Tuhan Yesus tidak tidur: Kuasa Doa

Tuhan Yesus tidak tidur

Kuasa Doa

Monica lahir dan dibesarkan oleh keluarga Kristen yang tingga di Tagaste, Afrika Utara. Ia dinikahkan dengan seorang penyembah berhala. Suaminya selalu mengkritik kesalehan Monica. Meskipun demikian, Monica selalu setia mendoakan suaminya (Akhirnya doanya dijawab setahun sebelum Monica Meninggal. Suaminya bertobat)

Monica melahirkan 3 anak. Anaknya yang sulung bernama Agustinus di kemudian hari banyak dikenang orang. Sewaktu muda, Agustinus dikenal sebagai anak yang suka memberontak. Pada usia 15 tahun ia sudah kumpul kebo dengan seorang wanita.

Agustinus muda menekuni filsafat Manicheism yang meyakini ada dua Pencipta. Pertama, Tuhan yang mencipatakan semua hal yang baik. Kedua, Roh Jahat yang menciptakan semua hal yang buruk. Para pengikutnya yakin bahwa kedua “Pencipta” ini kedudukannya setara.

Agustinus mempelajari ilmu retonika dan mulau berkelana dari kota ke kota untuk mengajar dan berpidato. Ketika sampai di Milan, Italia, ia mendengar khotbah Ambrose yang menyadarkannya kembali pada Kristus. Beberapa tahun kemudian, Agustinus dibimbing oleh Ambrose, lalu dibaptis pada usia 33 tahun. Ia meninggalkan pasangan kumpul kebo-nya dan bertekad melayani Tuhan. Yang menarik, pertobatan Agustinus ini tidak lepas dari peran Monica, ibunya. Selama Agustinus menjadi ‘domba yang hilang’, Monica selalu setia mendoakan anaknya.

Beberapa tahun setelah pertobatan Agustinus, Monica meninggal dunia. Sebelum meninggal, ia berkata kepada Agustinus, “Nak, di dunia ini tidak ada yang menyamai sukacitaku. Aku tidak punya keinginan lain lagi karena sekarang semua pengharapanku sudah terpenuhi.” Apakah saat ini Anda mendoakan seseorang? Jangan cepat putus asa. Ingatlah Monica yang berdoa selama lebih dari 15 tahun dan akhirnya Tuhan menjawab doanya.

Jika saat ini Tuhan belum menjawab Anda, bukan berarti Dia tidak mendengarkan doa Anda.