Penglihatan Pengangkatan, Tribulasi, Kota Kudus, dan Tahta Tuhan dan Setan 01

Saudara saudari, kiranya Tuhan memberkatimu pada saat ini. Marilah kita membaca Alkitab dalam 2 Korintus 12: 1-4, Firman Allah yang Kudus Dalam Nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus,

“Aku harus bermegah. Sekalipun memang hal itu tak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan pernyataan-pernyataan yang kuterima dari Tuhan. Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau, entah di dalam tubuh aku, tidak tahu entah di luar tubuh aku, tidak tahu  – Allah yang mengetahuinya. Ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.”

Saya hubungkan anda dalam pengalamanku bersama Yesus pada 5 September 1999. Kami berada di Gereja dan Kuasa Allah memenuhi kami. Saya terjatuh ke lantai dan merasakan kehadiran Allah di dalamku. Seolah-olah menawarkanku, dan mulailah suatu Penglihatan padaku.

Dalam penglihatan, saya melihat ada dua jalan, satu sangat lebar, dan banyak orang berjalan pada jalan itu, tapi mereka berjalan menuju pada kehancuran mereka. Jalan yang berikut sangat sempit, saya melihat banyak orang yang berjalan pada jalan itu, memuji dan memuliakan Tuhan.

Lalu Tuhan menunjukkan penglihatan lain di mana Malaikat sedang berperang dengan seekor Naga. Naga ini melemparkan api dan iblis-iblis ke bumi ini. Kemudian kulihat sebauh Jam sangat bercahaya. Terbuat dari emas. Jam menunjukkan pukul dua belas. Namun kulihat sebuah tangan menarik jarum jam kembali pada angka sebelas. Tuhan berkata padaku, “Lihat, hambaKu, Kukembalikan jam itu sebab umatKu tak siap seperti yang Kuinginkan, Kukembalikan waktu itu, sebab umatKu tidak memujiKu seperti yang kuinginkan, namun besar AnugerahKu, kesempatan terakhir Kuberikan, supaya setiap orang yang bertelut pada kakiKu menerima kehidupan kekal.”

Sementara aku berada di lantai, kuliat seorang penunggang kuda datang. Tuhan mendekati tempat dimana aku berada, Diulurkan tanganNya, dan kurasakan Roh ku keluar dari tubuhku dan didekapNya. Kamu mulai menunggang kuda, menanjak dan berhenti di tempat yang tidak tinggi maupun rendah. Dia berkata padaku, “Lihat hambaKu, telah Kukatakan bahwa Aku datang membawamu dan itulah yang Kulakukan sekarang, sebab apa yang keluar dari mulutKu Aku menggenapinya. Apa yang Kukatakan, itu yang Kuperbuat. Itulah sebabnya Aku membawamu ke tempat ini. Pertama-tama akan Kutunjukkan padamu luka-lukaKu, agar kau dapat perhitungkan dan tak pernah melupakan apa yang telah Kuperbuat bagimu sekalian.”

Kami tiba pada Tahta Allah dan Tuhan menunjukkan di mana paku-paku itu terletak dan bagian tubuhNya yang tertikam. Dia menangis. Kulihat bekas-bekas luka dan bilur-bilur yang telah diangkutNya bagi kita semua. Dia berkata, “Lihat hambaKu, banyak diantaramu yang tidak memperhitungkan semua yang telah Kuperbuat bagimu, banyak diantaramu lupa bahwa Aku telah mati disalibkan bagimu, Kurasakan sakit hambaKu. Rasa sakit yang sagat saat umatKu menyangkalKu, seperti membuka luka-luka itu kembali, sangat menyakitiKu. Seolah-olah mereka menyalibKu kembali.” Kulihat Tuhan menangis, sakit saat kita mengecewakanNya.

SURGA

Dia berkata, “HambaKu, akan Kutunjukkan banyak hal, jalan emas dan lautan kaca, agar kau dapat pergi dan sampaikan pada umatKu segala keindahan yang Kusiapkan bagi mereka.”

Kami tiba pada jalan indah. Tak pernah kulihat di bumi. Jalan-jalan itu bercahaya! Tuhan berkata, “HambaKu, sentuhlah jalan emas ini, sebab kau dan umatKu akan hidup disini, ketempat ini umatKu akan segera tiba.” Kulihat refleksi kami yang sedang menunggang kuda pada jalan ini.

Lalu kami tiba pada lautan kaca, sangat indah. Tuhan berkata, “HambaKu, semua ini bukan untukKu, semua ini untuk umatKu. Semua yang engkau jamah telah Aku siapkan dengan cintaKu bagi umatKu.” Dia berkata, “Hamba marilah, sebab akan Kutunjukkan hal-hal lain.”

Selanjutnya kami tiba di tempat di mana saya melihat kemuliaan Allah, dan merasakan Kuasanya, sungguh indah. Kulihat meja-meja, saya bertanya, “Tuhan untuk apa meja-meja ini?” Dia katakan, “Hamba, ingat perjamuan kawin anak Domba, ingat bahwa pada meja-meja ini akan dirayakan perjamuan kawin anak Domba.” Kulihat meja yang tak terhitung banyaknya, dan tak dapat melihat ujung-ujungnya. Ada Malaikat pada setiap meja, saya bertanya, “Tuhan, mengapa ada Malaikat pada setiap meja dan kursi?” Tuhan berkata, “HambaKu, mereka ini sedang mendekorasi meja-meja ini, dan bersiap pada setiap meja sebab Aku telah selesai menyediakan segala sesuatu.”

Saudara-saudari-ku, meja-meja itu sangat bercahaya; semuanya terbuat dari emas. Meja-meja itu sangat indah didekorasikan. Kulihat bagaimana malaikat-malaikat menaruh garpu, pisau, sendok, gelas, dan peralatan lain yang terbuat dari emas, sangat indah. Tuhan berkata, “Hamba, katakan pada umatKu bersiap sebab segera Aku akan membawa mereka supaya mereka dapat datang ke tempat ini dan menikmati perjamuan kawin anak Domba.” Sangat indah; Hadirat Tuhan dapat dirasakan disana, Kemuliaan dan Kemaha-KuasaanNya! Tuhan berkata, “Hamba, kemarilah sebab Aku akan menunjukkan hal-hal yang lain.” Kami tiba pada suatu tempat dengan banyak pintu, sangat indah. Saya berkata, “Tuhan, apa dibalik pintu-pintu ini?” Dia berkata, “Dibalik pintu-pintu ini adalah Rasul-Rasul-Ku, dibalik pintu-pintu ini adalah nabi-nabi-Ku, dibalik pintu-pintu ini adalah mereka yagn sekali berjalan di bumi memuji dan memuliakan Nama-Ku.”

 

 

Iklan