Graphics Card Fermi


Platform yang digunakan:

OS: Windows 7 Unlimate 64-bit

Prosesor: Intel i7 920 2.66 GHz

Motherboard: Gigabyte X58A-UD7

Memori: Consair Domintor GT 6 GB Kit PC3-12800

HSF: Thermalright Ultra Xtreme 120

HDD: Westren Digital Caviar Black 1 TB

PSU: Cooler Master UCP 1100W

Pendahuluan:

Pada dasarnya, graphics card memiliki peranan penting dalam sebuah sistem komputer, terutapa PC. Baik untuk kebutuhan gaming, Photo, dan Video Editing, maupun Multimedia. Sebagai konsumen, anda seringkali dipusingkan saat memilih sebuah graphics card. Terutama bagi anda yang tidak mengikuti perkembangan teknologi graphics card yang telah di rilis di Indonesia.

Tentu dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing, terkadang terlalu banyak pilihan justru semakin menyulitkan dalam memilih. Untungnya saat  ini hanya ada dua perusahaan besar yang dominan memimpin industri graphics card sehingga dapat sedikit mengerucutkan opsi dalam memilih dan membeli sebuah graphics card. Kedua perusahaan itu adalah AMD dan NVIDIA.

Perkembangan graphics card memang tidak akan ada habisnya, terutama dengan adanya persaingan dari dua kubu di atas. Bahkan, tidak jarang perkembangannya dirasa begitu cepat, anda pun merasa lelah untuk mengikutinya. Sebagai contoh, beberapa bulan yang lalu, NVIDIA telah merilis graphics card terbaru mereka yang dikenal dengan nama Fermi.

Hanya dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, NVIDIA telah merilis enam seri graphics card Fermi. Dimulai dengan GTX 480, GTX 470, GTX 465, GTX 460, serta dua seri terakhir GTS 450 dan GT 430.

Bahasan kali ini akan diarahkan ke GTX 460 dengan varian memori sebesar 1 GB, ada juga yang hadir dengan kapasitas memori 768 MB.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa GTX 480-lah yang memimpin keluarga Fermi dengan performa terbaiknya. Namun, dengan harga jual yang dimilikinya, banyak kalangan yang tidak bisa menggunakannya karena alasan keterbatasan dana. Untuk menjawab ini, NVIDIA segera merilis GTX 460 dengan harga lebih terjangkau.

GTX 460 memang dikenal memiliki performa yang tidak hanya andal, namun juga harga jual yang terjangkau. Hal inilah yang membuat GTX 460 banyak dijadikan pilihan oleh konsumen. Graphics card GTX 460 reference dari NVIDIA sendiri memiliki spesifikasi yang tinggi, dengan core clock 675 MHz dan effective memori clock 1800 MHz. Card ini mampu beroperasi pada mode 2-Way SLI untuk mendapatkan suntikan performa.

Dengan dukungan teknologi terkini, seperti DirectX 11, CUDA, dan NVIDIA 3D Vision Ready, GTX 460 memiliki nilai lebih. Seiring dengan suksesnya GTX 460 di pasaran Indonesia, berbagai vendor berlomba-lomba untuk menghadirkan GTX 460 dengan kapasitas memori 1 GB. Bahkan diantaranya hadir dengan status per-OC card. Card ini memiliki spesifikasi lebih tinggai dari reference NVIDIA. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan core clock dan memory clock yang dimilikinya. Bagi anda yang tertarik dengan performa dan harga pada card GTX 460 1 GB, akan dijelaskan dibawah ini.

Zotac GTX 460 AMP!Edition

Zotac adalah salah satu partner resmi dari NVIDIA, yang tidak mau ketinggalan untuk mengeluarkan produk berseri GTX 460. Seri ini termasuk yang di Overclock dari pabriknya, yaitu GTX 460 AMP!.

Performanya sudah jauh dari reference, yaitu Core Clock 810 MHz dan memory clock 1000 MHz. Kemampuan card ini tidak perlu diragukan lagi, seluruh pengujian sintetik mampu dilewati dengan lancar. Demikian pula dengan pengujian berbagai game baru. Desain yang futuristik menjadi nilai tambah bagi anda, yang turut memperhitungkan faktor desain dari sebuah graphics card.

GTX 460 AMP! Dilengkapi dengan heatsink yang mampu meredam panas dengan baik. Pada saat idle, suhu yang dihasilkan berkisar 31 derajat Celcius dan suhu full load hanya 69 derajat Celcius.

Untuk paket penjualannya, disertakan sebuah CD game Prince of Persia POP Forgotten Sand.

Dari sisi overclockbility, graphics card ini memiliki keunggulan dibandingkan card lain, berdasarkan hasil pengujian, card ini mampu dijalankan dengan baik pada core clock 900 MHz dan memory clock 1150 MHz. peningkatkan performa berhasil mengdongkrak GPU score sebesar 28% pada 3D Mark Vantage.

Galaxy GTX 460

Merk yang satu ini masih terdengar asing di sebagian pengguna Graphics Card di Indonesia. Pabrikan yang berdiri sejak tahun 1994 di Hongkong ini memang baru memasukkan produknya ke indonesia beberapa tahun terakhir ini. Galaxy sebagai salah satu partner resmi dari NVIDIA turut mengeluarkan card dari keluarga Fermi, yaitu Galaxy GTX 460.

Yang menarik dari Galaxy GTX 460 adalah feature dari heatsink fan yang dipergunakannya, sistem fan-nya bisa di bongkar pasang (detachable fan). Fan bawaan dari Galaxy ini bisa kita ganti dengan fan lain, tentunya dengan ukuran yang sama.

Feature ini sejatinya mampu meningkatkan performa card, terutama ketika anda melakukan overclocking. Namun, fan yang diberikan tergolong tipis dan terlihat tidak bertenaga. Hal ini bisa dilihat dari kemampuan overclocking-nya yang hanya mampu berjalan hingga core clock 800 MHz pada default Vcore.

Dengan dipersenjatai core clock 710 MHz, card ini sudah cukup untuk menjalankan game terbaru dengan nyaman. Dengan factory per-OC, Galaxy GTX 460 sudah tentu lebih tinggi performanya bila dibandingkan dengan versi standar reference dari NVIDIA.

Satu hal yang menjadi keunggulan Galaxy GTX 460 ini adalah paket penjualannya dan dokumentasi yang dimilikinya tergolong cukup lengkap. Selain itu, juga harga yang cukup murah di tingkatan GTX 460.

Point of View GTX 460

Point of View (POV)  GTX 460 TGT merupakan per-OC card dengan clock tertinggi, core clock-nya mencapai 824 MHz dan memory clock 1005 MHz. Hasilnya tanpa perlu overclock, card ini memiliki performa yang tinggi. Dalam 3D Mark Vantage maupun gaming benchmark lainnya. Namun sangat disayangkan, card dari POV ini tidak bisa di uji menggunakan Forceware 260.63 beta. Karena Bios pada card ini tidak kompatibel dengan Forceware tersebut, menyebabkan timbulnya artifak pada layar monitor.

Calibre GTX 460

Calibre kembali memanaskan persaingannya dengan GTX 460. Mendengar nama Calibre, mungkin anda sudah menduga card ini memiliki spesifikasi yang telah ter-overclock secara default, ya memang untuk meneruskan tradisi yang telah dikenal masyarakat sejak lama, card ini datang dengan core clock 825 MHz dan memory clock 1000 MHz yang tentunya lebih tinggi dari reference NVIDIA.

Skor yang didapat dapat benchmark sintetik maupun game terlihat jelas berbeda dari card lainnya. Calibre GTX 460 menghasilkan skor tinggi dalam 3D Mark Vantage, baik pada resolusi 1920 x 1080 maupun 1280 x 1024.

Selain dikenal dengan spesifikasinya yang tinggi, Calibre juga dikenal dengan desain card dan cooling yang garang. Meskipun GPU dari GTX 460 dikenal memiliki suhu yang bersahabat, Calibre tetap menyematkan card ini dengan HSF andal dari Artic Cooling. Accelero Twin Turbo Pro ternyata mampu meredam suhu yang dihasilkan dengan baik, terbukti suhu full load dapat ditekan hingga 53 derajat Celcius.

Bersambung….