Kemurahan Allah

Jadi kalau Tuhan berkata bahwa Dia merancangkan rancangan yang baik buat kita – kita patut mensyukuri dan ingatlah itupun kemurahan Allah. Beberapa tahun lalu, saya didatangi teman-teman, tiga hari kemudian saya dengar salah seorang dari teman ini kecelakaan di jalan raya, seminggu dia tidak sadarkan diri dan dirawat di salah satu rumah sakit dan akhirnya teman ini meninggal. Waktu itu saya masih tinggal sendiri di gereja, masih terbayang cara bicaranya, saya ingat betul di mana dia duduk dan sebagainya. Tetapi itulah hidup, kita tidak berkuasa sedikitpun mengenainya. Sekali lagi kalau kita ada hari ini, semua karena Kemurahan dan Anugerah dari Allah.

Mengapa saya membawa saudara untuk mengingat Kemurahan Allah.

1. Supaya kita tetap rendah hati.
Dalam Roma 11:11-12, Paulus menasihatkan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi yang telah menjadi anak Tuhan supaya mereka jangan sombong. Sebab memang ada kecenderungan mereka untuk menyombongkan diri, dimana mereka masuk dalam gereja mulai menggantikan posisi orang yahudi, mereka mulai sombong dan lupa bahwa mereka adalah hasil cangkokan dari zaitun liar kepada zaitun asli. Paulus dengan tegas menasihatkan mereka,”Janganlah kamu sombong,tetapi takutlah. Dahulu mereka adalah orang tanpa Kristus, tanpa pengharapan, dahulu mereka orang jauh, tidak mendapat bagian dalam perjanjian. Manusia ada kecenderungan untuk menyombongkan diri, semua dia anggap karena keberhasilannya, karena kerja kerasnya, karena kekuatannya, dan sebagainya. Lupa itu dimungkinkan karena kemurahan Allah. Allah sangat membenci orang-orang congkak, tinggi hati, sombong, dan sejenisnya. Alkitab berkata dalam Amsal 16:18, “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.” Mari kita tetap belajar untuk rendah hati. Sebab apa yang kita punyai sekarang ini adalah karena kemurahan Allah, bahkan kita hidup pun karena kemurahan Allah.

2. Supaya kita taat dan setia.
Yang kedua adalah mengingat terus bahwa hidup ini adalah karena Kemurahan Allah, memungkinkan kita untuk taat kepadaNya dan setia dalam pengiringan kita kepada Tuhan. Paulus berkata orang-orang non yahudi itu, “tetapi atas kamu kemurahanNya, yaitu jika kamu TETAP dalam kemurahanNya” Artinya adalah mereka harus tetap setia dalam lingkaran kemurahan Allah supaya mereka dapat menikmati semua anugerah dari Allah. Ingatlah bahwa mereka dari tunas atau pohon zaitun yang liar, yang dicangkokkan kepada pohon yang sejati yang penuh getahnya dan memiliki akar yang kuat. Jika mereka terlepas dari pohon itu maka mereka tidak akan memperoleh apa-apa bahkan akan berujung kepada suatu kematian. Oleh sebab itu mereka harus terus taat dan setia menempel pada pokok itu.

Demikian juga dalam hidup ini, kita harus mengingat terus bahwa hidup kita ini adalah karena kemurahan Allah dengan demikian menolong kita untuk terus taat kepada Tuhan dan setia dalam melayani Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s