Tuhan Yesus tidak tidur:Berseru dalam Kesesakan

Tuhan Yesus tidak tidur

Berseru dalam Kesesakan

Ketika gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, Daniel Climax Mauwa baru saja mengantarkan lukisan ke kota kami. Ke mana pun ia pergi, ia selalu menyempatkan diri untuk beribadah di hari Minggu. Saat beribadah di gereja kami, ia melihat posko bencana gempa bumi yang digalang oleh gereja kami. Ia segera memutuskan untuk bergabung menjadi relawan. Padahal pemuda Ambon ini sesungguhnya juga menjadi korban gempa. Gempa telah menghancurkan studio seni miliknya di kota Yogyakarta. Bersama temannya, ia baru saja menyewa tempat itu sebesar 18 juta rupiah.

Namun, bujangan yang pernah menjadi relawan di Aceh ini tidak mau larut dalam dukacita. Setelah menyelamatkan harga miliknya yang tersisa, ia segera terjun secara total menjadi relawan. Sejak hari ketiga setelah gempat, Daniel ikut membersihkan puing-puing dan mendirikan tenda darurat di atasnya. Selama berhari-hari, ia tidur di tenda darurat untuk menjaga peralatan dan logistik di posko kami. Meskipun kehilangan karya dan peralatannya yang berharga, saya tak pernah melihat raut muka sedih di wajahnya. Ia selalu tampak bersemangat dan penuh canda.

Berduka dan menyesali sesuatu adalah hal yang manusiawi. Mungkin saat ini Anda sedang mengalami kehilangan yang sangat besar. Wajarlah jika Anda berduka. Walaupun demikian, kita tidak boleh larut dalam peratapan. Kita memiliki Bapa yang mendengar jeritan anak-anak-Nya. Dalam kesesakan berserulah kepada-Nya, Dia yang penuh kasih itu pasti memberikan kelegaan pada Anda.

Dalam kesesakan, berserulah kepada Allah dan rasakan kelegaan dari-Nya.