FAQ Netbook

FAQ Netbook

1. Apakah netbook sama dengan notebook? Di mana perbedaannya?

Netbook secara fisik tidak berbeda dari notebook mini yang lebih dikenal sebagai subnotebook. Perbedaannya baru terlihat dalam hal harga dengan rentang yang sangat jauh. Saat ini, netbook sudah dapat diperoleh mulai harga US$ 400, sedangkan subnotebook ringan dari kelas menengah dipatok mulai harga US$ 2500 ke atas.

Alasannya, subnotebook termasuk sebagai notebook dengan teknologi tercanggih, tetapi dalam format mini. Subnotebook memang dirancang dengan bobot dan dimensi yang lebih keicl tanpa harus mengorbankan kinerja dan perlengkapan. Sebaliknya, netbook merupakan kombinasi antara harga yang ekonomis dan komponen yang sering kali berkinerja lambat. Oleh sebab itu, sering kali komputer ini hanya menawarkan layar kecil dengan resolusi dan kinerja yang rendah.

2. Siapa saja yang membutuhkan sebuah netbook?

Netbook cocok digunakan untuk menulis e-mail, dokumen dan blog, atau untuk bertransaksi pada website lelang online. Bila ingin memperoleh performa yang lebih berkaitan dengan ukuran layar dekstop, kapasitas RAM, kecepatan hard disk, atau kinerja prosesor, sebaiknya tidak menggunakan netbook.

3. Aksesori apa yang perlu? Apakah saya dapat mengisi kekurangan sebuah netbook dengan aksesoris tertentu?

Beberapa kelemahan netbook dapat diatasi dengan menggunakan aksesoris tambahan. Sebuah USB hard drive eksternal dapat memperbesar kapasitas penyimpanan netbook yang kecil. Sebuah USB DVD Burner tidak saja dapat berfungsi sebagai pembakar, tetapi juga dapat mengisi absennya optical drive. Bila netbook ingin digunakan dalam perjalanan dan untuk mengakses Internet sekaligus, Anda dapat melengkapinya dengan sebuah USB Modem 3G. Kekurangan yang paling fundamental seperti kinerja prosesor yang lambat atau layar yang sangat kecil tentu saja tidak dapat dikompensasi dengan aksesoris.

4. Apa kemampuan netbook? Di mana batas performanya?

Netbook bukanlah perangkat kecil yang bertenaga. Bila berharap dapat mengolah foto dan video dengan nyaman menggunakan sebuah netbook, itu keliru. RAM dan prosesornya biasanya kecil dan kurang cepat kinerjanya. Aplikasi office yang tidak rumit seperti PowerPoint bisa aja menjadi lambat apabila berisi sebuah gambar yang besar atau untuk membuat animasi yang berat. Pertimbangannya, bila benar-benar membutuhkan perangkat untuk pekerjaan sehari-hari, netbook tidak disarankan. Komputer jenis ini cocok untuk pemakaian yang tidak begitu berat atau sebagai cadangan.

5. Apakah netbook selalu menyediakan akses Internet?

Istilah “Netbook” memang sedikit membingungkan dantidak otomatis selalu menyediakan akses Internet. Nama tersebut diberikan oleh Intel untuk merujuk pada sebuah notebook mini yang sudah dapt cukup memuaskan untuk aplikasi Internet, seperti e-mail, browsing, dan chatting. Di sini, kinerja prosesor dan grafik tidak begitu penting dan pengguna tidak terlalu merasakan kekurangan dari netobook ini.

Meskipun demikian, netbook tidak memiliki spesifikasi teknis yang menawarkan Anda untuk dapat online setiap saat dengan perangkat tersebut, tetapi pada Apple iPod atau BlackBerry. Bila menginginkan akses Internet di mana saja dengan netbook, masih diperlukan tambahan sebuah modul 3G atau HSDPA. Saat ini, banyak provider yang menawarkan paket mobile Internet dengan tarif yan gtetap dan pemakaian yang tidak terbatas (unlimited) melalui koneksi HSDPA. Memang beberapa vendor netbook, seperti Acer telah menawarkan netbook dengan modul 3G yang terintegrasi, tetapi harganya menjadi tidak murah lagi.

6. Apakah netbook dapat memutar video? Apakah netbook cukup nyaman sebagai media player musik dan film?

Layar tujuh sampai sepuluh inci terasa kurang memuaskan saat menonton film. Namun, ada saat di mana film sinema ditampilkan pada layar ponsel. Dalam hal ini, layar ukuran tujuh inci sudah termasuk sinema.

Lantaran prosesor dan graphics engine pada netbook bukan dirancang untuk meng-coding video streaming, masalah format tampilan ataupun ukuran gambar memang tidak berguna untuk dibahas. Video MPEG-2 (Format DVD) dari USB Flashdisk umumnya dapat ditonton dengan semua perangkat. Berbeda dengan film MPEG-4, Anda harus menggunakan codec DivX atau XviD. Beberapa netbook dapat menampilkan, beberapa lagi tidak. Ini tergantung pada resolusi dan data rate. Namun, untuk film-film dengan encoding H.264, kondisinya sama untuk semua netbook, baik film dalam format HD maupun dalam format PAL. Proses codec ini begitu berat sehingga netbook apa pun tidak akan mampu memutarnya.

Netbook tidak saja bermasalah dengan film. Saat ini, banyak animasi Flash yang di kompresi dengan encoding yang berat. Di sini, netbook tidak bisa menjanjikan apa-apa. Bila ingin sering menonton video, netbook bukan pilihan. Kebanyakan netbook tidak mampu melakukannya.

7. Prosesor apa yang digunakan pada netbook saya?

Saat ini, ada empat CPU yang ditawarkan pada netbook, yaitu Intel Celeron dan Intem Atom serta Via C7 dan Via Nano. Sebaiknya, jangan memilih netbook dengan prosesor Celeron! Kinerja prosesor ini kurang memuaskan dan boros konsumsi daya baterai. Demikian juga dengan netbook dengan Via C7. Konsumsi daya listrik dan daya tahan baterai netbook ini masih kurang baik. Disarankan Intel Atom dan Via Nano. Netbook dengan prosesor Atom memang hemat daya listrik, namun sedikit payah dalam hal performa. Sebaliknya, kinerja netbook ber-prosesor Via Nano cukup memuaskan namun boros listrik. Bahkan, dengan Nano, Anda dapat menonton video HD dalam format 720p.

8. Apa yang penting: layar, hard disk, atau SSD?

Pembeli netbook pada umumnya mereka yang ingin berhemat. Memang, dengan harga yang relatif murah, kemampuannya masih belum apa-apa. Untuk bekerja nyaman dengan netbook diperlukan ukuran layar yang memadai. Layar berukuran 7 inci sebenarnya terlalu kecil. Disarankan memilih perangkat yang menawarkan layar dengan resolusi minimal 1.024 x 600 pixel dan berdiagonal 8,9 inci. Ukuran ini pun masih belum memuaskan dan banyak pengguna netbook yang memanfaatkan tombol F11, misalnya untuk menampilkan browser dalam full screen mode.

Untuk pertanyaan apakah memilih hard disk konvensional atau SSD, jawabannya tidak terlalu mudah. Flash drive pada netbook bukanlah SSD dari Intel atau Samsung yang tergolong cepat. Kinerja flash drive ini begitu lambat sehingga bakal bermasalah untuk instalasi Windows. Jenis penyimpanan ini pun tidak cocok dengan Windows. Akses hard disk yang sering dilakukan Windows tidak hanya membuat sistem menjadi lambat, tetapi juga membuatnya hang. Tidak disarankan untuk meng-install Windows pada netbook yang menggunakan SSD. Kondisi ini berbeda dengan Linux dengan SSD sudah memberikan hasil yang memuaskan. Apabila inign mengugnakan sistem operasi Linux, netbook dengan SSD sudah cukup, sebaliknya untuk Windows, sebaliknya pilih hard disk yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s