Tuhan Yesus Tidak Tidur: Ciri Orang Kristen

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Ciri Orang Kristen

Aisyah namanya. Saat gempa terjadi, bayi yang masih merah ini masih berusia lima hari. Guncangan di pagi hari itu merobohkan rumah orangtuanya. Ibu bayi ini meninggal karena tertimpa reruntuhan tembok. Sedangkan Slamet, bapaknya, mengalami retak di tulang selangkangan. Bayi Aisyah sendiri sempat terkubur dalam puing-puing rumah. Neneknyalah yang dengan sekuat tenaga mengorek-orek timbunan reruntuhan sampai akhirnya bisa menyelamatkan cucunya itu.

Pak Slamet sempat dirawat di rumah sakit, tetapi dipulangkan karena tidak mampu membayar biaya. Sedangkan bayi Aisyah yang masih lemah ini dirawat di tenda darurat yang serba memprihatinkan, dengan sanitasi yang buruk.

Mendengar cerita ini, dua orang ibu dari gereja kami segera mencari bayi itu. Mereka ingin membawa Aisyah ke rumah sakit. Pada mulanya, nenek bayi ini enggan untuk mengizinkannya. Namun setelah dibujuk terus, akhirnya, sang nenek bersedia mengantarkan cucunya ke rumah sakit.

Dua ibu ini berusaha sungguh-sungguh memberikan perawatan kepada bayi malang ini. Padahal antara mereka dan keluarga bayi ini belum pernah saling mengenal sebelumnya. Namun didorong oleh rasa belas kasihan yang besar, dua ibu ini tergerak untuk memberikan pertolongan dengan tulus.

Inilah ciri khas orang Kristen, yaitu adanya dorongan yang meluap-luap untuk mengasihi orang lain. Hal ini dilakuakn bukan untuk mendapatkan pahala, melainkan sebagai ungkapan syukur karena kita lebih dulu mendapat belas kasihan dari Allah.

Semakin besar belas kasih Allah kepada kita, semakin besar kasih yang kita berikan kepada sesama.