Prosesor AMD & VGA ATI Radeon

Prosesor AMD & VGA ATI Radeon

Satu Pabrikan

Saat ini terdapat sangat banyak kombinasi platform yang memungkinkan. Jenis graphics card yang ada juga tak kalah banyak macamnya. Jadi, untuk memberikan hasil pengujian yang menyeluruh tanpa menjadi terlalu padat, kami memutuskan untuk melakukan pengujian secara terpisah. Berdasarkan kombinasi antara produsen prosesor dengan graphics card.

Dalam tes kali ini, kombinasi antara prosesor dan graphics card yang berasal dari satu pabrikan: AMD.

Di mulai dari seri HD 3800 sampai keluarga Evergreen (seri HD 5800 dan HD 5700) yang baru saja ikut meramaikan pasar graphics card. Sementara prosesor yang digunakan mulai dari kelas low-end (Sempron) hingga seri prosesor consumer tercepat AMD saat ini, Phenom II X4 Black Edition. Kesemua prosesor berasal dari per socket yang sama, yaitu AM3+.

Scalability

Sebelum memulai, mungkin ada baiknya jika kita terlebih dahulu membahas hubungan antara graphics card dan prosesor. Seperti yang sudah diketahui, graphics card adalah pemroses akhir data grafis sebelum bisa ditampilkan di layar monitor. Contoh paling jamak dari bentuk pemrosesan data grafis tersebut bisa ditemukan dalam rendering game 3D, yang sekaligus merupakan kegunaan utama sebuah graphics card kelas consumer. Sebagai ujung tombak dalam proses ini, graphics card tidak bisa dilepaskan dari komponen lain yang berperan sebagai pemroses data grafis di tahap awal sebelum dilimpahkan pada graphics card, yaitu CPU atau prosesor utama komputer.

Walaupun graphics card modern sudah mampu mengambil alih sebagian besar pemrosesan grafis, ia tetap harus menunggu input data dari prosesor. Banyak hal lain yang berhubungan dengan proses keseluruhan – seperti misalnya eksekusi Artificial Intelligence dalam game juga di proses di prosesor utama. Karena itu, kecepatan keduanya saling mempengaruhi. Sebagai konsekuensi logis dari hubungan tersebut, salah satu komponen (graphics card atau prosesor) akan sulit mencapai kinerja maksimal jika di pasangkan dengan komponen lain yang tidak bisa mengimbangi kecepatannya.

Estafet

Dalam hal kolaborasi pemrosesan data grafis antara VGA dan prosesor, prosesnya dapat dianalogikan dengan balap lari estafet. Prosesor bertugas sebagai pelari utama yang membawa tongkat (data) dari garis start, sedangkan VGA adalah pelari kedua yang akan meneruskan tongkat tersebut ke garis finish (menampilkan hasil proses akhir data grafis ke monitor). Jika pelari pertama sudah kewalahan sebelum bisa mengalihkan data tentu pelari kedua akan terpaksa menunggu sebelum ia bisa melanjutkan perlombaan. Akibatnya, catatan waktu keseluruhan akan ikut lambat, dan anda akan melihat kelambatan ini di layar monitor. Hasil yang umum ditemui adalah frame rate yang tidak optimal, terpatah-patah sehingga mengganggu kenyamanan bermain game.

Tentu saja, hal sebaliknya juga dapat terjadi. Biarpun prosesor sudah secepat kilat menghantar data, jika VGA hanya mampu berjalan secepat pengantin menuju pelaminan, tentu hasilnya akan lambat juga. Keadaan optimal bisa dicatat bila prosesor dan VGA sama-sama cepat sehingga pemrosesan data dapat dikerjakan secepat mungkin dan game anda bisa berjalan mulus. Kami akan mencoba menunjukkan perbedaan kinerja dari tiap-tiap VGA  yang diuji dengan kecepatan CPU yang digunakan. Dengan melihat hasil pengujian anda dapat membandingkan dan memilih VGA yang dirasa paling cocok dengan CPU anda, sekaligus memproyeksikan kemungkinan upgrade yang tepat di masa depan.

HD 3450 dan HD 3870

Kami mengambil sampel ekstrim dari Radeon seri HD 3xxx, yaitu HD 3450 paling lambat dan HD 3870 yang paling cepat.

Untuk HD 3450, tampaknya pengguna graphics card in itidak dapat berharap apa-apa untuk dapat bermain game. Secara konstan ia berada di urutan paling buncit dari seluruh pengujian yang dilakukan kali ini. Ia juga tidak dapat menyelesaikan pengujain game Left 4 Dead karena berulang kali crash di tengah-tengah game tersebut. Sementara itu, graphics card dari seri ini, HD 3870, tampil cukup mengesankan dengan menghasilkan frame rate yang cukup tinggi di hampir semua pengujian. Sayang, ia sudah tidak mampu lagi mengimbangi prosesor-prosesor modern yang semakin cepat. Bagi anda yang memiliki HD 3870 dan berniat meng-upgrade prosesor untuk bermain game, pertimbangkanlah pula untuk mengganti graphics card anda.

HD 4650 dan HD 4670

Nama keduanya memang hampir serupa, tetapi jangan salah, HD 4670 jauh lebih cepat hingga dua kali lipat dibanding HD 4650. Dalam pengujian tampak betapa kedua saudara itu terpisah oleh kesenjangan kinerja yang sangat besar. Kinerjanya membuat HD 4670 menjadi pilihan yang lebih masuk akal ketimbang HD 4650 untuk bermain game. Namun sebaiknya anda perlu berpikir lebih jauh lagi untuk memilih HD 4670 karena masih tertinggal dari HD 4670 karena masih tertinggal dari HD 3870 yang kalah generasi. Grafik kinerja kedua grafis card ini juga relatif datar, tetap begitu-begitu saja walaupun dipasangkan dengan prosesor yang lebih cepat.

HD 4770

Graphics card 40 nm pertama dari ATI ini ternyata cukup dapat diandalkan untuk bermain game 3D. Secara keseluruhan, kinerjanya berada di antara HD 4850 dan HD 4830. Namun jangan berharap banyak dulu karena masalah keterbatasan kinerja juga menghinggapi HD 4770. Sejak dipasangkan dengan Athlon II X4 620, ia sudah terbentur “speed limit”. Penggantian prosesor dengan lebih cepat lagi sudah tidak memberi peningkatan kinerja berarti.

HD 4830 dan HD 4850

Sampel HD 4830 yang kami miliki menghasilkan grafik yang sedikit aneh. Kinerjanya tidak konsisten, naik turun di beberapa pasangan prosesor dan pengujian. Setelah beberapa kali melakukan pengujian ulang dan membandingkannya dengan HD 4850. Kami menyimpulkan graphics card ini kurang menarik dibanding saudaranya. Namun, baik HD 4830 dan HD 4850 tampak sudah mendekati batas kinerja masing-masing. Pengujian menunjukkan bahwa prosesor yang lebih cepat dari Athlon II X4 620 sudah tidak menghasilkan peningkatan kinerja signifikan pada HD 4830 dan HD 4850.

HD 4870 dan HD 4890

Kedua graphics card ini sebenarnya identik, hanya berbeda pada frekuensi kerjanya saja. HD 4870 dan HD 4890 dipersenjatai dengan memori GDDR5 yang ternyata efektif memberikan suntikan tenaga ekstra. Keduanya juga sama-sama memiliki kinerja tinggi yang terus meningkat seiring pertambahan kecepatan prosesor. Dari segi perbandingan harga dan kinerja, HD 4870 lebih menarik. Kinerjanya mendekati HD 4890, tetapi dengan harga yang cukup terpaut jauh. Untuk HD 4890 sendiri, performanya memang luar biasa. Kendati sudah dilengserkan oleh seri HD 5800, ia masih mampu unjuk kebolehan dengan menempel ketat HD 5850 di beberapa pengujian.

HD 5750 dan HD 5770

Dua bersaudara yang juga hanya berbeda frekuensi ini sebenarnya cukup menarik. HD 5770 misalnya, menawarkan kinerja lebih cepat daripada HD 4850 ditambah dukungan DirectX 11. Sementara itu, HD 5750 kendati lebih lambat, juga mampu menjalankan game dengan frame rate lumayan. Sayang, harga keduanya tidak seimbang dengan performa yang ditunjukkan. Dengan harga yang tidak jauh dengan HD 5750, anda bisa mendapatkan HD 4870 yang lebih kencang dibandingkan HD 5770 sekalipun. Anda bisa mempertimbangkan kedua graphics card ini bila harganya sudah lebih bersahabat.

HD 5850 dan HD 5870

Agaknya hanya sedikit yang bisa kami tambahkan untuk kedua pendatang baru ini. Keduanya menguasai urutan-urutan teratas di seluruh lini pengujian. Ingin mencoba? Sediakan prosesor tercepat yang bisa anda dapatkan bial tidak ingin kecewa. Jika dipasangkan dengan prosesor yang tidak seimbang, keduanya bakal melempem, seolah-olah sama cepat dengan graphics card yang berada setingkat dibawahnya. HD 5850 dan HD 5870 bari bisa “agak” leluasa unjuk gigi ketika dipasangkan dengan prosesor tercepat yang kami gunakan, Phenom II X4 955 Black Edition. Keduanya masih memiliki head room kinerja yang besar. Artinya, HD 5850 dan HD 5870 akan terus menghasilkan peningkatan kinerja jika dipasangkan dengan prosesor yang lebih cepat lagi, setidaknya sampai beberapa waktu ke depan saat prosesor-prosesor sudah bisa mengimbangi kecepatan larinya.