Best Hardware 2009

Notebook

Forsa FS3688

Sesuai dengan kelasnya, notebook ini dilengkapi prosesor Penryn seri T9400 yang standarnya berkecepatan 2,53 GHz. Namun lebih dari itu, pada produknya ini, Forsa sedikit mengimplementasikan overclock yang secara maksimal prosesor akan berjalan pada clock 2,66 GHz. Standar memori yang digunakan hingga mencapai kapasitas 2 GB, hanya saja konfigurasi memori satu keping saja membuat fungsi dual-channel yang dimiliki tidak aktif.

Dalam mengolah maupun proses rendering data grafis, diserahkan kepada GeForce 9300 GS. Untuk ukuran sebuah notebook, hal itu sudah jauh dari cukup. Dan lagi kemungkinan untuk menjalankan aplikasi game yang lebih berat menjadi terjamin kenyamannya. Alokasi data keseharian atau data penting anda dapat ditampung oleh harddisk berkapasitas 250 GB, yang dilengkapi sub-system storage yang dimiliki produk ini.

Dari sisi desain sendiri, dengan bentuk dan konstruksi enclosure yang cukup kokoh dan tampil elegan, tampaknya akan menjadi perhatian utama tersendiri. Tentunya bagi mereka yang ingin mendapatkan lebih, selain sisi fungsional maupun performanya.

Netbook

ASUS N10J

ASUS N10J menggunakan prosesor Intel Atom, dan monitor hanya sebesar 10”. Ukuran keyboard sebenarnya dan penggunaan video card descrete dimiliki oleh produk ini.

Ia juga sudah dilengkapi video card nVIDIA seri GeForce 9300 GS 256 MB. Ada sedikit kelebihan dari produk N10J ini yang menyediakan swicth tersendiri sehingga dapat mengubah secara langsung, apakah akan menggunakan grafis discrete atau integrated graphic, untuk dapat menghemat daya. Anda harus me-reboot terlebih dahulu setiap proses transisi mengubah penggunaan grafis controller ini.

Kelebihan lainnya yang patut diperhatikan disini adalah dari sisi ketahanan baterai yang cukup kuat. Dari pengujian, didapatkan jangka waktu hingga 183 menit sebelum baterai habis, dan ini dalam kondisi full-load. Dan juga, konfigurasi hardware di-set untuk tingkatan tertinggi dengan mengaktifkan GeFofce 9300.

Dari sisi performa, memang tidak diragukan bila dibandingkan dengan produk notebook mini. ASUS N10J ini secara keseluruhan dapat mengungguli mereka. Namun, hal ini lebih dikarenakan graphics sub-system yang digunakan sudah memakai jenis discrete yang lebih kuat.

Motherboard Intel Socket LGA775

ECS P43T-A2

ECS P43T-A2 diperkuat chipset Intel P43 serta Intel ICH10. Dengan hanya dilengkap 3-set unit power phase untuk CPU, produk dari ECS ini hanya diutamakan untuk penggunaan standar saja, dan tidak akan cukup untuk kegiatan overclocking. Produk ini dilengkapi dengan single PCIe X16, serta dukungan DDR2 mencapai 16 GB, dengan kecepatan clock penuh standar pada DDR2 PC6400.

Sayangnya, posisi PCIe X16 ditanamankan terlalu sejajar dengan slot memori sehingga proses penggantian memori akan terhambat bila video card dalam keadaan terpasang, saat penggantian memori. Bahkan sangat ekonomisnya, untuk slot Floppy disk sama sekali tidak ditanamkan pada PCB. Slot SATA yang diberikan lumayan banyak, yakni 6-slot. Untuk pendinginan, ECS memberikan heatsink sederhana pada chipset northbrigde-nya.

Benchmark yang dihasilkan ternyata lumayan menggembirakan, terutama pada sintetic test PCMark05 CPU Test Suite yang berhasil diraih 98%, diikuti dengan sintetic test PCMark05 Rating yang lumayan baik, serta Harddisk Test Suite yang juga bagus.

Motherboard Intel Socket LGA 1366

ASUS RAMPAGE II GENE

Produk terbaru dari ASUS ini merupakan gebrakan baru untuk ROG series, dimana untuk dimensi ia menggunakan uATX Form Factor yang notabene kebanyakan digunakan pada motherboard onboard graphic. Namun pada produknya kali ini, ia menggunakan chipset terbaru X58 dari Intel.

Produk ini dibekali 2-slot PCIe X16 yang sudah mengadopsi teknologi AMD Crossfire dan nVIDIA SLI. Dan juga tidak ketinggalan untuk penggunaan slot DDR3 digunakan sebanyak 6-slot. Untuk kegiatan overclocking, produk ini dipersenjatai CPU power phase yang lumayan minim, yakni hanya sebanyak 8-set power phase. Namun, untuk sistem pendingin ia sudah lumayan lengkap, karena seluruh chipset dan MOSFET dilengkapi heatsink aluminium dengan dasar tembaga.

Beralih ke performa produk, Rampage II Gene menghasilkan performa yang mencengangkan. Untuk skor sintetic test PCMark Vantage dan lainnya, memperleh skor penuh di 100%. Hanya sintetic tes PCMark Vantage Harddisk Test Suite yang memperoleh nilai di bawah 100%. Lalu untuk gaming test Far Cry 2 Benchmark diperoleh skor 100%.

Motherboard AMD Socket AM3 Onboard

ECS A790GXM-AD3

ECS A790GXM-AD3 yang menggunakan chipset AMD 790GX serta SB750. Produk dari ECS ini sudah mengadopsi teknologi Hybrid Crossfire-X. produk yang tidak menyediakan integrated memori untuk onboard graphic-nya ini menyediakan 2 buah slot PCIe X16, jadi Crossfire juga sudah dapat diaktifkan jika kita tidak ingin menggunakan mode Hybrid. Slot memori yang diusungnya adalah tipe DDR3 dengan kecepatan maksimal di 1333 MHz, sebanyak 4-slot, dan maksimum 32 GB.

Beralih ke sistem pendingin, produk dari ECS ini sudah dilengkapi dengan heatsink berbahan aluminium. Sedangkan untuk CPU power phase, hanya dilengkapi 4 set saja dan memang dirasa kurang jika digunakan untuk kegiatan overclocking.

Hasil sintetic test PCMark Vantage dan gaming test Far Cry 2 Benchmark sudah sangat banik. Perolehan skor total adalah 98% untuk performa. Sedangkan untuk overclock mendapatkan hasil 59%, yang meliputi BCLK 190MHz – 400MHz, CPU volt 1,36 – 1,66 volt, RAM vol 1,6 – 2,1 Volt, Northbrigde volt 1,15 – 1,50v, CPU multiplier 8x – 25x.

Motherboard AMD Socket AM3

ASUS CROSSHAIR III Formula

Motherboard ini menggunakan socket AMD AM3, serta di perkuat chipset AMD 790FX dan AMD SB750.

Produk kelas atas dari ASUS ini sudah dipersenjatai teknologi AMD Crossfire sehingga ia dilengkapi 2 buah slot PCIe X16. Untuk tipe memori sendiri, ia sudah support sampai dengan memori DDR3 – 1600MHz, dan maksimum sebanyak 16 GB. Untuk masalah suara, memang produk ini tidak menyediakan sound card onboard. Sebagai gantinya, diberikan sound card discrete high quality SupremeFX X-Fi 8-Channel.

Solusi pendingin berupa heatsink dengan bahan dasar tembaga yang dilengkapi heatpipe, sudah menempel pada masing-masing chipset dan MOSFET. Jadi dapat dipastikan, produk ini sangat bagus untuk kegiatan overclocking, ditambah lagi penggunaan CPU power phase yang disediakan mencapai 10 set.

Kali ini, kami menggunakan pengujian baru, baik dalam hal hardware maupun software. Untuk prosesor sudah menggunakan AMD Phenom II X4 955 Black Edition, sementara itu test bed menggunakan PCMark Vantage, serta Far Cry 2 Benchmark.

VGA Card Enthusiast

POV GTX 295 896MB GDDR3

POV GTX 295 menggunakan GPU GT200 dengan revisi B1. Produk ini mempunyai total memori sebanyak 1792 MHz dengan tipe GDDR3, yang menggunakan lebar jalur data hingga 896-bit. Dikarenakan produk ini adalah solusi dual GPU, maka untuk shader processor yang disediakannya pun sangat besar, yakni 480SP, 160TMU, dan 56ROP. Untuk clock GPU hanya mencapai 576MHz, clock GDDR3 2016 MHz, dan clock Shader hanya mencapai 1242 MHz.

Untuk rancangan PCB, produk dari Point of View ini masih menggunakan PCB reference dari nVIDIA. Begitu juga dengan solusi pendingin heatsink fan yang digunakan juga masih menggunakan heatsink fan reference dari nVIDIA. Tercatat suhu idle adalah 56⁰C, saat full load adalah 74⁰C.

Hasil yang diperoleh memang masih kurang memuaskan. Pada resolusi rendah, terutama untuk gaming test STALKER Clear Sky Benchmark, hanya mencapai average frame rate 24 fps. Sama juga halnya pada resolusi tinggi, terutama untuk gaming test Crysis Warhead dan STALKER Clear Sky, yang masing-masing hanya memperoleh average frame rate 15 fps dan 8 fps.

VGA Card High – End

DA GTX 260 SONIC 986MB GDDR3

Produk high – end dari Digital Alliance, yakni GTX 260 Sonis. Kali ini menggunakan GPU GT200 B1 yang mempunyai pabrikasi 55 nm, 216 shader processing, 72 Texture Mapping Units, serta 28 Raster Operations. Sementara itu untuk GPU clock sebesar 625 MHz, GDDR3 clock 2200 MHz, dan Shader clock 1348 MHz. untuk urusan memori, produk high end ini mempersenjatai 896MB memori GDDR5 dengan lebar bandwidth memori sebesar 448-bit.

Video card high-end dari Digital Alliance ini memang sama sekali tidak ada yang mengikuti rancangan standar dari nVIDIA. Untuk rancangan PCB-nya yang berwarna merah, sepenuhnya dibuat custom. Begitu untuk rancangan HSF dual slot yang melindungi produk merupakan non reference. Heatsink fan dual slot yang digunakan produk ini sebenarnya sangat baik dalam melindungi GPU, karena besar dan heatsink berbahan aluminium yang tebal. Sudah tidak diragukan lagi, performa HSF yang digunakan tercatat untuk suhu di saat idle adalah sekitar 47⁰C, dan full load hingga 74⁰C.

Video Card Mid-Range

Power Color PCS HD 4730 512MB GDDR5

Power Color PCS HD4730 menggunakan GPU AMD HD4730, dengan kapasitas memori GDDR5 512 MB.

Produk dari Power Color kali ini merupakan adik dari GPU AMD HD 4830, di mana untuk teknologi pabrikasi masih menggunakan 55 nm, dan masih memiliki jumlah transistors yang sama. Perbedaan produk HD 4730 dengan HD 4830 ini selain clock GPU dan penggunaan GDDR adalah bandwidth memori yang hanya 128-bit, dimana untuk HD 4830 menggunakan bandwidth memori 256-bit.

Untuk clock GPU, produk Power Color ini hanya default pada 700 MHz. Begitu juga dengan GDDR5 yang digunakan masih default berjalan pada kecepatan 3600 MHz dengan kapasitas 512 MB. Sementara itu, untuk heatsink fan digunakan HSF dari produk ternama, yakni Artic Cooling yang menggunakan bahan aluminium dual-slot, dan dilengkapi kipas yang sunyi. Tercatat untuk suhu idle produk ini adalah sekitar 49⁰C, sementara itu untuk suhu full load di 66⁰C.

Sebenarnya, HD4730 ini tidak lain adalah HD4830 yang dipangkas memori bandwidth-nya menjadi 128-bit, dan penggunaan memori diganti dengan GDDR5.

Video Card Low-End

ZOTAC GeForce 9600GT Supreme 512MBDDR3

Maksimalitas mungkin adalah kata yang tepat untuk menggambarkan video card dari ZOTAC yang satu ini. Di mana terlihat usaha ZOTAC untuk dapat menghadirkan tingkat performa paling maksimal dari sebuah GeForce 9600GT.

Untuk memungkinkan hal itu, salah satu sisi modifikasi yang paling terlihat adalah implementasi overclock yang terbilang ekstrem. Berbarengan dengan itu semua, ZOTAC tetap mempertahankan agar penawaran harga tidak terlalu tinggi. Dari kenyataan itu, akhiran “Supreme” juga cukup menggambarkan akan keinginannya sebagai produk yang terbaik, dan ini dengan penawaran harga serendah-rendahnya.

Pada sisi performanya, ia mendapatkan skor tinggi pada pengujian keseluruhan dengan kisaran 93%. Memang tetap tampak fluktuasi pada beberapa pengujian, namun ini memperlihatkan bukan hanya dari sisi hardware saja yang mempengaruhi kinerja. Tapi juga untuk sisi software atau aplikasi yang menyertainya. Dengan sisi overclocking ekstrem pada GPU, secara teori kemampuan rendering akan semakin meningkat. Dan ia cukup meyakinkan pada pengujian untuk jenis gaming Crysis dan OpenGL dari Unigine.

RAM DDR2 Dual-Channel

Team Xtreem Dark DDR2 800 4GB Kits (2x2GB)

TEAM GROUP Inc. menghadirkan satu produk andalannya, Team Xtreem Dard DDRII 800 4GB Kits (2x2GB). Produk ini berasal dari kasta tertinggi atau seri tertinggi dari brand Team ini, yaitu Xtreem Dark. Ia memiliki kapasitas 2048 MB untuk setiap keping modulnya. Produk ini dipaketkan menjadi dua keping modul yang bisa langsung dijadikan dual channel. Meskipun produk ini memiliki nama “Dark”, namun bahan heatspreader yang dimilikinya lebih sederhana jika dibandingkan dengan tipe Xtreem biasa. Begitu juga dengan beratnya, yang jauh lebih berat Team Xtreem, tanpa adanya tambahan nama “Dark”. Bahan heatspreader-nya terbuat dari aluminium berbahan abu-abu.

Setting pengujian benchmark kami optimalkan pada nilai sesungguhnya dari produk ini, yaitu menggunakan SPD CL4-4-4-12 dengan voltase 2.0 ~ 2.1 v dan clock 800 MHz. hasil pengujian menunjukkan kinerja memuaskan. Nilai yang didapat sebagian besar adalah sempurna, hingga produk ini pantas ditobatkan sebagai Best Hardware 2009 untuk kategori RAM DDRII dengan konfigurasi dual-channel aktif pada saat pengujian.

RAM DDR3 Tri-Channel

Team Xtreem Dark DDR3 6GB Kits 1600

Pabrikan Team kembali mengeluarkan produk high-end-nya. Kali ini untuk produk RAM bertipe DDR3, yaitu Team Xtreem Dark DDR3 6GB Kits 1600. RAM ini berasal dari seri Xtreem Dark, tentunya dengan teknologi Tri-Channel ready. Ia juga sudah dilengkapi dengan heatspreader berkelir hitam, dan berbahan aluminium.

Pada paket penjualan, anda akan diberikan 3 keping RAM berkapasitas total 6GB, sehingga untuk masing-masing keping berkapasitas 2048 MB.

Pada pengujian, kami menggunakan memori timing maksimal yang didukung oleh produk ini, yaitu 9-9-9-24 (CL-RCD-RP-RAS) pada kecepatan 666 MHz. Hasil pengujian sangat maksimal. Dibandingkan dengan beberapa produk RAM DDR3 lain yang sudah kami tes. Performa dari produk inilah yang terbaik.

Lainnya, yaitu teknologi Extreme Memory Profile yang mendukung produk ini, mampu di-overclock hingga kecepatan 800 MHz pada timing 8-8-8-24 (CL-RCD-RP-RAS). Produsen membanderol produk ini seharga US$ 145. Harga yang sangat terjangkau, melihat dari performa yang dihasilkan.

UFD

Adata T806 4GB

UFD dari Adata ini berbentuk unik, menyerupai octupus (gurita). Bahan UFD buatan Adata ini keseluruhan berbahan rubber dengan warna pink menarik. Kapasitas yang diusung adalah 4GB total, dengan kapasitas sebenarnya setelah diformat adalah 3832MB. Selain itu, yang cukup menarik adalah ia dilengkapi juga dengan magnet sehingga anda bisa menempelkan UFD ini pada seluruh benda yang memiliki bahan besi.

Kinerja yang dimiliki cukup baik, setelah dilakukan tes. Dari hasil yang didapat, bisa ditarik kesimpulan produk ini tidak hanya menawarkan keunikan bentuk saja, namun juga performa yang menarik.

Dari segi perlengkapan memang agak mengecewakan, tidak ada neckstrap yang biasanya menjadi standar dalam setiap penjualan UFD. Harganya cukup murah jika melihat dari keunikan bentuk dan performa yang ditawarkan. Asal anda mau melupakan perihal paket penjuala.

Harddisk Portabel

PenDrive Sense 250GB

Dominasi warna unit keseluruhan tetap cukup standar, dengan warna gelap dan hitam. Seri produk PenDrive yang termasuk seri Sense ini hadir untuk kapasitas yang terbilang moderat, yakni 250GB.

Dalam beroperasi, unit drive ini hanya membutuhkan sebuah koneksi kabel ke USB port saja, dengan asupan daya juga berasal dari sana. Dalam hal opersional ini, ia juga dilengkapi LED indikator yang cukup menarik berwarna biru dalam bentuk lingkaran.

Secara konektivitas, seperti diterangkan sebelumnya, pada unit drive ini hanya disediakan sebuah port USB yang juga sebagai satu-satunya sumber daya utama. Untuk lebih meyakinkan, PenDrive hanya menyediakan kabel USB, tanpa cabang konektor daya tambahan.

Kelebihan tersendiri adalah ia dilengkapi dengan sertifikasi yang didalamnya sudah disediakan nomor license key. Dengan ini, anda dapat langsung men-download dan menggunakan secara penuh aplikasi backup Cary it Easy PLUS. Software ini akan mempermudah pengguna dalam proses mem-backup data, seperti e-mail, address book, calendar, folder, dan sebagainya.

SDHC

TRANSCEND SDHC 8GB Class 6

Transcend memang sudah terkenal dengan produk media penyimpanannya, seperti SD, SDHC, UFD, MMC, dan lain sebagainya. Kali ini berkesempatan menguji Transcend SDHC 8GB Class 6. Sesuai dengan nama produknya, ia memiliki kapasitas yang cukup besar, yaitu 8GB. Ditambah dengan spesifikasi kecepatan tulis adalah class 6, menjadikan produk ini semakin sempurna.

Hasil performa yang dimiliki oleh produk ini sungguh sempurna.

Hanya pada bagian tes Sisoft Sandra yang memperoleh 99%, namun masih mencengangkan, bukan?

Rasanya tidak berlebihan, jika kami menyarankan anda untuk memilih SDHC ini. Dengan harga yang cukup bersahabat dan dengan performa yang luar biasa, sepertinya produk ini layak untuk anda miliki.

Monitor

AOC 930FWz

Ia diposisikan sebagai salah satu produk kelas premium oleh AOC. Selain itu, penekanan terhadap kualitas yang tinggi, dengan penawaran harga cukup terjangkau, juga disinggung.

Di luar itu semua, secara tampilan berbentuk statis. Walau kontrol utama untuk pengendalian sama-sama menggunakan tombol terpusat, seperti layaknya d-pad pada kontroler game. Pengaturan semua setting juga berhubungan dihadirkan cukup lengkap, dengan juga disertakan tombol untuk auto calibration yang akan memudahkan anda bila sering berganti-ganti resolusi monitor.

Dalam hal kemampuannya, pada monitor ini memang tidak perlu disangkap lagi. Mengingat secara spesifikasinya ia terbilang cukup premium, dimulai dari resolusi maksimal 1680×1050 dan juga contrast ratio mencapai 10000:1, akan lebih dari cukup untuk dapat menghadirkan kualitas display high-definition secara maksimal. Spesifikasi lainnya yang mengarah kepada kemampuan adalah response time yang hanya sebesar 2ms. Akan sangat cocok untuk menyandingkan monitor ini dengan mesin CPU gaming anda.

Speaker 5.1

JBL CS5.1/230

JBL memberikan salah satu produknya dari seri Cinema Sound. Melirik desain speakernya, pada satelit kesemuaannya menggunakan jenis desain yang sama. Rata-rata menggunakan tipe two-way yang dibentuk dari driver mid-range dan tweeter. Perbedaannya ada pada speaker center yang dilengkapi dua driver mid-range dan sebuah tweeter. Hal ini cukup lumrah, mengingat speaker center sebagai pusat dari kreasi audio tingkat frekuensi menengah yang langsung berhadapan dengan pendengar. Tentunya, ketika speaker digunakan untuk men-drive konten video maupun ber-gaming.

Subwoofer sendiri merupakan tipe down-firing yang meletakkan driver woofer menghadap lantai (berada di sisi bawah enclosure). Desain dipercaya JBL merupakan karakteristik suara yang lebih meluas di dalam ruang pendengaran. Dan ini tentunya akan membantu kreasi suara tingkat rendah yang lebih maksimal. Jenis enclosure juga merupakan ported atau bass-reflex. Interkoneksi lengkap di unit receiver, selain port standar di subwoofer dan port digital, HDMI, RCA, dan sebagainya. Pengaturan juga dilengkapi wireless remote control yang cukup komprehensif lagi.

Speaker 2.1

Edifier HCS2330

Penwaran lain produk speaker dari Edifier dan juga terbilang model satu-satunya untuk jenis 2.1 adalah HCS2330. Secara sekilas dari sisi bentuk maupun desain speaker keseluruhan, ia tampak mirip dengan salah satu penawaran Edifier lain, yakni seri C3. Namun, yang pasti perbedaan utama pada speaker HCS2330 ini, ia hadir dengan kemampuan yang lebih mumpuni lagi. Tidak lain dan tidak bukan, hal ini dikarenakan sisi konfigurasi internal, dan juga setting asupan daya yang lebih besar.

Semua fitur yang dapat anda temukan pada C3, juga dapat ditemukan pada HCS2330. Seperti EIDC (Electronic Intelligence Distortion Control), yang berfungsi mengatur secara otomatis gain dari output agar sebisa mungkin meminimalisasi distrosi suara.

Selain fungsi internal pemrosesan tersebut, bagusnya unit wireless remote control tetap disediakan, yang akan menyebabkannya sangat mudah untuk dikendalikan pada saat speaker beroperasi. Ukuran driver sendiri, pada keseluruhan yang digunakannya, masih sama seperti pada seri C3. Dari unit tweeter, medium, hingga subwoofer yang digunakan.

Printer Multifuction

Brother MFC-490CW

Cartrigde tinta inkjet yang digunakan bertipe CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, dan Black), di mana biasanya tipe tinta seperti ini diperlukan untuk menghasilkan cetakan setara kualitas foto. Selain itu, sebagai multi-fuction printer, tentu kelebihan lain yang dimiliki adalah adanya fungsi fax, scan, dan copier. Di mana untuk fungsi fax ini, ia sudah melengkapi dirinya dengan modem fax 33.6 Kbps.

Konektivitas untuk produk ini cukup beragam, dari mulai koneksi standar USB 2.0, sampai wireless. Selain itu ada juga fitur PicBridge, dimana dengan fitur ini bisa mencetak langsung dari kamera digital. Juga card reader terintegrasi.

Beralih ke performa dari produk ini secara keseluruhan, setelah melalui pengujian, produk ini cukup baik. Dengan perolehan nilai performa yang tinggi.

Aplikasi bawaan yang disertakan cukup mudah digunakan, dari mulai instalasi hinga pemakaian. Instalasi printer sendiri dari mulai pemasangan printer dan pemasangan tinta cukup mudah. Ia juga dilengkapi dengan LCD Widescreen 3.3” untuk melakukan pengontrolan secara manual untuk menggunakan printer ini.

Power Supply Unit

Xigmatek NRP65

Produk ini memiliki peak power 650 Watt. Dengan berbagai fitur keamanan yang ditawarkan, seperti OVP/OCP/OPP/UVP/SCP/OTP.

Dari material bahan yang digunakan, yaitu dari bahan SECC steel dikombinasi warna hitam, dengan berat PSU mencapai 2,16 kg. Produk paling berat dari seluruh produk yang pernak kami tes. Berat ini menjadi wajar, jika melihat komponen yang digunakan, dan fungsi pendingin yang dilengkapi dengan heatsink cooper dengan bantuan sebuah fan berukuran 14 cm. Ukuran yang cukup luar biasa untuk sebuah PSU.

Selain konektor tambahan 3 konektor 6+2pin, dan 2 konektor 4+4 pin yang sudah pasti bisa digunakan untuk menyuplai daya teknologi dual video card add-on, baik Crossfire ataupun SLI.

Kinerja yang dimiliki produk ini sangat baik untuk ukuran PSU dengan daya 650 Watt.