Satu Talenta untuk Jiwa

Dalam Yohanes pasal 4 kita membaca tentang Tuhan Yesus menyelamatkan seorang perempuan Samaria yang berdosa, orang yang ditolak dan dibenci oleh orang Yahudi. Setelah menerima Tuhan Yesus, perempuan itu pergi ke kota dan berkata kepada orang banyak di kota tersebut bahwa Tuhan Yesus mengatakan kepadanya segala sesuatu yang telah diperbuatnya.

Ketika murid-murid melihat Tuhan Yesus bercakap-cakap dengan perempuan itu murid-murid memperlihatkan sikap ketidak setujuan mereka pada Tuhan Yesusm bukan saja karena dia perempuan tetapi juga karena wanita tersebut bukan bangsa Yahudi. Tentu saja Yesus mengetahui apa yang ada dalam pikiran murid-muridNya itu sehingga Dia menjawab mereka,”MakananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya.” (Yohanes 4:34).

Pekerjaan yang dimaksud adalah membawa jiwa kepada Tuhan termasuk perempuan Samaria yang berdosa itu.

Dalam Matius pasal 25, Tuhan Yesus mengajarkan tentang Kerajaan sorga. Ada seorang tuan yang hendak bepergian ke luar negeri, lalu ia memanggil hamba-hambanya dan membagikan hartanya kepada mereka. Ada yang dibagi 5 talenta, ada yang 2 talenta dan 1 talenta. Yang lima talenta menghasilkan lima talenta demikian juga yang dua menghasilkan dua talenta. Tetapi tidak demikian dengan yang satu talenta, dia tidak menghasilkan apa-apa karena harta tuannya itu disembunyikan dalam tanah. Dia berdalih kalau tuannya itu menuai di tempat yang tidak pernah menabur dan memungut di tempat di mana tuan itu tidak pernah menanam. Cerita selanjutnya yaitu bahwa tuan itu sangat marah.

Apa arti perumpamaan ini buat kita adalah bahwa Tuhan Yesus sudah memberikan talenta kepada kita minimal satu talenta untuk melakukan pekerjaan Allah yaitu membawa jiwa kepadaNya. Talenta yang dimaksud adalah kemampuan atau kesanggupan kita untuk melakukan pekerjaan yang dibebankan kepada kita sebagai orang-orang percaya. Tuan tersebut tidak memberikan harta (talenta) kepada orang-orang yang bukan dikenalnya melainkan kepada orang-orang kepercayaannya. Demikian juga Tuhan tidak akan menyuruh orang lain untuk membawa jiwa melainkan kita orang-orang percaya yang menjadi kepercayaanNya. Berarti semua orang percaya bisa membawa jiwa buat Tuhan Yesus. Minimal kita bisa mengembangkan satu talenta misalnya berdoa buat jiwa-jiwa. Mungkin gereja lain yang menuai, tetapi kita sudah berusaha menabur dan menanam melalui doa-doa kita. Lain kali gereja kita menuai apa yang ditabut oleh orang-orang percaya lainnya melalui tetesan air mata mereka tentang jiwa-jiwa.

Saya pikir perempuan Samaria itu hanya punya satu talenta yang sangat sederhana, yaitu dia hanya sampaikan kepada penduduk kota Samaria suatu pengalaman singkat bersama Tuhan Yesus, yaitu “Tuhan Yesus mengatakan kepadanya segala sesuatu yang telah Dia perbuat,” Yohanes 4:29,39) Hasilnya? Satu Kota Dimenangkan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s