Tuhan Yesus tidak tidur: Kekhawatiran, Kekayaan, Nafsu

Tuhan Yesus tidak tidur

Kekhawatiran, Kekayaan, Nafsu

Yesus mengumpamakan firman Tuhan seperti benih yang ditaburkan. Ada yang ditabur di pinggir jalan, tanah berbatu, semak berduri, benih itu masih bisa bertumbuh. Namun, pertumbuhannya kurang memuaskan karena tanaman ini harus berebut sumber makanan dengan semak berduri. Akibatnya, tanaman ini tidak bisa berbuah. Apa saja “semak berduri” itu?

Bagi orang miskin, “semak duri” itu berupa kekhawatiran. Dalam bahasa Yunani, kata “kekhawatiran” juga berarti “terbagi”. Kekhawatiran membuat hati dan pikirannya terbagi. Ia sibuk memikirkan apa yang akan dimakan hari ini? Apakah ia bisa membayar hutang? Apakah bisa menyekolahkan anak-anak? Kapan bisa punya rumah sendiri? Dalam situasi seperti ini, ia kesulitan untuk membangun kehidupan doa, membiasakan diri bersaat teduh atau melakukan pelayanan. Lalu, apa yang dilakukan? “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7)

Bagi orang kaya, “semak duri” itu berupa kekayaannya. Setiap hari ia memikirkan cara mengamankan, menginvestasikan dan melipatgandakan hartanya. Ia telah menjadi hamba uang (Matius 6:24). Sikap yang lebih tepat adalah memandang kekayaan sebagai titipan dari Allah untuk pekerjaan kerajaan Allah di dunia.

Bagi semua orang, “semak duri” itu berupa keinginan atau nafsu. Hasrat memberikan semangat kepada kita untuk berbuat sesuatu dengan sungguh-sungguh. Namun, hal ini dapat membahayakan apabila kita hanya menuruti keinginan daging. Kita harus “menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya” (Galatia 5:24)

Babatlah semak berduri di sekitar Anda, makan Anda akan bertumbuh dengan pesat.

Iklan