Tuhan Yesus tidak tidur:Imam yang Kosong

Tuhan Yesus tidak tidur

Imam yang Kosong

Seminggu setelah gempa di Jogyakarta dan Jawa Tengah, ada SMS berantai. Isinya tentang berita dari CNN bahwa pada hari Rabu diperkirakan akan terjadi gempa dahsyat dan mungkin terjadi tsunami. Hal ini dikatakan sesuati dengan nubuatan seorang pengkhotbah terkenal. Setelah membaca pesan ini, ayah saya menjadi cemas.

Saya menganjurkan beliau supaya mengabaikan SMS itu. Saja jelaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu meramalkan terjadinya gempa secara akurat. Andaikata berita itu benar, tentunya pemerintah sudah memperingatkan warga tentang bahaya ini. Kenyataannya, “nubuatan” itu tidak terjadi.

Saya merenung, jika ada orang Kristen yang meneruskan SMS ini berarti mereka percaya pada “nubuatan” ini. Namun, mengapa mereka tidak melakukan usaha untuk mengantisipasi bencana itu? Apakah mereka sudah memberi peringatan kepada penduduk yang bermukim di daerah pantai? Apakah mereka sudah menyiapkan ambulans dan tenaga medis? Apakah mereka telah menyiapkan logistik untuk disalurkan kepada para korban? Jika mereka tidak melakukan perbuatan itu, sesungguhnay mereka memiliki imam yang kosong.

Seandainya ada orang yang memberi tahu Anda bahwa presiden akan bertamu ke rumah Anda, apa yang Anda lakukan? Jika Anda memercayai orang itu, Anda segera membenahi rumah dan menyiapkan jamuan makan. Namun jika Anda tidak melakukan apa pun, itu artinya Anda tidak percaya kepada orang itu. Jika Anda mengimani sesuatu, tetapi tidak melakukannya, itu sama saja dengan bohong.

Imam tanpa perbuatan adalah mati. Perbuatan apa yang telah Anda lakukan sebagai wujud imam Anda?

 

Iklan