Memunculkan Diri

Beberapa kawan dari kebaktian kaum pria rajin olahraga jalan pagi. Untuk 60 menit mereka jalan cepat – ngos ngosan – sampai mandi keringat.

Kalau harus jawab terus terang, enak atau tidak? Jawabannya tidak enak! Mengapa dilakukan? Mereka doyan makan enak, dan dengan olahraga, asupan input kalori di-netralisir. Lagipula kabarnya olahraga baik untuk jantung dan paru.

Mereka tidak pernah tanya pada diri sendiri. Mau olahraga nggak hari ini? Jawabannya pasti “males ah!” Untuk bisa berolahraga, mereka kerjakan saja! Lakukan!

Punya saat teduh teratur, mirip seperti ini. Jangan tanya: “Lagi mau doa nggak?” Lakukan saja. Munculkan saja diri di depan Tuhan!

Ada orang berdoa dengan sikap persis orang kantoran. Pagi ini kerja. Besok kerja lagi. Lusa…ya kerja lagi.
Keuntungannya tidak terasa saat itu. Tapi disiplin yang muncul pasti besar manfaatnya.

Tahukah anda bahwa Leonardo Da Vinci – sebelum jadi seniman mahakarya selama sepuluh tahun latih – latih – latih dirinya menggambar jari, telinga hidung dan sebaginya. Sepuluh tahun!

Kemudian ia siap! Pengalamannya teratur. Mula-mula ada disiplin untuk melakukannya secara terus menerus.
Tiba-tiba anda menikmati sebuah alur komunikasi istimewa dengan Tuhan. Jadi, kepingin atau tidak, mari biasakan diri untuk memunculkan diri di depan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s