USB 3.0

USB 3.0

Anda pasti sudah mengenal teknologi USB, baik pada perangkat komputer ataupun perangkat elektonik yang lainnya, seperti DVD player HiFi Compo, dan sebagainya. Dari mulai USB 1.0 sampai dengan USB 2.0, Anda sudah pasti pernah mencobanya.

Saat ini hampir seluruh perangkat elektronik memiliki konektor USB. Bahkan sebuah lemari es pun saat in sudah memiliki fitur USB, sesuatu yang sungguh luar biasa sekali.

Dalam pengertian bidang T, USB sendiri adalah singkat dari Universal Serial Bus, di mana dengan teknologi ini Anda bisa mengoneksikan banyak periheral dan device lain ke dalam komputer. USB memiliki kemampuan plug n’ play dan juga mendukung “hot swapping”, di mana Anda bisa mencopot atau memasang device lain melalui konektor tersebut tanpa harus melakukan booting ulang. Fitur lain dari USB yang bisa Anda dapatkan adalah daya yang diperlukan sangat kecil dan Anda tidak memerlukan daya tambahan lagi.

USB ditujukan untuk mengganti kerja dari serial port dan pararel port. Dengna begitu, Anda bisa mengoneksikan device, seperti mouse, keyboard, PDA, gamepad, joystick, scanner, kamera digital, printer, dan berbagai jenis media player dan media penyimpanan. Awalnya memang USB didesain untuk perangkat komputer saja, namun beberapa device lain juga ikut menjadikan standar saat ini.

Pertama kali USB versi 1.0 diperkenalkan pada tahun 1996. Beberapa perusahaan besar yang menciptakan teknologi USB ini, yaitu Intel, Compaq, Digital, IBM, dan Northen Telecom, di mana masing-masing memiliki peranan sendiri dalam menciptakan teknologi USB. Seperti Intel dengan memproduksi UHCI host controller dan open software stack, Microsoft memproduksi USB software stack for Windows dan bersama National Semiconductor serta Compaq ikur merumuskan OHCI host controller. Philips memproduksi USB Audio yang pertama. Seperti yang sudah dikemukankan sebelumnya, USB ditujukan untuk mengganti koneksi pada backpanel sebuah PC.

Berikutnya adalah USB versi 2.0 yang diluncurkan pada April 2000 dan sudah menggunakan standar USB-IF (Implementers Forum) pada tahun tahun 2001. Beberapa perusahaan besar ikut men-develop USB 2.0 ini hingga memiliki kemampuan transfer rate data sehingga 480 Mbit/s, jauh dibandingkan USB 1.0 yang hanya memiliki data transfer rate 12 Mbit/s. Beberapa perusahaan besar tersebut antara lain Hewlett-Packard, Intel Lucent (sekarang menjadi LSI Corporation), Microsoft, NEC, dan Philips.

USB 3.0 sendiri diperkenalkan pada September tahun 2007. Di mana di versi 3.0 ini data transfer rate mampu meningkat tajam hingga 10 kali lipat dibandingkan versi sebelumnya. Kemudian USB 3.0 ini disebut dengan SuperSpeed USB. Uniknya USB 3.0 juga bisa digunakan untuk USB versi 2.0, di mana ini dikenal dengan nama backward compatibility.

USB Data Transfer Rate

Kecepatan data rate dari masing-masing versi USB berbeda-beda. Kecepatan menjadi faktor utama diciptakannya USB dengan versi berbeda.

· Untuk USB versi 1.0 memiliki Low Speed Rate, yaitu sekitar 1,5 Mbit/s (187.5 Kb/s) dimana speed tersebut bisa Anda dapatkan secara penuh. Namun, memang sangat tidak nyaman jika Anda menggunakan USB 1.0 untuk penyimpanan atau mentransfer data, karena akan lambat sekali. Versi USB 1.0 ini banyak digunakan untuk Human Interface Device (HID) yang memang tidak memerlukan banyak bandwidth, contohnya digunakan untuk mouse, keyboard, atau joystick.

· Untuk USB versi 1.1 memiliki Full Speed rate, yaitu sekitar 12 Mbit/s (1.5 MB/s). Versi ini minimal yang bisa digunakan untuk pertukaran data dari device ke USB Anda.

· Lebih tinggi tingkatannya lagi adalah USB versi 2.0 yang memiliki high speed rate dengan kecepatan 470Mbit/s (60 MB/s). Versi USB ini pada saat ini menjadi standar untuk periheral PC atau perangkat elektronik lainnya.

· Dan saat ini yang cukup mencengangkan adalah USB versi 3.0 yang disebut dengan Super Speed, di mana ia mampu men-transfer data hingga 5.0 Gbit/s (625 Mb/s). Hampir sepuluh kali lipat kecepatan USB versi sebelumnya.

Teknologi USB 3.0

USB versi 3.0 diperkenalkan pada September 2007 di acara Intel Develpoer Forum dan baru diresmikan versi 1.0-nya pada November 2008. Fitur yang ditawarkan selain kecepatan yang tinggi,yaitu 5.0 Gbit/s antara lainnya adalah menggunakan Dual-simplex protocol melalui 4 kabel tambahan yang memisahkan signaling dari USB 2.0, sehingga mendapatkan total kecepatan 5.0 Gbit/s. USB 3.0 juga sudah mendukung data transfer secara full duplex. Fitur power management membuat USB 3.0 bisa di-setting pada keadaan idle, sleep, dan suspend state.

Teknologi yang digunakan hampir sama dengan PCI Express 2.0 yang memiliki transfer data rate hingga 5 Gbit/s. Ia menggunakan encoding 8B10B, Linear Feedback Shift Register (LFSR) untuk Scrambling data, spread spectrum. Di mana receiver-nya diharuskan menggunakan Low Frequency Periodic Signaling (LFPS), dynamic equalization, dan training sequence untuk memastikan sinyal mengunci secara cepat.

Pada USB 3.0 juga sudah tidak mempermasalahkan panjang kabel tambahan lagi seperti yang ada di USB versi 2.0. Anda bisa menggunakan kabel USB tambahan sepanjang apapun yang Anda mau dan kecepatan tidak akan berubah. Namun, ada beberapa website yang kami temukan temukan bahwa kabel tambahan jangan sampai melebihi 3 meter untuk mendapatkan kecepatan penuh.

Kelemahan USB 3.0

Apapun yang memiliki kelebihan pasti memiliki kekurangan, tak terkecuali dengan USB 3.0 yang memiliki banyak sekali kelebihan selain kekuatan utamanya yang ada di kecepatan transfer data.

Kekurangan yang dimiliki antara lain adalah untuk Host Controller, di mana belum disediakan port terintegrasi di dalam motherboard atau device lain. Sehingga jika Anda ingin menggunakan USB 3.0, Anda harus menambahkan PCI-E card add-on untuk digunakan sebagai host controller USB 3.0.

Selain itu, kekurangan lain adlaah pada sisi konektor kabel yang ada pada motherboard yang saat ini memiliki tipe konektor USB A atau B. Konektor ini sama sekali tidak bisa digunakan untuk USB 3.0, karena ia memiliki konektor yang berbeda. Backward compatibility berlaku hanya untuk konektor USB 3.0 saja.

Jadi maksudnya, Anda harus menggunakan konektor USB 3.0 jika ingin menggunakan USB versi 2.0. USB versi 3.0 tidak bisa digunakna pada konektor USB 2.0. Ini berarti Anda harus membeli perangkat tambahan terlebih dahulu.

Ketersediaan USB 3.0

Untuk Host Controller-nya sendiri kemungkinan akan ada di pasaran sekitar pertengahan tahun ini. Host controller ini nantinya akan berbentuk PCI-Express add-on card. Sedangkan untuk chipset-nya sendiri, dalam artian pengintegrasian dengan motherboard dan sebagainya kemungkinan baru akan ada pada awal tahun depan.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa USB 3.0 cepat atau lambat akan segera hadir di sini. Tentunya dengan segala kelemahan dan kekurangannya. Dilihat dari sisi kecepatan tentu USB 3.0 lebih cepat dari USB 2.0, namun untuk kompatibilitasnya rasanya masih akan dimenangkan USB 2.0, setidaknya untuk 5-10 tahun kedepan. Lalu, apakah dengan kehadiran USB 3.0 pada tahun ini kemudian akan menggeser kepopuleran dari USB 2.0? bisa jadi ya dan bisa juga tidak. Karena untuk menggunakan USB 3.0, Anda harus mengeluarkan dana ekstra sendiri. Dipastikan motherboard saat ini belum ada yang mendukung USB 3.0, karena USB 3.0 terintegrasi baru akan akan ada pada tahun depan.

Namun, ini hanyalah penilaian kami saja. Untuk pastinya hanya pasarlah yang bisa menentukan. Pilihan USB 2.0 atau USB 3.0, semua terserah Anda. Kita tunggu kehadirannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s