Penglihatan Pengangkatan, Tribulasi, Kota Kudus, dan Tahta Tuhan dan Setan 02

MARIA

Kami menunggang lagi dan tiba pada sebuah pintu yang setengah terbuka, Tuhan berkata, “Hamba, kemarilah, sebab dibalik pintu ini adalah Maria. Mendekatlah dan dengar apa yang sedang dikatakannya, supaya kau dapat pergi dan katakan pada umatKu, katakanlah pada mereka bagaimana Maria sedang menderita.” Saya mendekat dan melihat seorang gadis muda, yang sangat cantik, dan sangat elok parasnya. Sedang melihat melalui sebuah jendela yang kecil. Dia sedang bertelut dan melihat ke bawah memandang bumi, menangis karena kesakitan yang sangat.

Maria berkata, “Mengapa kamu menyembahku? Mengapa, jika aku tidak memiliki kuasa! Mengapa kamu menyembahku? Aku tidak melakukan sesuatu apapun! Jangan menyembahku! Jangan bertelut padaku! Aku tak dapat menyelamatkanmu! Yang hanya dapat menyelamatkan, yang hanya dapat menebusmu ialah Yesus, yang telah mati untuk semua manusia! Banyak orang mengatakan aku memiliki kuasa, bahwa aku dapat mendatangkan mujizat-mujizat, tetapi semua itu tipu muslihat! Aku tidak dapat berbuat apapun! Allah yang Maha Kuasa berkenan denganku dan menggunakan rahimku agar Yesus dapat lahir dan menyelamatkan setiap orang, tetapi aku tidak memiliki kuasa apapun. Aku tak dapat melakukan apapun! Jangan bertelut padaku! Jangan menyembahku! Sebab aku tak layak disembah. Hanya satu yang layak, yang disembah, dan didambakan adalah Yesus! Dialah satu-satuNya yang menyembuhkan dan menyelamatkan!”

Saya dapat melihat wanita muda ini sedang dalam kesakitan yang sangat, penuh dengan kepedihan dan tangisan. Dia berkata, “Tidak! Tidak! Jangan menyembahku! Mengapa kamu bertelut padaku? Aku tidak melakukan apapun!”

Saudara saudari terkasih, sangat luar biasa dapat melihat wanita muda ini, bagaimana dia menangis dengan kepedihan dan kesedihan.

Jubah-Jubah dan Mahkota-Mahkota

Tuhan mengatakan padaku, “Hamba, kemarilah, sebab Aku akan terus menunjukkan hal-hal padamu.” Kami tiba pada tempat indah dimana aku dapat merasakan Kemuliaan Allah. Saya melihat barisan jubah-jubah putih, sangat putih dan indah! Saya menyentuhnya dan Tuhan berkata, “Hamba, jamahlah, sebab jubah-jubah ini adalah untuk mau sekalian.”

Kulihat banyak jubah dan kujamah, sangat putih dan bercahaya, tak ada sepertinya yang pernah kujamah di bumi ini. Tuhan berkata, “Hamba, bagimulah sekalian jubah-jubah ini.” Airmata jatuh di pipi Tuhan. Ia berkata, Hamba, banyak dari jubah ini akan berada di sini, menunggu seseorang untuk membawanya. Banyak jubah ini akan berada di sini, menunggu sebuah tubuh. “Mengapa, Tuhan?” saya bertanya. “Sebab banyak yang tidak menyembahKu seperti yang Kuinginkan, banyak yang tidak menaruh perhatian terhadap semua yang telah Kuperbuat bagimu sekalian. Hamba, banyak jubah ini akan berada di sini, menunggu sebuah tubuh, sebab dalam KerajaanKu Aku tidak menerima sesuatu yang kotor. Aku hanya mengijinkan hal-hal yang Kudus, sebab ada tertulis pada FirmanKu,

“Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus.” (1 Petrus 1: 16)

Saya melihat banyak jubah; Masing-masing jubah memiliki nama yang tertulis dengan emas. Kujamah jubah kecil dan yang berbeda ukuran dan saya bertanya, “Tuhan, yang kecil-kecil ini, siapakah yang akan memakainya?” Tuhan menjawab, “Hamba, ingat anak-anakKu yang kecil, ingat yang Kuperoleh untuk masing-masing mereka, Aku bukanlah seorang pemberi Hormat, jubah-jubah ini bagi anak-anakKu yang memuji NamaKu, mereka adalah anak-anakKu yang suka pergi ke RumahKu dan memuji NamaKu, Aku bahkan menyediakan sesuatu yang besar bagi mereka. Aku mempunyaiNya bagi setiap orang yang mencariKu. Bagi semua yang datang bertelut pada kakiKu, Aku memberikan kehidupan yang kekal.”

Kami menunggang lagi dan segera tiba pada suatu tempat yang penuh dengan Mahkota-Mahkota yang sangat mewah. Mereka berkilauan, saya berkata, “Oh Tuhan! Mereka sangat indah. Untuk siapakah mahkota-mahkota itu?” Tuhan berkata, “Hamba, mahkota-mahkota yang kau jamah ini, adalah bagi mereka yang sungguh-sungguh memuliakan Ku, bagi mereka yang sungguh-sungguh memuliakan NamaKu seperti yang Ku-inginkan.”

Tuhan menunjukkan Mahkota lain, namun saat kuperhatikan hanyalah bingkaian. Kemudian Tuhan berkata, “Hamba, lihatlah ini.” Dan ku lihat Mahkota lain, Mahkota itu terbuat dari semak duri. Saya bertanya, “Tuhan, jangan biarkan sebuah Mahkota berduri atau hanya bingkai bagiku!” Tuhan berkata, “Hamba, di tempat ini ada tiga tipe Mahkota: yang mewah dan yang bersinar yang dapat dilihat dan dijamah adalah bagi mereka yang sungguh-sungguh memuliakan NamaKu, bagi mereka yang dengan segenap hati memuji NamaKu. Bagi mereka yang bekerja pada kebun anggurKu, bagi mereka yang senang berada di RumahKu, bagi mereka yang mengabdi, dan bersukacita dalam penderitaan bagi FirmanKu. Mahkota lukisan, yang dapat kau lihat dan jamah adalah bagi mereka yang bermain-main dengan FirmanKu, bagi mereka yang tak mau berada di RumahKu, bagi mereka yang tak mau berpuasa, atau bersungguh-sungguh,bahkan tidak memuliakan NamaKu, Mahkota itu bagi mereka yang memujiKu dengan mulut tetapi bukan dengan hati seperti yang Kuinginkan. Mengapa hambaKu? Sebab tak seorangpun dapat menipuKu, tak ada tempat persembunyian dihadapanKu. Hamba, Mahkota itu terbuat dari onak duri, yang kau jamah dan lihat, adalah bagi mereka yang membuat lelucon dengan FirmanKu, bagi mereka yang mengkritik FirmanKu, bagi mereka kepada siapa Aku mengetuk pintu hati mereka tetapi mereka tidak menerima FirmanKu.”

PENGLIHATAN PENGANGKATAN

Tuhan berkata, “Hamba, akau Ku tunjukkan saatnya, bagaimana kedatanganKu akan terjadi.” Saya bertanya, “Tuhan, telah  banyak yang kulihat, mengapa Tuhan menunjukkanku yang lebih?” Kami tiba pada Tahta Allah, ku lihat ribuan malaikat berkumpul. Kamu mulai turun, dan berhenti pada awan-awan putih yang indah. Tuhan memberi perintah pada Malaikat-malaikat untuk datang dan menerima Gereja, Tuhan katakan, “Hamba, perhatikan baik-baik, beginilah saatnya Aku datang kembali, inilah kedatanganKu.”

Kulihat orang-orang terangkat di ke empat penjuru bumi, memuji nama Tuhan. Dan dipenuhi Kuasa Allah. Berpakaian putih dan terangkat. Mereka nyanyikan lagu indah, “Kudus, Kudus, Kuduslah ya Tuhan! Terimakasih Bapa! Sebab Engkau telah mengangkat kami! Terimakasih Tuhan, sebab Engkau telah mengangkat kami!”

Kuliat berbagai jenis orang, tinggi, pendek, hitam, putih. Semua orang dan semua Malaikat terangkat bersama-sama ke arah di mana kami berada. Semuanya penuh Ucapan Syukur bagi Tuhan, kami semua berkata, “Kudus! Kudus! Kuduslah Tuhan!” sangat luar biasa, saya melihat banyak orang dan berpikir saya mengenal mereka. Mereka semua dipenuhi Kemuliaan Allah.

Iklan