Tuhan Yesus tidak tidur:Emangnya Enak Jadi Kristen?

Tuhan Yesus tidak tidur

Emangnya Enak Jadi Kristen?

Ada seorang wanita Kristen yang hidupnya saleh. Hampir seluruh hidupnya diserahkan untuk melayani Tuhan. Tidak hanya tenaga dan pikirannya, tetapi juga tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk pekerjaan Tuhan. namun selalu delapan tahun terakhir, ia harus mengalami gangguan kesehatan. Setiap hari, ia harus mengonsumsi berbagai macam jenis obat. Karena harus bekerja keras menyaring sisa-sisa obat yang tidak diserap tubuh, ginjalnya akhirnya rusak. Kedua ginjalnya hanya berfungsi sebesar 50 persen.

Melihat keadaannya, dalam hati saya memprotes, “Ini sungguh tidak adil!” Ia sangat mengasihi Allah, tetapi mengapa harus mengalami pergumulan yang berat? Saya selalu teringat teman saya yang alin. Meskipun sudah puluhan tahun berdoa, tetapi Tuhan belum mengaruniakan anak kepadanya. Ia sudah menjalani terapi, tetapi belum hamil juga. Walaupun demikian, ia tidak memiliki kepahitan dengan Tuhan. “Tuhan itu sudah sangat baik kepada saya,” katanya, “masa sih saya harus meninggalkan-Nya, hanya gara-gara tidak dikaruniai anak?” Ia lalu mengutip ucapan Ayub, “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?”

Siapa bilang menjadi Kristen itu enak terus? Yesus mewajibkan setiap pengikut-Nya untuk memikul salib. “Barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak dapat menjadi pengikut-Ku” (Lukas 14:27). Perhatikan kata “salibnya sendiri!” Kita tidak diperintahkan untuk memikul salib Yesus atau salib orang lain. Kita harus memikul salib kita sendiri. Salib itu telah diukut dan disesuaikan dengan tubuh kita. Dengan pertolongan Allah, kita mampu memikulnya.

Penderitaan di dunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemuliaan di surga.