Tuhan Yesus Tidak Tidur: Penginjilan Belas Kasih

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Penginjilan Belas Kasih

Ada legenda menarik pada abad ke-13 tentang Santo Fransiskus. Suatu kali ia mengajak seorang novis ( calon pastor) untuk berkhotbah di desa sebelah. Dalam perjalanan, mereka menjumpai seseorang yang mengalami luka-luka. Mereka berhenti sejenak untuk mengobati luka-luka orang itu. Setelah itu melanjutkan perjalanan kembali.

Tidak berapa lama, mereka bertemu dengan seorang pengemis yang kelaparan. Mereka berhenti sejenak untuk menolong pengemis itu. Ketika melanjutkan perjalanan, mereka bersua dengan beberapa orang yang membutuhkan pertolongan. Fransiskus dan muridnya pun selalu memberi pertolongan.

Ketika matahari sudah turun ke ufuk Barat, Fraksiskus mengajak muridnya kembali ke biara untuk sembayang petang.

“Bapa, bukankah kita akan berkhotbah di desa ini? Mengapa sekarang kita malah pulang,” tanya sang novis heran. Fransiskus tersenyum. “Itu yang sudah kita lakukan sepanjang hari ini,” jawab Fransiskus.

Penginjilan tidak harus dengan kata-kata. Penginjilan yang sesungguhnya adalah membagikan kasih Allah kepada sesama dengan tulus. Mengapa perbuatan baik orang Kristen masih dicurigai pihak lain? Jujur saja, kadang kala kita melakukan hal itu dengan motif tersembunyi. Entah itu supaya anggota gereja bertambah demi menjaga citra baik gereja atau bahkan demi keamanan gereja.

Tugas kita adalah mengasihi sesama dengan tulus. Perkara apakah orang itu akan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya atau tidak, itu adalah urusan Roh Kudus.

Melalui perbuatan baik kepada sesama, kita dapat mengagungkan nama Allah. Orang-orang akan memuji Allah yang kita sembah.

Iklan