Kebutuhan akan Quad-Core

Bagaimana sebenarnya kebutuhan user sendiri akan sebuah processor dengan teknologi quad-core? Ini yang sering menjadi pertanyaan kami. Pertama, tentu saja yang menjadikan perhatian lebih adalah harga dari processor itu sendiri. Jika melihat dari harga, tentu kebanyakan user akan mengabaikan processor quad-core, karena tentu saja harga akan lebih mahal. Kebanyakan akan menjatuhkan pilihan pada processor berteknologi dual-core, karena memang selain murah, saat ini aplikasi dan gaming bisa berjalan dengan baik menggunakan processor dual-core saja. Kami contohkan, Athlon II X4 620 2,6 GHz akan diabaikan, dan akan lebih memilih Athlon II X2 250 3 GHz karena perbedaan harga antara keduanya adalah sekitar 300 ribu rupiah. Budget lebihan tersebut masih bisa anda belanjakan untuk keperluan lain, seperti menambah kapasitas harddisk atau memory.

Begitupula dari sisi performa. Memang tidak perlu kami uji sisi performa antara solo-core, dual-core, tri-core, dan quad-core. Karena tentu sudah diketahui performanya masing-masing. Di sini yang perlu ditekankan adalah seberapa perlu anda menggunakan processor dengan quad-core. Jika hanya untuk gaming, kebanyakan game-game yang beredar saat ini belum dioptimalkan menggunakan resoruce dari processor quad-core, sehingga bisa dikatakna jika anda menggunakan processor dual-core 3,0 GHz akan lebih baik hasilnya, dibandingkan anda menggunakan quad-core 2,6 GHz. Begitu juga jika anda menggunakan komputer anda sehari-hari hanya untuk browsing saja, dual-core yang tersisa tidak akan bekerja sehingga akan “sia-sia”. Kecuali jika anda menggunakan komputer untuk melakukan encoding, mengedit foto, dan hal-hal yang berbau programming, processor dengan quad-core akan sangat berguna. Pengoptimalan dalam melakukan encoding bisa terasa disini, di mana jika anda membutuhkan waktu 2 jam pada processor dual-core, makan processor quad-core anda hanya memerlukan waktu 1 jam saja.

Processor quad core juga berguna bagi anda yang suka dengan multitasking. Dalam artian beberapa program (berat) berjalan dengan bersamaan dalam satu komputer. Terakhir adalah  quad-core tentu memiliki keunggulan dalam hal keter-update-tannya. Karena tidak bisa dipungkiri ke depan, developer baik hardware ataupun software, akan lebih memaksimalkan penggunaan dari quad-core tersebut.

Tidak perlu ada perbandingan performa di sini, yang pasti Athlon X4 mampu memenuhi harapan dari AMD. Processor ini bukan tercepat untuk gaming, namun dipastikan processor ini adalah yang paling murah di kelasnya. Sehingga ia mampu melawan produk core i5 dari Intel. Tentu saja, harga di sini menjadi faktor penentu karena jika mengacu pada performa tidak mungkin AMD Athlon II X4 mampu mengalahkan Intel Core i5. Namun harga AMD Athlon II X4 bisa setengah dari harga Intel Core i5. Penawaran AMD ini tentu sangat berarti.

Iklan