MINI SATA (mSATA)

MINI SATA (mSATA)

Organisasi resmi yang mengurusi tentang teknologi SATA, yaitu Serial ATA International Organization (SATA-IO), mengumumkan, saat ini sedang mengembangkan konektor terbaru dari keluarga SATA, yaitu mini-SATA (mSATA). Konektor ini diharapkan menjadi low-profile connector yang mempu mengefektifkan konektor SATA, diintegrasikan dengan perangkat-perangkat lain yang lebih kecil dan compact.

mSATA sendiri masih memiliki kecepatan yang tinggi dan realibilitas yang bagus sama dengan SATA interface standar. Sehingga kemampuan ini bisa diimplementasikan dalam bebrapa storage solution untuk device yang berukuran kecil, seperti di dalam notebook dan netbook. mSATA ini juga akan memiliki kompabilitas untuk digunakan pada harddisk (HDD) maupun solid state drives (SSD). Dengan konektor mSATA, para produsen juga bisa menawarkan media penyimpanan yang berukuran lebih besar, namun tetap menghemat tempat. Penggunaan mSATA sendiri nantinya diprediksi akan banyak digunakan pada SSD dengan ukuran yang diperkecil sampai dengan seukuran kartu nama untuk diaplikasikan ke dalam PC portabel, di mana penggunaan tempat dan penghematan biaya produksi menjadi yang terpenting di dalam sebuah PC portabel. mSATA sendiri sudah men-support transfer rate sebesar 1,5 GB/s dan 3.0 GB/s, suatu pertukaran data yang cukup cepat saat ini.

Bersamaan dengan pengumuman oleh SATA-IO, beberapa produsen langsung meresponnya. Di antaranya adalah Toshiba. Di mana produsen ini akan mengintegrasikan mSATA pada beberapa produk terbarunya, khusus untuk produk SSD yang menggunakan 32 nm NAND flash. SSD ini akan memiliki kapasitas 30 GB dan 62 GB, keduanya memiliki kecepatan baca (read speed) 180 MB/s dan kecepatan tulis (write speed) 50 MB/s. Keunikan terletak dari dimensi SSD yang diusung, yaitu berukuran sama dengan kartu nama. Sekitar 1.18 inci x 0.19 inci x 2 inci. Kedua SSD yang menggunakan konektor mSATA ini rencanaya akan dipasarkan pada bulan Oktober. Toshiba juga mengklaim untuk SSD yang berkapasitas 62 GB jauh lebih kecil dan lebih ringan dibandingkan dengan SSD standar yang digunakan pada berbagai netbook sekarang ini. Artinya pada saat anda membaca artikel ini, seharusnya SSD dengan konektor mSATA sudah beredar di pasaran.

Masih sama dengan keluarga SATA yang lain, mSATA juga memiliki fitur hotplugging. Namun perlu dicermati juga karena tidak semua interface SATA (yang ada pada motherbaord), terutama pada generasi lama sudah mendukung mode hotplug ini. Karena meskipun device (SSD atau harddisk) anda sudah mendukung fitur hotplugging, namun notebook, netbook, atau motherboard anda tidak mendukung fitur ini. Maka sama saja, anda tidak bisa menggunakan fitur hotplug ini.

Fitur hotplug ini memerlukan device untuk berjalan pada mode native command bukan pada mode IDE emulation, di mana native command memerlukan AHCI (Advanced Host Controller Interface). Anda yang menggunakan OS Windows XP tidak akan bisa menggunakan fitur hotplug, karena OS ini tidak mendukung AHCI.

Anda baru bisa menggunakan fitur hotplug ini, jika menggunakan operating system Windows Vista, Windows 7, FreeBSD, Linux dengan kernall 2.6.19 ke atas, Solaris dan Open Solaris. Atau jika motherboard dan chipset anda sudah mendukung AHCI ini.

SATA memiliki 3 generasi yang masing-masing memiliki kelebihan tersendiri, namun tentunya semakin baru generasinya, maka semakin lebih baik juga teknologi yang diterapkan.

Generasi pertama dari SATA disebut juga dengan SATA 1.5 Gbit/s. Namun begitu SATA generasi pertama ini hanya memiliki transfer rate sebesar 1.2 Gbit/s. Pada saat mechanical harddisk sudah mencapai kecepatan hingga 131 MB/s, dan untuk flash drive berkecepatan hingga 201 MB/s untuk transfer data. Sata generasi pertama belum mendukungnya, dikarenakan keterbatasan troughput yang dimiliki.

Generasi kedua SATA disebut juga dengan SATA 3 Gbit/s atau SATA II di mana device yang menggunakan standar ini memiliki troughput sampai dengan 300 MB/s. Penamaan SATA II atau SATA 2 senditi tidak langsung terjadi karena untuk keperluan marketing, maka sata 3 Gbit/s diubah menjadi SATA II atau SATA 2 oleh SATA-IO. SATA II ini meskipun memiliki kecepatan transaksi yang lebih tinggi dibanding pendahulunya, namun ia memiliki kendala kompatibilitas, terutama untuk backward. Memang SATA II didesain untuk bakcward compatibility dengan SATA generasi pertama, dengan cara menurunkan bandwidth sesuai dengan bandwidth SATA 1.5 GB/s. Namun kenyataan, SATA generasi pertama ada beberapa yang tidak memiliki SATA speed-negotiation. Sehingga anda harus secara manual men-setting device SATA II melalui bantuan jumper, itu pun jika disediakan device yang bersangkutan. Beberapa chipset juga bisa dijadikan contoh tidak mendukung backward compatibility adalah VIA VT8237 dan VT8237R southbrigde, dan VIA VT6420, VT7421A dan VT6421 standalone SATA controller. Chipset SIS 760 dan 964 chipset juga memiliki problem yang sama, namun masih bisa “terselamatkan” dengan cara melakukan update driver ROM controller tersebut.

Terakhir adalah generasi ketiga dari SATA yang disebut SATA 6 Gbit/s. SATA-IO juga mengubah nama dari SATA 6 Gbit/s ini menjadi SATA III atau SATA 3.0 untuk menghindari ketidaksinkronan nama dengan pendahulunya, yaitu SATA II. Memang pengembangan ini ditujukan untuk meningkatkan performa dari pelayanan video streaming, dan sedikitnya gangguan pada saat pertukaran data. Kabel juga menjadi lebih panjang menjadi 1 meter. Ini harus dibayar dengan daya tinggi yang dibutuhkan untuk SATA III tersebut. Tidak lain untuk menyuplai kemampuan chipset dalam meningkatan kecepatan SATA III. SATA III bisa menggunakan kabel dan konektor generasi lama atau sebelumnya. Dan yang paling menggembirakan adalah SATA III sudah backward compatibily dengan SATA II, dengan tidak diperlukan jumper-jumper atau update driver ROM pada device dan chipset. mSATA sendiri juga termasuk dalam kategori generasi ketiga ini. Device yang menggunakan standar SATA generasi ketiga memiliki troughput sampai dengan 500 MB/s.

Memang nampaknya tidak akan lama lagi akan mucul generasi berikutnya, ini ditandai dengan munculnya konektor mSATA ini. Kami sendiri melihat mSATA nantinya akan bisa diterima publik, utamanya bagi para pekerja saat ini yang cenderung mengerjakan segala sesuatunya secara mobile. Hal ini tentunya diperlukan perangkat penunjang yang “kompak”, seperti notebook berukuran kecil (netbook), flash disk, SSD eksternal, dan sebentar lagi akan muncul SSD dengan interface mSATA yang seukuran dengan kartu nama.                                                                                         *alexander jularso*

 

Iklan