Tuhan Yesus Tidak Tidur: Pintu Hati

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Pintu Hati

Anda mungkin pernah melihat lukisan Holman Hunt yang indah. Holman melukis gambar Kristus yang sedang berdiri di sebuah taman pada tengah malam. Yesus digambarkan sedang memegang sebuah lentera dengan satu tangan dan tangan satunya lagi sedang mengetuk sebuah pintu.

Ketika melihat lukisan ini, teman sang seniman itu memberi komentar, “Holman, engkau telah berbuat kesalahan. Pintu dalam lukisanmu itu tidak memiliki pegangan.”

“Itu bukan sebuah kesalahan,” jawab seniman itu, “itu adalah pintu hati manusia, sebuah pintu yang hanya bisa dibuka dari dalam.” (Saat Chung Tzu Kehilangan Isteri).

Selama berbulan-bulan, – bahkan mungkin bertahun-tahun – , Yesus mengetuk pintu Anda. Apakah Anda mendengar suara ketukan itu? Ah, mungkin saja kita tidak mendengarnya karena kita terlalu asyik dengan pekerjaan; atau mungkin suara itu kalah oleh suara televisi; atau ketukan itu kalah oleh kekhawatiran atas kehidupan yang berkecamuk dalam pikiran.

Jujur saja, saya sering tidak mendengar suara ketukan itu. Entah karena kesibukan kerja atau kemalasan, saya enggan membukakan pintu bagi Yesus. Bahkan ketika sudah membuka pintu, saya tidak mempersilakkan Dia masuk. Atau juga Dia sudah masuk, saya malah mempersilakan-Nya keluar lagi.

Lihat, Yesus berdiri di muka pintu dan mengetuk. Kitalah yang seharusnya membukakan pintu dan membiarkan Allah masuk. Dia telah berdiri di luar batin kita, sambil mengetuk pintu hati kita, agar kita membiarkan Dia masuk. Kapankah kita membukan pintu hati kita kepada-Nya?

Pegangan pintu itu ada di tangan Anda. Bukalah pintu bagi Yesus!

Iklan