Tuhan Yesus tidak tidur:Pemain Catur Hebat

Tuhan Yesus tidak tidur

Pemain Catur Hebat

Menjelang Natal, Pak Yono dan isteri mendatangi pabrik gelas untuk memesan gelas, untuk suvenir perayaan Natal. Sayangnya, gelas yang dicari itu sudah tidak diproduksi lagi. Maka dengan perasaan kecewa, suami isteri ini pun pulang. Untuk menghibur hati, mereka mampir sejenak ke rumah Pak Frans Lazara.

“Darimana saja?” sambut Pak Frans. Bu Yono lalu menceritakan usaha mereka mencari gelas, tapi nihil. “Mengapa tidak memakai mug saja?” tanya Pak Frans, “Ditempat saya ada mug. Ambil saja!”

“Tapi kami butuh banyak,” sahut Pak Yono. Ia pikir, paling-paling Pak Frans cuma punya satu atau dua lusin. “Berapa sih yang dibutuhkan?” tanya Pak Frans. “Banyak, Pak. Sebanyak 150 biji,” jawab Bu Yono.

“Saya pinya banyak kok. Di gudang saya masih ada lima ribu biji! Itu sisa ekspor kemarin. Ambil saja,” timpal Pak Frans enteng.

Suami isteri ini girang bukan main. Mereka lalu pulang. Sesampainya di rumah, sudah ada sepucuk surat yang emnunggu dari sebuah panti asuhan. Membaca surat itu, Bu Yono seperti digerakkan. Melalui rapat kilat, kemudian diputuskan mengalihkan anggaran suvenir untuk membantu panti asuhan.

“Tuhan itu memang pemain catur yang hebat!” kata Bu Yono, “Bayangkan, seandainya pabrik gelas tidak menghentikan produksi gelas itu, mungkin kami tidak mampir ke rumah Pak Frans. Seandainya Pak Frans tidak tergerak menyumbangkan mug, mungkin panti asuhan itu tidak segera mendapat bantuan.” Saya manggut-manggut mengamini perkataannya.

Strategi Tuhan memang sering susah kita pahami. Sebagai pion, kita menurut saja pada Pengatur Strategi Agung itu!

Tuhan mengarahkan hidup kita dengan berbagai cara: maju, mundur, menyamping, atau melompat. Namun tujuannya satu: untuk menang!