AMD Phenom II

AMD Phenom II

Selain Core i7, prosesor lain yang banyak ditunggu orang adalah Phenom II, prosesor yang lebih banyak dikenal sebagai Deneb.

Tahun 2007 bukanlah tahun yang baik untuk AMD sebagai produsen prosesor. Baik di pasar workstation/server maupun desktop, pangsa pasar yang dimiliki AMD terkikis habis oleh Intel dengan Core 2 Duo dan Core 2 Quad-nya. Prosesor yang disiapkan oleh AMD untuk menghadapi keluarga Core 2, Barcelona untuk workstation/server dan Agena untuk desktop, terlambat diluncurkan. Bahkan lebih buruk, revisi awal prosesor ini mempunyai bug fatal pada unit TLB yang dapat mengakibatkan ketidakstabilan sistem. Patch yang dikeluarkan untuk bug TLB ini membuat kinerja prosesor semakin tertinggal jauh dari pesaing utama mereka. Revisi berikutnya muncul tanpa TLB bug dan memungkinkan AMD meluncurkan prosesor dengan clock lebih tinggi. Namun, kerusakan sudah terjadi.

Hingga akhir 2008, prosesor-prosesor AMD hanya menjadi alternatif bagi mreka yang ingin mencari prosesor quad core di bawah US$ 300. Pasar di atas US$ 300 dikuasai oleh prosesor-prosesor Intel, yang mempunyai keuntungan clock dan kinerja per-clock di bandingkan prosesor-prosesor AMD. Di kalangan enthusiast dan gamer, prosesor AMD tidak menjadi pilihan utama karena kinerja dan potensi overclocking yang dimilikinya sangat terbatas.

Dari segi finansial, AMD terus menerus merugi. Selain kehilangan pemasukan dari penjualan prosesor berkat persaingan dari Intel dan turunnya harga jual rata-rata prosesor karena strategi menurunkan harga jual prosesor mereka, beban biaya yang dikeluarkan untuk membeli ATI belum sepenuhnya diselesaikan. Pada saat yang sama, AMD harus menanamkan investasi untuk melakukan peralihan fabrikasi ke 45 nm untuk mengejar ketertinggalan mereka dari Intel.

Satu-satunya kabar baik untuk AMD muncul dari ATI. Keberhasilan dicapai produk demi produk, dari seri Radeon HD 4800 yang membuat ATI menjadi pesaing kembali di pasar graphics card, di ikuti oleh seri Radeon HD 4600 di pasar bawah, hingga munculnya chipset seperti AMD780G dan 790GX.

Lebih dari setahun yang lalu, di sebuah pertemuan dengan para analis industri, CEO AMD Dirk Meyer berkata, “Kami beroperasi dalam lingkungan dimana banyak orang percaya bahwa AMD harus mempunyai prosesor berkinerja tinggi untuk dapat berhasil. Saya berkata kepada Anda, bahwa persepsi tersebut keliru.” Dirk Meyer baru saja menerima posisi CEO dari Hector Ruiz setelah sebelumnya menjadi sebagai COO AMD. Pernyataan ini banyak menimbulkan reaksi, terutama karena keluar dari chief architect prosesor paling sukses AMD, K8 yang dikenal sebagai Athlon 64.

Walau pernyataan tersebut lebih dimaksudkan untuk prosesor, apa yang terjadi dengan Radeon seri HD4800 dan HD4600 adalah contoh nyata bahwa pernyataan ini benar. AMD kini mempunyai fokus baru, memberikan produk terbaik pada titik-titik harga tertentu. Tahun 2008 memperlihatkan bahwa AMD dapat mengeksekusi strategi tersebut di pasar graphics card dan chipset. Tahun ini, kita akan melihat apakah AMD dapat mengulang prestasi tersebut di pasar prosesor.

Deneb: Phenom di 45 nm

Pada dasarnya, tidak banyak perubahan desain antara Phenom X4 65 nm (Agena) dengan Phenom II 45 nm (Deneb). Beberapa perubahan yang dilakukan AMD adalah meningkatkan clock (2.6 GHz ke 3 GHz), perbaikan cache, baik dari segi latency maupun kapasitas (dari 2 MB ke 6 MB L3 cache), perbaikan kontroler memori yang kini mendukung DDR3, perbaikan fasilitas power management, dan beberapa perubahan arsitektur.

Peningkatan clock dan perubahan kapasitas cache adalah dua perubahan yang berkaitan langsung dengan proses fabrikasi 45 nm. Seperti strategi tick-tock Intel, AMD kalin ini lebih banyak berfokus agar fabrikasi 45 nm mereka bekerja tanpa cacat. Seperti yang terjadi dengan ATI dan 55 nm, silikon pertama yang keluar dari Fab 38 AMD di Dresden bekerja tanpa masalah dan yang lebih penting lagi, Yield yang didapat “sama dengan yang diharapkan”.

Walau secara arsitektur AMD tidak melakukan perubahan besar pada Phenom II, AMD mengambil kesempatan peralihan fabrikasi ini untuk mengubah beberapa feature prosesor. Perubahan terbanyak ditetapkan pada feature power management prosesor. Cool n Quiet versi ketiga kini tidak lagi mengubah clock core terpisah dari core lainnya. Ini akan memeprbaiki kinerja di Windows yang kerap kali memindahkan thread dari satu core ke core lainnya saat Cool n Quiet aktif. Selain itu, kini Phenom II akan melakukan flushing data dari cache L1 dan L2 ke cache L3 saat idle. Setelah data di flush, core tersebut bisa dimatikan total saat idle. Kedua perbaikan ini tidak hanya berhasil mengurangi konsumsi daya prosesor, tetapi juga membuat perbedaan kinerja prosesor dengan dan tanpa Cool n Quiet tidak banyak berbeda.

Tidak perlu pusing soal soket

Belajar dari peralihan soket dari 754 ke 939 dan akhirnya ke AM2, AMD berjanji bahwa mereka akan menyediakan jalan upgrade lebih mudah bagi pengguna soket AM2. Perbedaan utama antara soket AM2 (juga AM2+) dan AM3 adalah dukungan DDR 2 untuk AM2 dan DDR 2 untuk AM3. Phenom II yang keluar Januari 2009 ini tersedia untuk soket AM2+, AMD berjanji bahwa versi AM3 akan tersedia Februari 2009.

Untuk mereka yang sabar menunggu, prosesor Phenom II dengan soket AM3 adalah pilihan terbaik. Bila Anda memasangkannya dengan motherboard AM3, Anda dapat menggunakan memori DDR3 dan sebaliknya, bila Anda memasangnya di motherboard AM2+ yang banyak tersedia di pasaran, Anda dapat menggunakan prosesor ini dengan memori DDR2.

Insentif lain untuk menunggu Phenom II AM3 adalah konsumsi energi. Phenom II 940 dan 920 AM2 yang baru diluncurkan mempunyai rating TDP 125 watt walau bekerja pada kecepatan 3 GHz dan 2,8 GHz. Bandingkan dengan TDP 140 watt yang dimiliki Phenom X4 9950 yang berjalan pada kecepatan 2,6 GHz. Seluruh seri prosesor AM3, mulai dari Phenom II 925 ke bawah mempunyai TDP 95 watt. Di kuartal kedua, AMD berencana mengeluarkan versi hemat daya dengan TDP 64 dan 45 watt.

Clock Cache dan kontroler memori

Sama seperti Phenom X4 dan Core i7, Phenom II masih menerapkan clock berbeda untuk core, cache L3 dan kontroler memori. Cache L3 dan kontroler memori kini kembali berjalan di kecepatan 1,8 GHz atau sama dengan kecepatan HyperTransport. Cache L1 dan L2 tetap bekerja pada clock core. Tidak seperti Core i7, AMD dapat mempertahankan tingkat latency cache L1 dan L2. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, AMD bahkan telah memperbaiki latency cache L3, sehingga dua cycle lebih rendah.

Hasil pengujian latency dan bandwidth memori memperlihatkan perbedaan bandwidth yang signifikan saat prosesor mengakses memori dan cache L3. Di kecepatan yang sama (3 GHz), bandwidth memori Phenom X4 mencapai angka 5,32 GB/s dengan latency 186 cycle. Sementara itu, Phenom II 940 bisa mencapai 9,193 GB/s dengan latency 163 cycle walau cache L3 dan kontroler memori berjalan 10% lebih lambat. Saat clock cache L3 dan kontroler memori diubah ke 2,2 GHz, hasil pengujian menunjukkan bandwidth dan latency kembali berubah menjadi 9,6 GB/s dan 149 cycle. Sebagai pembanding, bandwidth Core i7 965 Extreme Edition di 3 GHz adalah 9,7 GB/s dengan latency 127 cycle.

Overclocking tidak lagi terbatas di 3 GHz

Keputusan desain AMD juga mengubah salah satu masalah utama prosesor AMD yang banyak dikeluhkan oleh kalangan enthusiast, overclocking. Bila AMD hanya dapat mendemokan Phenom X4 berjalan di 3 GHz, Phenom II dapat mencapai kecepatan 4 GHz dengan air cooling, bahkan mencapai 6,2 GHz dengan LN2.

Percobaan overcloking dengan air cooling di sebuah test center memperlihatkan Phenom II dapat mencapai kecepatan 3,5 HGz untuk core dan 2,2 GHz untuk northbridge tanpa perubahan voltase, dengan voltase prosesor 1,35 volt. Menambah voltase ke batas aman 1,5 volt tidak banyak membantu menembus kecepatan 4 GHz. Kecepatan di atas 4 GHz hanya dapat dicapai dengan mengubah setting voltase-voltase lain dan penggunaan paling tidak water cooling.

Bonus overclocking dengan multiplier

Prosesor Phenom II 940 yang diuji pada kesempatan ini, adalah Black Edition, yang multipliernya dapat diubah ke bawah maupun ke atas multiplier default (15 x 200 MHz). Percobaan overclocking tanpa dilakukan terbatas pada perubahan multiplier. Ini terjadi karena motherboard yang disertakan AMD bersama Phenom II 940 tidak mau berjalan dengan kecepatan HyperTransport di atas 210 MHz, terlepas dari multiplier HT yang dipilih.

Satu nilai ekstra yang didapat dari overclocking dengan mengubah multiplier di Phenom II adalah konsumsi daya. Saat Cool n Quiet diaktifkan, Phenom II dalam keadaan overclock tetap dapat mengaktifkan mode hemat dayanya dan menurunkan multiplier ke 4x dan voltase ke 0.9 volt. Bagaimana bila Anda mematok voltase di BIOS? Kami cukup terkesan melihat Cool n Quiet tetap dapat menurunkan voltase walau voltase yang dipilih lebih tinggi dari default. Bila Anda mematok voltase di 1,5 volt di BIOS, mode terendah Cool n Quiet akan menurunkan voltase prosesor ke 1,152 volt.

Sayang sekali, saat ini tidak ada cara untuk meng-edit setting Cool n Quiet secara manual, baik dengan RightMark CPU Clock Utility atau Crystal CPUID. Mudah-mudahan, versi baru kedua utility ini dapat memperbaiki masalah ini. Bila Anda sudah bisa mengatur secara manual setting Cool n Quiet Phenom II, penghematan konsumsi daya yang didapat tidak hanya bisa lebih tinggi, tetapi Anda juga bisa melakukan fine tuning kecepatan fan yang diperlukan, untuk mendapatkan tingkat kecepatan fan yang optimal.

Catatan pengujian

Phenom II yang diuji kali ini adalah Phenom II 940 AM2. Oleh karena itu, platform pengujian terbatas pada motherboard AM2+ yang mendukung DDR2. Bila AMD Phenom II versi AM3 telah tersedia, kami akan berusaha memberikan update pengujian dengan prosesor tersebut. Motherboard yang digunakan untuk platform AMD berbeda dengan motherboard yang digunakan unutk artikel Core i7 lalu. Pada kesempatan ini, motherboard yang dipergunakan AMD780GX, yaitu MSI DKA790GX Platinum. Untuk pengujian konsumsi daya, angka Phenom 9950BE didapat dengan motherboard MSI K9A2 Platinum, sementara untuk Phenom II 940 angkat pertama didapat dengan MSI DKA790GX Platinum dan angkat kedua dengan MSI K9A2 Platinum.

Selain pengujian sintetis, seperti SuperPi 1M, 8M, dan WinRAR, juga dijalankan benchmark aplikasi Sysmark 2007 Preview untuk melihat kinerja yang ditawarkan prosesor ini. Untuk melihat kinerja gaming, dipergunakan aplikasi FEAR, Quake 4 dan Crysis. Semua game ini diuji dengan resolusi 1024 x 768, di mana kinerja graphics card yang digunakan lebih banyak dibatasi oleh kemampuan prosesor, bandwidth dan latency memori.

Selain pengujian kinerja, juga dilakukan pengukuran konsumsi daya sistem dengan Phenom II. Pengukuran dilakukan baik pada keadaan idle – tanpa aplikasi di desktop – maupun saat full load – dimana ke empat prosesor terbebani aplikasi terus menerus. Untuk pengukuran konsumsi daya, fasilitas power management seperti Enhanced Intel SpeedStep dan Cool n Quiet tidak diaktifkan.

Kinerja secara keseluruhan: Phenom & Phenom II

Phenom II memberikan kinerja antara 3 hingga 46 % lebih tinggi, dengan clock yang sama dibandingkan dengan Phenom. Memang, konsumsi daya saat idle tampak lebih tinggi, tetapi ingat mohterboard dan chipset yang digunakan berbeda. Chipset AMD790GX memakan lebih banyak daya dibandingkan AMD 790FX. Dengan motherboard yang sama, platform Phenom X4 9950 berjalan di 3 GHz memakan daya sebesar 178 VA saat idle dan 233 VA saat full load. Dengan kata lain, Phenom II memakan daya 12 hingga 14% lebih kecil dibanding pendahulunya. Oleh karena itu, peningkatan kinerja yang ditawarkannya cukup mengesankan.

Memang, perbedaan antara kedua prosesor ini jauh lebih kecil di chipset AMD 790GX. Pada idle, Phenom 9950BE yang di-overclock ke 3 GHz bahkan sedikit lebih hemat daya dibandingkan Phenom II 940.

Phenom II dan Core 2 Quad

Bagaimana bila dibandingkan dengan prosesor Core 2 Quad? Dari hasil pengujian kinerja, baik dengan benchmark sintetis maupun aplikasi, secara garis besar Phenom II 940 paling tidak memberikan kinerja yang setara dengan Core 2 Quad Q6700. Bila dibandingkan dengan Core 2 Quad berbasis 45 nm, prosesor terdekat adalah Core 2 Quad Q9400. Kedua prosesor Intel ini bekerja pada kecepatan 2,66 GHz. Phenom II harus bekerja sekitar 333 MHz lebih cepat untuk menyamai kedua prosesor ini.

Untuk membandingkan konsumsi daya antara Phenom II dan Core 2 Quad, akan dipergunakan hasil pengukuran yang didapat dengan AMD 790FX karena hasil ini “bersih” dari pengaruh graphics card onboard. Jelas terlihat Phenom II lebih hemat daya dibandingkan platform Core 2 Quad 65 nm yang berjalan di kecepatan 3,2 GHz saat full load. Saat idle, platform Core 2 Quad lebih hemat daya dengan perbedaan sebesar 14 VA.

Phenom II & Core i7

Core i7 965 Extreme Edition 3,2 GHz dan 920 2,66 GHz jelas menawarkan kinerja lebih tinggi daripada Phenom II. Walaupun begitu, pada beberapa aplikasi maupun game tertentu, Phenom II 940 dapat memberikan kinerja mendekati, menyamai bahkan melebihi Core i7 920 dengan kecepatan 2,66 GHz atau Core 2 Quad Q6700 dengan kecepatan 3,2 GHz dan FSB 400 MHz (1600 MHz efektif). Walaupun menggembirakan, hasil ini tidak mencerminkan kinerja yang dapat Anda harapkan di semua aplikasi.

Bagaimana dengan konsumsi daya bila dibandingkan Core i7? Jelas terlihat bahwa konsumsi daya Phenom II saat idle leih rendah daripada Core i7. Konsumsi daya full load kurang lebih sama dengan Core i7 saat full load dan sedikti lebih hemat saat idle.

Nilai sebuah platform

Seperti pendahulunya, AMD memosisikan Phenom II sebagai satu komponen dalam platform. Bila Phenom merupakan komponen platform “Spider”, Phenom II melengkapi platform “Dragon”.

Apakah memilih platform dari satu produsen lebih masuk akal daripada memilih komponen terbaik dari tiap vendor? Lewat penghitungan harga-harga komponen untuk sistem dengan Core i7, Core 2 Quad 45 nm, dan Phenom II. Harga tiap sistem kemudian dibandingkan dengan kinerja yang didapat tiap sistem dengan sebuah GeForce GTX280. Hasilnya cukup mengesankan. Dengan harga sekitar 35 hingga 42 % lebih murah, platform Core 2 Quad 45 nm dan Phenom II memberikan kinerja hanya 7 hingga 15 % lebih lambat dibandingkan sebuah Core i7 920 dengan tiga channel memori.

Selanjutnya, penghitungan dengan graphics card ke masing-masing sistem. Baik sistem Core i7 maupun Core 2 Quad 45 dipasangkan dengan sebuah GeForce GTX280, sementara Phenom II dipasangkan dengan sebuah Radeon HD4870. Walau lebih murah, perbedaan kinerja antara sistem Phenom dan Core i7 lebih besar 18 % dibandingkan dengan Core 2 Quad 45 nm yang hanya sebesar 2 %.

Bagaimana bila kita melihatnya dari segi konsumsi daya? Radeon HD4870 cukup banyak memakan daya saat idle. Oleh karena itu, sistem Phenom II dan Radeon HD4870 memakan lebih banyak daya daripada Core i7 dengan GeForce GTX280 saat idle. Akan tetapi, saat bermain, Phenom dan Radeon HD4870 lebih hemat 15 % daripada Core i7. Angka ini tidak jauh berbeda dengan angka perbedaan kinerja kedua sistem ini.

Sebaliknya, Core 2 Quad 45 nm dengan GeForce GTX280 lebih hemat daya saat idle dariapda Core i7 dan Phenom II. Saat full load, Core i7 dengan GeForce GTX280 lebih boros sekitar 33 VA atau 35 watt. Dalam persentase, Core 2 Quad 45 nm 13 % lebih hemat daripada Core i7 dan kinerjanya hanya 2 % lebih lambat.

Hasil pengukuran di atas memperlihatkan bahwa strategi memilih komponen terbaik dari segi kinerja maupun kinerja per-watt tetap merupakan pilihan yang lebih pintar.

Phenom II: realisasi janji AMD dengan Phenom

Setelah melihat Phenom II, susah untuk tidak berpikir bahwa inilah yang seharusnya ditawarkan AMD tahun lalu. Desain Phenom mempunyai potensi, namun fabrikasi 65 nm yang mungkin dimiliki AMD tidak memungkinkan mereka untuk melengkapi Phenom 65 nm dengan cache yang diperlukan. Desain baru juga sering memiliki bug-bug yang sulit diketahui. Phenom adalah pelajaran yang mahal untuk AMD, tetapi pelajaran tersebut harus diambil. Kini, saatnya melangkah ke depan.

Kembali ke Phenom II: apakah sekarang saat yang tepat membeli Phenom II? Kalangan hardware enthusiast tidak perlu lagi menjawab pertanyaan tersebut. Kemungkinan besar, Anda sudah memegang Phenom II dan berusaha meng-overclock prosesor ini untuk mendapat rekor.

Bila Anda tidak tertarik meng-overclock Phenom II (paling tidak bukan untuk mengejar skor), lebih baik Anda menunggu bulan Februari saat Phenom II AM3 diluncurkan. Dengan TDP lebih rendah dan dukungan DDR3, prosesor ini berpotensi mempunyai masa pakai yang lama. Terlebih lagi, Anda masih dapat menggunakan motherboard AM2+ asalkan BIOS baru yang mendukung Phenom II telah tersedia.

Masih tertinggal, tetapi semakin dekat

Bila kita membicarakan AMD sebagai pesaing Intel, mudah melupakan bahwa AMD adalah sang “underdog”. Di Q3 2008, AMD mempunyai total aset sebesar US$ 9,4 miliar sementara Intel mencapai US$ 52,7 miliar. Hingga The Foundry Company dibentuk, AMD hanya memiliki satu lab, untuk produksi prosesor, sementara Intel mempunyai enam.

AMD tidak mempunyai sumber daya sebesar Intel. Oleh karena itu, mereka harus benar-benar mengoptimalkan sumber daya yang mereka miliki. Phenom II mengambil desain Phenom dan membawanya ke fabrikasi 45 nm. Di 45 nm, AMD mendapat kesempatan untuk mengatasi berbagai kekurangan dan masalah-masalha pada desain awal Phenom.

Phenom lebih tepat dikatakan sebagai pesaing Core 2 Quad dan bukan Core i7. Kinerja tertinggi tidak lagi menjadi target. Dengan Phenom II, AMD menawarkan produk dengan “value” tinggi, dilihat dari segi kinerja, konsumsi daya, dan harga. AMD sudah menjanjikan semua itu dengan Phenom, namun kini mereka benar-benar bisa menawarkannya. Prinsip ini selaras dengan apa yang diinginkan orang saat ini.

Inilah poin yang ditekankan oleh Dirk Meyer tahun lalu. Beberapa bulan ke depan pasar prosesor dengan harga US$ 150 hingga US$ 300 akan menjadi semarak. Sebagai konsumen, Anda tidak hanya mendapat prosesor berkinerja tinggi, tetapi juga hemat daya.

Iklan

2 thoughts on “AMD Phenom II

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s