Teknologi di tahun 2011

Teknologi di tahun 2011

Layar Warna untuk E-Book Reader

Tablet multimedia yang tidak dilengkapi dengan layar warna memang memberikan masalah bagi e-reader. Namun sekarang perangkat untuk membaca buku digital tersebut dapat memperkuat posisinya. Dengan teknologi e-Ink Triton, e-reader ekonomis pun dapat menampilkan koran dan majalah digital dalam format berwarna. Bahkan, Amazon Kindle pun akan menawarkan layar warna pada akhir 2011 nanti. E-book reader memang tidak dapat mendesak Tablet. Paling tidak, tetap memberikan  tempat bagi para banyak penggunanya. Bersamaan dengan itu, e-book mulai semarak. Mulai 2011 nanti, New York Times bakal menawarkan buku digitalnya.

Terobosan dari Android

Tahun lalu, hanya 3,5 persen smartphone menggunakan sistem operasi Android. Namun saat ini 1 dari 4 ponsel menggunakan sistem operasi ini. Kecenderungan pun meningkat. Target keberhasilan tersebut bukan tidak berasalan. Para produsen tidak lagi harus membayar lisensi, pengguna memperoleh keuntungan dengan OS yang cepat, mudah digunakan, senantiasa berkembang, serta pilihan ponsel yang beragam. Di tahun ini saja, sekitar 500.000 Android Apps bakal meluncur ke pasaran.

NFC & 3D untuk Smartphone

NFC (Near Field Communication), teknologi mobile jarak pendek yang sudah established di Jepang, dapat mengubah smartphone menjadi sarana pembayar, sebagai tiket jalan tol, atau sebagai kunci mobil dan hotel. Wi-Fi Direct, sebuah protocol baru untuk koneksi WLAN secara langsung antara dua perangkat, mampu menggantikan Bluetooth yang terbilang masih lamat. Data yang dikirim hampir 20 kali lebih cepat. Dengan LTE, penerus 3G, kecepatan download melalui mobile web pun meningkat menjadi dua digit MBit/s. Untuk performa lebih dapat digunakan prosesor Dual Core seperti Nvidia Tegra 2. Bahkan, ponsel dengan layar 3D tanpa kacamata khusus bukan lagi hal yang baru. Biaya pengembangan layar autosteroscopic tidak begitu besar lantaran ukurannya yang kecil, resolusi yang rendah serta pembatasan terhadap satu pengguna saja.

Zamannya Ponsel Navigasi

Sistem navigasi klasik sudah ketinggalan zaman. Ponsel berbasis Android dan Windows kini menawarkan navigasi online, bahkan Nokia dilengkapi dengan onboard navigation. Tidak mau kalah, produsen perangkat navigasi memberikan Smartphone Apps khusus. Misalnya Navigon dengan Augmented Reality-nya. Dengan software tersebut, informasi seputar gedung atau tempat-tempat menarik berubah menjadi gambar live pada kamera ponsel.

Notebook dengan Dual Boot dan 3D

Permintaan terhadap notebook klasik tetap meningkat. Berdasarkan hasil riset, pertumbuhannya mencapai sekitar 15 sampai 20 persen. Namun, Samsung memprediksi angkanya dua kali lebih besar. Beragam perangkat yang akan datang menawarkan layar 3D, sangat cocok untuk game maupun film. Selain itu, dual sistem cukup berhasil, terutama dengan Android. Produsen dapat menawarkan sistem operasi kedua tanpa perlu membayar lisensi.

Iklan