Graphics Card Fermi 02


MSI GTX 460 HAWK

MSI GTX 460 HAWK  menggunakan heatsink fan TwinFrozr II, graphics card ini diproduksi dengan per-OC, dari sebelum 675 MHz menjadi 780 MHz pada core clock-nya. MSI GTX 460 HAWK hadir dengan feature triple overvoltage melalui software MSI Afterburn yang disertakan pada paket penjualannya sebagai daya tarik tersendiri untuk para overclocker. Feature ini berguna untuk meningkatkan performa graphics card ini lebih jauh dengan opsi menaikkan VCore GPU. MSI mengklaim bahwa GTX 460 Hawk mampu mencapai core clock 1000 MHz dengan menaikkan VCore GPU melalui MSI Afterburn.

Dilakukan pengujian, dengan menaikkan core clock-nya, tanpa mengubah settingan voltase-nya, hasilnya card ini hanya mampu mencapai core clock 850 MHz dan dapat melewati benchmark 3D Mark Vantage tanpa hambatan.

Feature lainnya yang disertakan dalam MSI GTX 460 Hawk ini adalah VCheck Point. Dengan menggunakan multimeter digital kita dapat memantau secara langsung voltase GPU, Memory dan PLL melalui multimeter voltase. Tentunya, hal ini semakin mempermudah kita pada saat melakukan overclocking.

Sepertinya semua teknologi yang terdapat pada MSI GTX 460 Hawk memang ditujukan untuk para enthusiast overclocker dan memancing para pengguna untuk belajar lebih jauh tentang overclocking dengan segala kemudahan. Kemampuan MSI GTX 460 Hawk ini memang tidak perlu diragukan lagi untuk menjalankan game. Berbagai game terbaru dapat dijalankan dengan baik, bahkan pada resolusi 1080p.

Gigabyte GTX 460

Graphics card ini merupakan versi OC, dengan core clock 715 MHz. Namun sayangnya, hanya core clock-nya saja yang ter-overclock secara default, sedangkan memory clock masih mengikuti standar dari NVIDIA yaitu 900 MHz.

Dari segi desain, Gigabyte GTX 460 memiliki bentuk yang menyerupai sebuah mobil sport. Gigabyte menamakan HSF-nya dengan nama Windforce, yaitu sebuah heatsink tembaga yang tidak terllau tebal dengan dua buah heatpipe dan juga dua buah fan. HSF yang dimilikinya memiliki performa yang baisa saja. Pada kondisi default fan speed, suhu idle card ini mencapai 37 derajat Celcius dan full load mencapai 64 derajat Celcius.

Perlu diketahui driver Forceware yang disertakan Gigabyte bukan versi terbaru, yaitu FW 258,56, sehingga anda perlu mendownload versi terbaru untuk mendongkrak performanya.

Asus ENGTX460 TOP

Hadir dengan heatsink aluminium yang tebal, Asus GTX 460 TOP tampil kokoh dengan kesan dingin dan bertenaga besar. HSF yang digunakan memiliki teknologi DirectCU (Direct Contact Unit) yang hampir sama prinsipnya dengan heatsink pada prosesor. Teknologi ini diklaim mampu melepas panas secara optimal, terutama pada saat melakukan extreme overclocking.

Asus GTX 460 TOP dilengkapi dengan paket penjualan yang berlimpah, disertai dengan bonus CD case khusus dari Asus menjadi daya tarik dan keistimewaan dari produk Asus ini yaitu Voltage Tweak via Asus Smart Doctor yang memiliki fungsi serupa dengan MSI Afterburn. Hal ini sepertinya menantang para penggemar overclocking untuk mendapatkan hasil performa yang maksimal dari graphics card ini.

Asus ENGTX 460 TOP ini sendiri telah mengalami pre-OC dari 675 MHz menjadi 725 MHz pada core clock atau 15% lebih tinggi dari standar referenci NVIDIA.

Digital Alliance GTX 460 Sonic Platinum

Nama Platinum pada card ini menunjukkan core clock cad ini berjalan pada kecepatan. Card ini mampu melewati 3D Mark Vantage dengan core clocknya yang 800 MHz. Ditambah dengan kemampuan overclock yang tinggi, yang mencapai core clock 875 MHz dan memory clock 1050 MHz, semakin meningkatkan performanya.

EVGA GTX 460 Superclock

Sama seperti Digital Alliance, penulisan Superclock hanya untuk menyatakan card ini sudah pre-OC. Card in imemiliki core clock 763 MHz dan memory clock 950 MHz, namun sayangnya kemampuan overclocknya tidak tinggi, hanya mencapai 875 MHz pada core clock.

Bentuk fisik masih menyerupai versi reference dari NVIDIA, hadir dengan PCB berwarna hitam, membuatnya terlihat mewah. Begitu pula dengan HSF, masih sama desain asli dari NVIDIA. Untuk performa, fam ini masih tergolong baik, mampu menandingi performa dual fan yang digunakan pada card-card lainnya. Pada suhu idle card ini berkisar 35 derajat Celcius dan full load berkisar 61 derajat Celcius.

Sparkle GTX 460

Dari bentuknay tidak ada yang terlihat istimewa, hampir sama dengan reference dari NVIDIA, namnu telah menggunakan solusi pendingin non-reference. Menggunakan bahan pendingin dari aluminium, membuat cad ini memiliki bobot yang tergolong ringan. Heatsink aluminium yang digunakan tertutup rapi dilapisi dengan board plastik berwarna hitam.

Dilihat dari core clock-nya tampaknya telah mengalami factory pre-OC, ada sedikit peningkatan menjadi 700 MHz, namun masiha memiliki memory clock dengan speed reference NVIDIA.

Dari segi overclockability, hasil maksimal yang didapat adalah core clock 820 MHz dan memory clock 1025 MHz. Anda dapat menambahkan voltase untuk hasil overclocking yang lebih optimal.

Iklan