Jangan Beri Makan Dosa

Jangan Beri Makan Dosa

Beberapa orang teman pria pernah bercerita kepada saya secara terbuka, mereka mengaku sangat mudah jatuh ke dalam dosa perzinahan. Saya pernah berbicara dengan seorang pria teman lainnya yang kehidupan rohaninya kelihatan baik, tetapi ternyata hidup dalam perzinahan selama belasan tahun.

Teman ini juga bercerita bahwa ketika sedang “jajan” di luar kota, dia bertemu dengan temannya yang notabene adalah seorang diaken yang terhormat di sebuah gereja. Dia mengaku bila saat berada di dalam lingkungan yang sehat, apalagi ketika sedang berdoa dan mendengar firman, dia sangat menyesali perbuatannya itu. Tetapi saat bergabung dengan teman-teman yang terbiasa “jajan” dan suka membicarakan hal-hal berbau porno, dia kembali jatuh ke dalam dosa yang sama. Menurut penuturannya, beberapa orang temannya sering jatuh ketika sedang berada sendirian di dalam kamar atau di ruang kerja, yaitu saat membuka situs yang menyajikan gambar-gambar atau adegan-adegan porno.

Teman ini juga mengakui bahwa ia ingin sekali terlepas dari ikatan dosa itu, bahkan sering frustasi karena tidak bisa terlepas dari dosa itu. Dia jenuh hidup dalam lingkaran dosa yang menekan nuraninya, tetapi di sisi lain dia terus menikmati dosa itu.

Setelah selesai pembicaraan tersebut, saya merenungkan pertanyaan itu, “Kenapa orang yang kelihatan rohani masih bisa terikat dosa seperti itu? Mengapa sebagian orang sangat terikat pada dosa seperti gemar berbohong, bergosip, cabul, suka memusuhi, iri hati, atau mabuk-mabukan? Mereka hidup dalam ikatan dosa, padahal mereka sendiri membenci perbuatan itu.”

Setelah sekian lama merenung, saya menemukan jawabannya. Itu terjadi karena kita memberi makan keinginan dosa tersebut setiap hari. Bergaul dengan para pecinta pornografi atau terus menerus membuka situs-situs porno, sama dengan memberi makan keinginan daging kita.

Sifat buruk keinginan daging adalah: semakin keinginan daging diresponi, maka akan semakin besar pengaruh dan kapasitasnya dalam hidup kita. Misalnya, kemarin kita menghabiskan waktu untuk bergosip, maka hari ini keinginan untuk bergosip akan semakin kuat. Kita akan mencari topik untuk dijadikan bahan gosip, meskipun kita tahu bahwa berita yang kita sebarkan itu sama sekali tidak membangun, bahkan mungkin akan menghancurkan reputasi seseorang. Jika kita tidak segera menghentikan diri atau menguasai diri, maka di hari-hari selanjutnya kita akan menjadi penggosip yang semakin handal.

Untuk dapat terlepas dari semua itu, kenalilah bahwa sifat dosa adalah mengikat. Karena itu kita butuh tekad yang kuat untuk memutuskan hubungan dengannya, yaitu dengan tidak memberinya tempat dalam hidup kita dan bertindak melawannya. Dan langkah yang tak kalah penting adalah: kita butuh kekuatan dari Tuhan agar terlepas dari ikatan itu. Mintalah Roh Kudus memampukan kita menang melawan keinginan-keinganan buruk itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s