Tuhan Yesus tidak tidur:Kuk yang Ringan

Tuhan Yesus tidak tidur

Kuk yang Ringan

Ada sebuah legenda tentang masa muda Yesus. Pada masa muda-Nya, Yesus berprofesi sebagai tukang kayu yang terkenal di Nazaret. Banyak orang dari tempat jauh yang memesan kuk buatan Yesus, karena mutunya bagus.

Setiap kali ada pelanggan yang datang bersama sepasang sapinya, Yesus lebih dulu mengukur tinggi dan lebar bahu setiap sapi. Dia lalu mengukur jarak di antara dua sapi. Setelah itu, Yesus mengerjakan kuk sesuai dengan ukuran itu. Beberapa minggu kemudian, pelanggan datang lagi sambil membawa sepasang sapinya. Yesus memasangkan kuk ke bahu ke dua sapi. Karena sudah diukur dengan cermat, kuk itu menempel dengan pas di bahu sapi. Kedua sapi itu merasa nyaman dalam menanggung kuk itu.

Dalam perumpamaan tentang kuk itu, seolah-olah terjadi sebuah paradoks. Di satu sisi, Yesus mengundang orang yang memikul beban berat supaya datang kepada-Nya. Dia berjanji akan memberi kelegaan. Namun ketika orang itu datang, Yesus malah memasang kuk padanya.

Yesus mengatakan demikian karena Dia ingin menyampaikan sebuah pesan: dengan menjadi pengikut-Nya tidak semua masalah hidup langsung hilang. Walaupun demikian, Yesus berjanji bahwa kuk made in Nazaret itu “enak”. Dalam bahasa Yunani, kata “enak” biasa digunakan oleh tukang jahit yang artinya “sudah pas”, sesuai dengan ukuran badan.

Ketika memasang kuk untuk kita, Yesus sudah mengukur kapasitas kita dengan cermat. Karenanya, ketika kita mengenakan kuk itu, kita merasa nyaman. Di sisi lain, kuk itu juga dirancang untuk berdua. Mitra Anda dalam memikul kuk itu adalah Yesus sendiri. Itu sebabnya Yesus berani menjamin bahwa beban-Nya ringan.

Hidup ini memang berat, tetapi menjadi ringan jika dipikul bersama Yesus.