Waktu Sedang Terburu Habis 03

Ketidak-Taatan

Hari Senin 6 Maret 2006, saya terbangun oleh alarm jam 05.30. Saya berdoa dan sadari ada urapan kuat. Tubuhku lemah bergetar, gelombang listrik menjalariku.

Sore hari, saya di tempat tidur, kulihat cahaya terang mengisi kamarku. Mungil, putih, bola-bola kecil, ukuran jepit rambut. Benda kecil ini jatuh seperti hujan dan masuk dalam kulitku. Lalu, kulihat awan seperti kabut putih datang dari atas; juga mengisi kamar dan menembus kulitku. Kulihat Yesus berjalan kearahku dalam awan. Dan duduk pada kursiNya di samping tempat tidurku. Saya tak tahu darimana asal kursi itu; selalu muncul pada saat Tuhan hendak duduk. Kursi yang indah terbuat dari emas tulen; bentuknya hampir sama dengan kursi pada umunya tetapi ada sandaran belakang. Pada setiap kaki kursi ada bintang perak; bintang yang sama namun agar besar juga berada pada sandaran belakang. Dan roda bulat pada setiap kaki kursi.

Yesus menyalamiku dan mengulurkan tanganNya dan katakan bangun sebab waktu terburu habis. Dia menarik tanganku dan duduk di samping tempat tidurku.

Lalu Ia berkata padaku, “Victoria, mari kita berdoa.” Dia berdoa dalam bahas yang tidak saya mengerti; yang aku mengerti hanyalan ‘Amen’. Lalu Dia menanyakan padaku tentang apa yang kulihat, saya berkata bahwa kulihat kelompok orang-orang yang pergi bekerja yang lainnya tiba di tempat kerjanya. Saya juga melihat hal yang sama bola-bola putih kecil jatuh pada mereka yang masuk pertama. Setelah kelompok pertama, kelompok kedua pun muncul. Saat itu benda-benda itu berhenti.

Saya juga melihat kelompok lain, tiba di Gereja-Gereja pada Minggu pagi. Hujan bola-bola putih itu pun turun pada saat orang-orang ini tiba lebih awal di halaman Gereja. Terus menerus berjatuhan dan kemudian berhenti. Yang terlambat tidak akan menemukan apapun.

Yesus bertanya jika saya mengerti arti penglihatan itu dan saya katakan bahwa saya tidak mengerti. Lalu Dia menjelaskan “Penglihatan-penglihatan ini artinya bahwa setiap tempat di mana engkau seharusnya berada pada waktu tertentu dan tahu jam berapa kau harus berada di sana. Selalu ada malaikat-malaikat Tuhan membagi-bagikan berkat pada waktu tertentu. Jika engkau tiba tepat pada waktunya, engkau akan menerima berkat, namun jika engkau lambat, engkau akan kehilangan berkatmu pada hari itu sebab malaikat membagi-bagikan berkat hanya pada waktu tertentu. Victoria, Aku ingin memperingatkanmu sebab kau terlambat ke tempat kerja dan lebih khusus terlambat pada jam-jam kebaktian, engkau harus tahu bahwa pada saat-saat itu kau terlambat tanpa alasan yang berlaku; engkau akan selamanya terlambat akan berkat-berkat pada hari-hati itu; mereka tak akan pernah kembali padamu lagi, hanya jika keterlambatanmu mempunyai alasan yang benar.”

Saat Tuhan mengatakannya saya berharap agar dapat menghilang dan memberikanNya beberapa alasan yang masuk akal untuk ketidakdisiplinanku. Saya berkata bahwa kadang saya terlambat bangun tetapi Dia memandangku pada kedua mataku dan berkata bahwa saya berdusta dan bahwa saya memiliki kebiasaan buruk kembali tidur setelah bangun, menyerah pada keinginan tidur hanya ‘beberapa menit lagi’.

Setelah Tuhan Yesus memperingatanku, Dia berkata, “Berdiri. Kita harus pergi. Waktu terburu habis, ada yang harus kita kerjakan.”

Saat itu Tuhan membawaku ke tempat di mana saya tidak pernah berada sebelumnya; Pertama kali kami berjalan di jalan itu. Kami tiba di taman penuh bunga-bunga indah dan pepohonan hijau; tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan keindahan ini. Bunga-bunga sangat indah, berwarna cerah. Kami duduk pada kursi taman yang indah, yang terbuat dari emas murni dan dihiasi dengan bintang-bintang perak bercahaya.

Saat kami duduk, Tuhan menunjuk ke depan dan berkata, “Victoria, lihat, dapatkah engkau melihat kota itu?” Saat itu, aku lihat, kota besar bercahaya. Sangat indah diluar perkiraan dan tiada duanya. Kota itu memiliki sebuah gerbang bercahaya dan pada gerbang itu ada seorang lelaki berumur yang duduk. Dia mempunyai janggut panjang dan rambut putih. Ku lihat lelaki ini sebelumnya, saat kutanya, Yesus siapa orang itu, Dia katakan bahwa lelaki itu adalah Abraham, Bapa segala orang ber-Imam.

Kulihat banyak jalan di kota itu, yang juga diukir dengan emas. Ada bangunan-bangunan yang tinggi dan semuanya bercahaya seperti emas. Cahaya pantulan dari kota itu sungguh sangat tak terbilang.

Yesus menoleh padaku dan berkata, “Apakah pendapatmu tentang kota itu?”

Ku jawab, sangat indah dan mau ke sana. Yesus berkata, “Aku akan membawamu ke sana jika engkau patuh terus menerus sebab di situ juga rumahmu akan berada, tetaplah patuh sebab jika tak patuh, Victoria, burung gagak akan mengisi rumahmu. Rumahmu akan menjadi kediaman burung hantu dan tempat bermain hantu-hantu. Bagaimanapun juga, jangan takut, sebab Aku menyertaimu. Hanya patuhlah. Sebab siapa yang tak patuh, rumahnya akan menjadi tempat burung gagak; menjadi sebuah tempat tinggal burung hantu dan tempat bermain hantu-hantu.”

Yesus Kristus nyata dan Ia mencintai kita dengan CintaNya yang tak terbilang. Keinginan hatiNya yang terbesar ialah agar kita memilih hidup yang kekal bersamaNya. HatiNya pedih bagi mereka yang mati dan masuk Neraka sebab mereka lebih memilih mati dan menolak tawaran keselamatan yang Ia tawarkan pada mereka.

Siapapun engkau Kristen yang dilahirkan kembali atau tidak, tolong ingat satu hal: Waktu sedang terburu habis.