur Hyper Transport yang dimiliki oleh AMD.

Pada motherboard yang memiliki socket tunggal, fungsi X58 akan lebih seperti MCH (Memory Controller Hub), di mana ia akan berkomunikasi dengan ICH10 sebagai southbridge-nya lewat DMI. Namun X58 bukanlah MCH, karena di dalamnya tidak memiliki interface memory, tidak seperti chipset sebelumnya.

Fitur lain seperti triple channel juga diusung oleh chipset ini, di mana dipercaya dengan fitur ini performa RAM akan meningkat tajam, sehingga akan juga berpengaruh terhadap kinerja system secara keseluruhan. Karena seperti kita ketahui bahwa sebagian besar kinerja system komputer dipengaruhi oleh besar kecilnya kapasitas RAM dan kinerja RAM itu sendiri.

Kabar gembira bagi Anda yang ingin menikmati teknologi SLI di motherboard Intel. Karena sepertinya, pihak nVIDIA yang sebelumnya sangat ketat dalam mengaplikasikan fitur SLI yang hanya boleh digunakan pada motherboard yang menggunakan basis chipset dari nVIDIA, kini memberikan keleluasaan untuk mengaplikasikan teknologi tersebut. Beberapa motherboard yang menerapkan SLI Ready, seperti ECS X58B-A.

DDR3-SDRAM

Tentu saja saat membicarakan teknologi Triple channel, kita tidak akan lepas dari jenis RAM yang satu ini, DDR3-SDRAM. Karena teknologi triple channel tersebut hanya bisa diaplikasikan ke dalam RAM dengan jenis tersebut. Saat ini kecepatan tertinggi RAM DDR3 normal tanpa di-overclock mencapai 2000 MHz, dan di bawahnya adalah 1866 MHz dan 1375 MHz. Kecepatan RAM tersebut adalah untuk yang seri enthusiast, sedangkan ada dua kecepatan lagi di bawahnya, yaitu 1333 MHz dan 1066 MHz yang diperuntukkan untuk user kelas low-end sampai mid-end.

Namun yang perlu digarisbawahi disini, semakin cepat sebuah SDRAM, maka latency yang dimilikinya akan semakin tinggi pula. Ini berlaku untuk semua jenis RAM, karena imbasnya jika latency terlalu tinggi, maka kemungkinan besar terjadinya bottleneck di dalam system komputer secara keseluruhan akan semakin besar. Utamanya jika komponen yang ada di dalam system tersebut tidak sepadan antara satu dengan yang lainnya, seperti contoh Anda menggunakan RAM DDR2 berkapasitas 4 GB dengan dual channel aktif, namun Anda hanya menggunakan prosesor dari kelas Pentium 4 3,6 GHz bersocket LGA775.

Teknologi Triple Channel

Teknologi ini ada bersamaan dengan diluncurkannya chipset nVIDIA X58, tidak sama dengan teknologi dual channel sebelumnya, triple channel memiliki kemampuan yang lebih bagus lagi. Memang tujuan teknologi ini sama, yaitu untuk mengeliminasi bootleneck yang kerap terjadi dari latency RAM yang cukup tinggi. Juga multi-channel ini mampu meningkatkan kecepatan dan performa dari seluruh sistem.

Teknologi ini akan dipengaruhi sepenuhnya oleh memory contoller tersebut, di mana data flow antara prosesor dan sistem memory (RAM) akan diatur sedemikian rupa sehingga nilai maksimal dari setiap modul memory akan tercapai. Namun pada saat kecepatan RAM tidak bisa mengikuti atau di bawah kecepatan sebuah prosesor, maka bottleneck yang disebutkan tadi akan terjadi, karena prosesor disini tidak memiliki ruang di memory untuk melakukan proses. Pada sistem single channel, BUS speed yang lebih tinggi dibandingkan kecepatan system memory juga akan menjadikan bottleneck pada sistem secara keseluruhan.

Pada teknologi triple channel, bottleneck akan dikurangi sampai sedikit-dikitnya, sehingga penggunaan system tidak akan mengalami lagi apa yang dinamakan bottleneck. Cara yang digunakan oleh teknologi ini memang mirip dengan teknologi dual channel, hanya saja dibedakan pada bandwidth yang dilipatgandakan. Jika pada dual channel bandwidth dilipatgandakan hanya dua kali saja, maka pada teknologi triple channel bandwidth dilipatgandakan menjadi tiga kali lipat.

Dengan kemampuan triple channel, dipastikan bottleneck akan berkurang sangat drastis. Cara ini kami pandang saat ini yang paling relevan untuk mengurangi bottleneck pada RAM dan system secara keseluruhan, daripada Anda diharuskan menunggu teknologi RAM yang sepertinya memang jalan di tempat. Meskipun kita tahu bahwa ada teknologi mulai DDR, DDR2, sampai DDR3 dengan clock yang bernilai fantastis, namun pabrikkan tidak bisa mengurangi yang dinamakan latency, dimakan semakin tinggi clock yang dimiliki oleh sebuah RAM, maka akan semakin tinggi pula latency-nya. Ini bisa direduksi dengan penerapan teknologi multi channel dari RAM, baik dual channel maupun triple channel.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s