Tuhan Yesus tidak tidur:Kekuatan Tersembunyi

Tuhan Yesus tidak tidur

Kekuatan Tersembunyi

Seorang anak ingin membantu ayahnya bekerja di ladang. Ayahnya menyuruh ia menyingkirkan batu-batu yang berserakan di ladang supaya ia bisa membajaknya. Beberapa saat kemudian, anak itu berusaha keras menggulingkan sebuah batu besar. Sang ayah hanya menyaksikan dari jauh. Anak itu mengerahkan segenap tenaga, tetapi batu itu tetap bergeming. Akhirnya ia menyerah. Dengan terengah-engah ia berkata kepada ayahnya, “Aku tak bisa memindahkan batu ini.”

“Apakah kamu sudah menggunakan seluruh kekuatanmu?” tanya ayahnya sambil berjalan mendekat. “Sudah, Yah,” jawabnya murung.

Sang ayah tersenyum sambil menepuk bahu anaknya. “Belum. Kau belum menggunakan semua kekuatanmu. Kau belum meminta bantuanku,” katanya sambil memegang batu besar itu. Dengan bantuan ayahnya, anak itu berhasil menggulingkan batu.

Menurut adat Timur, ketika kita dipuji, biasanya lalu merendahkan diri sambil berkata, “Ah, biasa saja kok. Kalau bukan anugerah Tuhan, saya tidak bisa berbuat seperti ini.” Kebiasaan ini patut dikembangkan karena orang-orang percaya memang hanya mengandalkan kekuatan Tuhan (Yeremia 17:7). Dengan mengosongkan kekuatan dalam diri kita, maka kuasa Tuhan yang luar biasa itu mengalir dan memenuhi hidup kita. Dengan demikian kita bisa melakukan perkara-perkara “yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia” (1 Korintus 2:9).

Kekuatan yang disediakan Bapa untuk orang-orang yang mengasihi Dia. Apakah Anda sedang memindahkan “batu besar” yang menghalangi kehidupan Anda? Lihatlah, Bapa sedang menunggu undangan Anda untuk bersama-sama menggulingkan batu besar itu.

Satu penghalang yang menyebabkan kuasa Allah tidak bekerja dalam diri Anda adalah kekuatan Anda sendiri.