Tuhan Yesus Tidak Tidur: Berdirilah Teguh

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Berdirilah Teguh

Paulus memulai pasal 4 ini dengan memberi nasihat sebagai sesama saudara supaya “berdiri teguh”. Pada pasal sebelumnya, Paulus mengingatkan bahwa jemaat Filipi harus menghadapi penyesat-penyesat yang mengganggu jemaat. Terhadap orang-orang demikian, jemaat harus berdiri teguh dan tidak memberi diri untuk disesatkan.

Bagaimana caranya berdiri teguh? Berdasarkan pengalaman, orang yang berdiri teguh adalah orang-orang yang memiliki persekutuan indah dengan Allah. Persekutuan ini dibangun melalui kehidupan doa yang tak jemu-jemu. “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” (Lukas 18:1).

Ada pepatah: “Doa menghentikan dosa, dosa menghentikan doa”. Jika kita berdoa dengan setia, kecil kemungkinan kita tidak berbuat dosa. Sebaliknya, jika kita berbuat dosa, kita berhenti doa. Allah tidak bersekutu dengan kita sampai kita bertobat dan mengakui dosa kita.

Orang yang rajin berdoa tidak akan menjadi lemah. Doa bukan sekadar ritual menutup mata dan berkomat-kamit. Doa adalah hak istimewa yang diberikan kepada orang Kristen. Dalam doa, terdapat suatu jalinan relasi antara manusia dengan Tuhan. kita memiliki jalur hotline yang terhubung langsung dengan Allah. Dalam relasi ini, juga disalurkan kuasa dari Allah sehingga memberi kekuatan kepada umat-Nya. Jika kita tidak menjadi lemah, pada waktunya kita akan mendapatkan kesempatan untuk menuai (Galatia 6:9).

Dengan doa, Anda selalu terhubung langsung dengan Allah. Tidak pernah ada nada sibuk, tidak pernah dijawab oleh mesin penjawab otomatis dan tidak melalui operator.

Iklan