Tuhan Yesus Tidak Tidur: Sok tahu

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Sok tahu

Gempa bumi di Jogyakarta dan Jawa Tengah telah menghancurkan rumah-rumah dan benda-benda di dalamnya. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk memberi bantuan peralatan masak. Ketika memutuskan jenis ember yang akan diberikan, saya berbeda pendapat dengan relawan lain. Saya menghendaki jenis ember yang daya tampungnya lebih banyak, tetapinya bahannya lebih tipis. Sedangkan, teman saya memilih ember yang lebih tebal dan lebih awet, meskipun daya tampungnya lebih sedikit.

Adu argumentasi ini cukup seru dan tidak mendapat titik temu. Hingga akhirnya disepakati untuk menyerahkan keputusan ini kepada calon pemakai alat ini. Biarlah mereka yang memilih jenis ember yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam bacaan Alkitab, saat mendengar nama-Nya dipanggil, Yesus menghampiri Bartimeus tetapi tidak segera berbuat sesuatu. Dia lebih dulu bertanya kepada pengemis ini, “Apa yang kauingin Aku perbuat untukmu?” Bartimeus lalu mengungkapkan keinginannya dan Yesus mengabulkannya.

Ketika akan berbuat baik kepada orang lain, kita sering lupa menanyakan kebutuhan mereka. Kita merasa sudah tahu bahkan “paling tahu” kebutuhan mereka. Akibatnya, bantuan itu lebih memenuhi keinginan penyumbang daripada kebutuhan orang yang disumbang. Misalnya, ketika di Wamena, Papua terjadi kelaparan, pemerintah memberikan bantuan beras. Bantuan ini menjai mubazir karena suku-suku di sana tidak memiliki kebiasaan makan nasi. Mereka juga tidak mempunyai alat untuk menanak nasi itu.

Apakah Anda tergerak untuk berbuat baik hari ini? Jika ya, sempatkanlah waktu untuk lebih dulu bertanya, “Apa yang bisa saya bantu?”

Semakin banyak kita tahu, semakin kita tahu bahwa masih ada banyak hal yang belum kita tahu.