Pewahyuan di Neraka

Bersama, ketujuh orang muda dari Kolumbia ini dibawa oleh Yesus Kristus dan diperlihatkan keadaan Surga dan Neraka. Mari membaca cerita Kemuliaan dari Surga dan Kengerian dari Neraka.

Kesaksian pertama, Esau.

Di dalam Alkitab, Firman Tuhan, sangat jelas, dijelaskannya subjek dari Surga dan Neraka. Dalam bagian ini yang kita telah baca, Tuhan memberitahukan kita tentang dua tempat: Surga dan Neraka, penghukuman atau penebusan. Tidak ada tempat yang di tengah-tengah.

Tempat penyucian dosa adalah tidak ada. Tempat bagi orang-orang terlantar tidak ada, di mana terdapat orang diam sementara yang diungsikan dari bumi dan menuju ke Surga. Alkitab memberitahukan dengan jelas tentang ini.

Tuhan memberikan kita pewahyuan yang akan mengubah lintasan hidup kita. Kita harus mengetahui tentang Tuhan dan Firman Tuhan. Kami bertujuh diberikan hak istimewa dan pertanggungjawaban besar untuk membagikan wahyu ini kepada dunia.

Semua berawal sekitar pukul 10.00 pagi. Kami sedang berdoa dan dipersiapkan untuk pergi piknik kemudian pada hari itu. Sekitar pukul 10 pagi, suatu cahaya yang sangat terang menyinari seluruh ruangan sinar jendela. Ketika cahaya itu muncul, kamu semua kemudian berkata-kata dan dikuduskan oleh Roh Kudus.

Pada waktu itu, kami terheran-heran dan terkagum-kagum dengan apa yang kami lihat. Cahaya itu sangat terang dan lebih terang dari matahari. Di tengah-tengah cahaya, kami melihat kumpulan malaikat dan berjubah putih. Malaikat-malaikat ini sangat indah, tinggi, dan sangat tampan.

Di tengah-tengah dari kumpulan malaikat itu, kami melihat sesuatu yang mengangumkan – gambaran dari seorang Lelaki. Pemandangan ini begitu menakjubkan, seorang Lelaki yang bermantel dan berjubah putih. Rambutnya seperti benang emas. Kami tidak dapat melihat wajahNya karena terlalu silau. Kami melihat sabuk emas di sekitar badanNya, dengan tulisan emas yang mengatakan, “Raja dari segala raja dan Tuhan dari segala tuhan.” Ia mengenakan sandal yang dari emas murni pada kakiNya. Dan penampilanNya tidak terbandingkan. Ketika kami melihat hadirat dari seorang Manusia, kami semua berlutut.

Kemudian kami mendengar suaraNya. Benar-benar mengangumkan dan indah, semua kata-kataNya begitu menusuk ke dalam hati kami seperti pedang bermata dua, seperti yang tertulis dalam Firman Tuhan dalam Ibrani 4:12. Ia berbicara kepada kami dengan sederhana namun kata-kataNya bermakna.

Kami mendengarNya berkata kepada kami, “Anak-anakKu, jangan takut. Aku Yesus dari Nazaret dan Aku mengunjungimu untuk menunjukkan kalian misteri yang kalian saksikan dan beritahukan kepada orang kota-kota, bangsa-bangsa, warga kota, gereja-gereja, dan semua tempat. Kemana Aku akan perintahkan, kamu akan pergi dan ke mana Aku perintahkan untuk tidak pergi, kamu tidak akan pergi.”

Inilah waktunya bahwa Tuhan sedang mempersiapkan orang-orangNya.

Kemudian sesuatu yang aneh terjadi, sebuah batu tiba-tiba muncul di tengah-tengah kamar dan Tuhan yang sedang bersama kami membuat kami menaiki batu tersebut. Batu tersebut sekitar delapan inci di atas lantai dan sebuah lubang muncul di lantai. Besar,hitam, lembah atau gua besar. Segera, kami turun memasuki lembah yang ada di lantai. Sangat gelap dan membawa kami menuju ke tengah-tengah bumi.

Kami kemudian berada dalam kegelapan yang kelam, kami sangat takut! Kami benar-benar takut maka kami berkata kepada Tuhan, “Tuhan kami tidak ingin pergi ke tempat itu! Jangan bawa kami ke tempat itu Tuhan! Bawa kami keluar dari sini Tuhan!”

Kemudian Tuhan menjawab kami dengan sangat menenangkan dan dengan suara yang lembut, “Pengalaman ini penting dengan demikian kalian bisa menceritakannya kepada yang lain.”

Kami berada dalam sebuah terowongan yang berbentuk seperti terompet dan kamu mulai melihat bayangan-bayangan, setan-setan dan gambaran-gambaran yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Dalam waktu beberapa detik saja, kami merasakan kehampaan dan perasaan takut yang luar biasa.

Kami kemudian sampai di suatu gua besar, dengan pintu yang mengerikan, seperti sebuah labirin. Kami tidak ingin masuk ke dalam. Kami memperhatikan ada bau yang sangat menyengat dan panas menyengat. Ketika kami masuk, kami melihat hal-hal yang mengerikan, gambaran-gambaran yang mengerikan. Seluruh tempat ini diliputi api dan di tengah-tengah api itu, banyak jiwa-jiwa dari ribuan orang. Mereka sangat menderita dengan siksaan semacam itu. Pemandangan ini begitu menakutkan, kami tidak ingin untuk melihat apa yang diperlihatkan kepada kami.

Tempatnya dibagi dalam beberapa bagian dari penyiksa dan penderita. Satu bagian dari yang Tuhan perlihatkan kepada kami adalah “Lembah Kawah” kami menyebutnya. Terdapat milyaran kawah-kawah. Kawah-kawah ini bertatahkan dengan tinggi dari tanah, setiap kawah terbakar dengan lava di dalamnya. Di dalamnya terdapat jiwa seseorang yang mati dan di bawa ke Neraka.

Sebagaimana jiwa tersebut melihat Tuhan, mereka berteriak dan menjerit, “Tuhan, ampuni kami! Tuhan berikan aku kesempatan untuk keluar dari tempat ini! Tuhan, bawa aku keluar dan aku akan katakan pada dunia kalau tempat ini nyata!”

Tapi Tuhan tidak ingin untuk melihat mereka. Terdapat milyaran dari lelaki, wanita, dan orang-orang muda di tempat itu. Kami juga melihat para homoseksual dan pemabok dalam suatu penyiksaan. Kami melihat jiwa-jiwa ini berteriak-teriak dengan siksaan hebat semacam itu.

Sungguh mengejutkan untuk melihat tubuh-tubuh mereka dihancurkan. Cacing-cacing berdatangan masuk dan keluar dari kelopak mata, mulut dan telinga dan menembus ke seluruh bagian kulit mereka. Ini menggenapi Firman Tuhan dalam Yesaya 66:24, “Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepadaKu. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.”

Kami benar-benar ketakutan melihat mereka seperti itu. Kami melihat api sekitar 9 sampai 12 kaki tingginya. Setiap semburan api, terdapat jiwa-jiwa yang mati.

Tuhan ijinkan kami untuk melihat seorang yang ada di dalam kawah. Dia tergantung terbalik dan daging-dagingnya berjatuhan. Dia menatap Tuhan dengan seksama, dan kemudian mulai memanggil dan menyebut nama Yesus.

Katanya, “Tuhan mohon ampun! Tuhan beri aku kesempatan! Tuhan bawa aku keluar dari tempat ini!” Tapi Tuhan Yesus tidak ingin menatapnya. Yesus kemudian membalik badanNya darinya. Begitu Yesus membalik badanNya, orang itu malah mengutuk dan memaki Tuhan. Orang itu adalah John Lennon, anggota dari aliran musik setan, The Beatles. John Lennon adalah seorang yang mengolok-ngolok dan mempermainkan Tuhan dalam hidupnya. Dia katakan bahwa ke Kristenan akan hilang dan Tuhan Yesus akan dilupakan oleh semua orang. Bagaimanapun, hari ini orang ini ada di Neraka dan Tuhan Yesus kekal! Ke Kristenan tidak hilang.

Ketika kami berjalan ke ujung dari tempat ini, jiwa-jiwa ingin menjangkau kami dan ingin meminta ampun. Mereka meminta Ysus agar membawa mereka keluar dari tempat itu, tapi Tuhan tidak pernah ingin melihat mereka.

Kemudian kami memasuki ke bagian yang berbeda. Kami masuk ke bagian dalam yang paling mengerikan dari Neraka, dimana siksaan terjadi, yaitu tengah-tengah Neraka. Bentuk siksaan yang paling hebat, seperti siksaan kalau seorang manusia yang ditempat oleh mereka. Hanya orang-orang yang mengenal Yesus dan Firman Tuhan. Mereka adalah para pastor, penginjil, misionaris dan banyak tipe-tipenya yang  telah menerima Yesus dan tahu kebenaran, tapi mempunyai kehidupan ganda.

Ada juga yang kembali kepada kebiasaan lama mereka yang tercela, mereka menderita dan ribuan kali lebih berat siksaannya dari yang lain. Mereka berteriak histeris dan meminta pengampunan dari Tuhan, tapi Firman Tuhan berkata dalam Alkitab di Ibrani 10: 26-27, “sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.”

Jiwa-jiwa itu berada di sana karena mereka telah mengajar, puasa, menyanyi dan mengangkat tangan mereka dalam gereja, tapi di jalan dan di rumah mereka adalah pezinah, pencabulan, berbohong, merampok. Kita tidak bisa berbohong kepada Tuhan.

Tuhan kemudian memperlihatkan kepada kami dua wanita yang dulunya menjadi saudara Kristen sewaktu di dunia, tapi mereka tidak hidup dalam kebenaran Tuhan. Yang satu berkata kepada yang satunya, “Kamu orang pembawa sial! Ini salahmu aku berada di tempat ini! Kamu tidak mengajarkan aku kitab suci! Dan karena kamu tidak memberitahukan aku kebenaran dan sekarang aku berada di Neraka!” Mereka akan katakan hal ini satu sama lain di tengah-tengah lautan api dan mereka saling membenci karena di sana tidak ada cinta atau pengampunan yaitu di Neraka.

Di sana ada ribuan jiwa-jiwa yang tahu Firman Tuhan, tapi mereka tidak cukup bersih untuk mengenal kehadiran TUHan. “Kamu tidak dapat bermain-main dengan tuhan atau dengan api Neraka!” Tuhan berkata.

Dia juga mengatakan, “Anak-anakKu, semua yang menyiksakan yang ada di dunia yang ada di suatu tempat adalah tidak seberapa, TIDAK ADA APA-APANYA bila dibandingkan dengan siksaan yang akan diterima seseorang dalam bagian yang paling hebat dari Neraka.”

Adalah mengerikan bagi yang menderita di Neraka, lebih mengerikan lagi bagi yang berada di tengah-tengah Neraka, siapa yang selama hidupnya mengenal Firman Tuhan dan kemudian mengingkarinya. Kemudian Tuhan mengatakan kalau kami bisa bermain dengan api kalau di dalam dunia, tapi jangan harap dengan api yang ada di Neraka.

Kami melanjutkan perjalanan kami melalui tempat yang berbeda dan Tuhan memperlihatkan kami berbagai macam jenis orang. Kami bisa melihat kalau orang-orang yang ada di sana mempunyai kira-kira enam jenis siksaan. Ada jiwa yang disiksa oleh setan-setan dengan berbagai jenis hukuman. Ada yang menerima hukuman karena hati nurani mereka berkata, “Ingat ketika mereka mengajar kamu, ingat ketika kamu mendengar Firman Tuhan, ingat ketika mereka memberitahukan kamu tentang Neraka dan kamu menertawakannya! Hati nurani mereka disiksa oleh mereka sendiri, sama seperti cacing-cacing yang ada di seluruh tubuh mereka, seperti terbakar api yang ribuan dan ribuan kali lebih panas dari yang kami tahu. Ini adalah balasan dari setan untuk semua yang mencari dan mengikuti dia.

Firman Tuhan dalam Wahyu 21:8, “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang, inilah kematian yang kedua.”

Berikutnya, Tuhan memperlihatkan kepada kami seorang yang telah membunuh enam orang. Kini, enam orang tersebut mengelilinginya dan berteriak padanya, “Ini semua salahmu kami semua ada di tempat ini, SALAHMU!” Pembunuh itu menutup telinganya karena dia tidak ingin mendengar mereka, tapi dia tidak dapat menghindari pendengaran karena di Neraka semua panca inderamu semua bekerja dengan sangat sensitif.

Jiwa-jiwa yang berada di tempat itu mengalami kehausan yang tidak dapat ditolerir karena walau bagaimanapun air tidak dapat memuaskan, seperti cerita Alkitab dari Lazarus dan orang kaya, Lukas 16:19. Orang kaya itu ingin setetes air, yang akan terasa cukup.

Firman Tuhan berkata dalam Yesaya 34:9, “sungai-sungai Edom akan berubah menjadi kelam, dan tanahnya menjadi belerang, negerinya akan menjadi yang menyala-nyala”.

Dalam tempat itu, setiap jiwa berada di tengah-tengah api. Orang melihat bayangan di udara seperti sungai kristal yang jernih di tengah-tengah api, tapi ketika orang berhasil menggapainya sungai tersebut berubah menjadi api. Mereka juga melihat api dengan buah yang penuh dengan air, tapi begitu mereka menggapainya, mereka membakar tangan mereka dan iblis-iblis akan menertawakan mereka.

Kemudian Tuhan membawa kami ke tempat yang bahkan jauh lebih mengerikan dari semua tempat yang telah kami lihat. Kami melihat sungai api dan belerang. Pada satu sisi sungai terdapat sungai yang lebih kecil. Pada sungai yang lebih kecil itu, terdapat jutaan dan jutaan jiwa yang menangis dan meminta pengampunan Tuhan. Mereka berkata kepadaNya, “Tuhan tolong! Bawa kami keluar dari sini sebentar saja! Mohon berikanlah aku kesempatan untuk keluar dari sini!” bagaimanapun, Tuhan tidak bisa lakukan apapun untuk mereka karena penghakiman mereka sudah tersedia.

Di antara jutaan dan jutaan jiwa tersebut, Tuhan mengalihkan perhatian kami untuk fokus kepada seorang lelaki yang tubuhnya terbenam setengah di dalam sungai api. Tuhan membuat kami mengerti dan tahu pikirannya. Namanya adalah Mark. Kami kaget dengan hal-hal yang orang ini katakan untuk dirinya sendiri, dalam pikirannya. Kami belajar pelajaran yang kekal ketika kami dengar tentang pikirannya, “Saya akan lakukan apapun untuk berada di tempatmu sekarang! Saya akan berikan apa saja untuk kembali ke dunia walaupun hanya satu menit. Saya tidak akan peduli walaupun saya paling tidak disenangi, paling gila, paling dibenci atau orang yang paling miskin di dunia, saya akan lakukan apa pun untuk kembali! Hanya untuk semenit berada di dunia.”

Tuhan Yesus kemudian memegang tanganku. Yesus menjawab Mark dengan berkata, “Mark, kenapa kamu ingin kembali ke bumi kalaupun hanya untuk satu menit?” Dengan menangis dan tersiksa, dia menjawab Yesus, “Tuhan! Saya akan lakukan apa pun untuk kembali ke dunia walaupun hanya untuk satu menit untuk bertobat dan diselamatkan.”

Setelah Tuhan mendengar Mark berkata-kata, saya melihat darah dari luka Yesus dan air mata mememuhi mataNya sembari berkata, “Mark, terlambat untukmu! Cacing-cacing telah disediakan sebagai tempat tidurmu dan cacing-cacing sebagai selimutmu.”

Ketika setelah Tuhan menjawab dia, dia tenggelam dalam sungai itu selamanya. Sedihnya, semua jiwa-jiwa itu tidak mempunyai harapan lagi. Hanya kita yang ada di bumi mempunyai kesempatan untuk menyesal pada hari ini dan pergi ke Surga dengan Tuhan Yesus Kristus.

Saya akan digantikan oleh saudariku untuk diteruskan, terima kasih.

Iklan