Tuhan Yesus Tidak Tidur: Hati yang Gembira

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Hati yang Gembira

Orang yang bergembira bukan berarti orang yang bebas dari persoalan hidup. Mereka juga mengalami berbagai masalah hidup dan penderitaan, tetapi mereka memandang semuanya sebagai bagian dari proses pertumbuhan rohani. Bagaimana cara membuat hati yang gembira?

Buang Kekhawatiranmu

Kekhawatiran tidak akan membuat kehidupan kita semakin ringan, justru sebaliknya akan semakin memperberat. Kekhawatiran tidak banyak gunanya (Matius 6:27). Apakah itu berarti kita hanya pasrah saja? Burung-burung memang dipelihara oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak melemparkan makanan ke sarangnya, bukan? Kita harus tetap berusaha, sambil dilandasi keyakinan bahwa Allah tetap memelihara kita.

Memakai Kacamata Kekekalan

Kita memandang segala sesuatu dalam sudut pandang Allah. Kita menjalani penderitaan itu dengan tabah dilandasi keyakinan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:28).

Menerima Kenyataan

Kita tidak bisa mengatur semua hal di dunia ini supaya sesuai dengan kehendak kita. Ada hal-hal tertentu, terutama faktor yang ada di luar diri kita, yang tidak dapat kita ubah. Terhadap kenyataan yang tidak dapat kita ubah, kita sebaiknya bersikap pasrah dan menerima kenyataan dengan perasaan damai.

Menghitung Berkat/Bersyukur

Bersyukur berarti berterima kasih dan menghargai apa yang kita miliki saat ini. Rasa bersyukur memenuhi perasaan hati kita dengan rasa gembira karena merasa diberkati dengan banyak karunia. Benjamin Franklin mengatakan, “Kita tidak pernah menghargai air sampai suatu saat nanti ketika sumber air kering.” Kita kadang-kadang kurang menghargai orang, benda, atau kemudahan yang kita miliki sampai suatu saat kita kehilangan semua itu.

“Yang penting bukanlah berapa banyak yang kita miliki, tetapi berapa banyak yang kita nikmati” – Charles Spurgeon