Tuhan Yesus tidak tidur:Mengambil Keuntungan

Tuhan Yesus tidak tidur

Mengambil Keuntungan

Untuk menolong korban gempa, gereja kami membuka posko kesehatan di daerah bencana. Setelah melayani selama 10 hari, tim medis dari RS Bethesda, Serukam, Kalimantan Barat mengakhiri tugasnya. Supaya pelayanan kesehatan tetap berjalan, maka relawan bernama Siwi Budi Wibowo mendatangi PMI untuk meminta bantuan dokter.

“Anda bisa membayar berapa?” tanya petugas PMI tanpa basa-basi. Siwi terperangah. “Oke. Dokter Anda mau dibayar berapa? Kami sanggup membayar berapa pun yang Anda minta,” sergah Siwi.

“Lha, biasanya dokter yang bertugas di Posko Anda dibayar berapa?” petugas PMI balik tanya. “Dokter di tempat kami tidak meminta bayaran,” jawab Siwi,” mereka datang dengan biaya sendiri dan membawa obat-obatan sendiri. Bahkan ketika pulang, mereka meninggalkan obat-obatan itu.”

Wajah petugas PMI itu menjadi merah. Ia pamit masuk ke dalam dengan alasan menelpon dokter. Tidak lama kemudian petugas itu keluar lagi. “Maaf, untuk saat ini kami tidak memiliki tenaga dokter,” katanya.

Dalam situasi yang serba memprihatinkan, masih saja ada pihak yang tega memetik keuntungan untuk diri sendiri. Penjual terpal dan pedagang bambu menaikkan harganya beberapa kali lipat. Bahkan tukang ojek pun menaikkan ongkosnya. Tersiar kabar, ada maling yang mencuri harga-benda korban yang belum sempat diurus.

Yesus memberi peringatan keras bahwa setiap orang yang akan menyelamatkan nyawanya, justru tidak akan selamat. Namun, barangsiapa yang memberikan dirinya dengan tulus demi kepentingan Kristus, maka orang itu diselamatkan. Pilihan ada di tangan Anda.

Hidup tidak hanya untuk masa kini. Setiap perbuatan kita selalu berdampak di masa kekekalan.