Menjadi garam bagi dunia

Tuhan Yesus berkata bahwa setiap orang percaya adalah garam dunia. Kalau kita digambarkan sebagai ‘garam’ itu tidak berarti bahwa kita harus sama seperti garam dalam segala hal, tetapi Tuhan Yesus meminta kita memiliki beberapa dari sifat dan kegunaan garam. Lalu dalam hal apakah kita harus sama seperti garam?

1. Garam berfungsi Untuk Mengawetkan atau Mencegah Kebusukan.
Pada jaman di mana belum ada kulkas/freezer, maka garam digunakan untuk mengawetkan makanan, karena garam bisa mencegah pembusukan. Jika dikatakan bahwa kita adalah garam dunia, artinya kita harus mencegah dunia dari kebusukan rohani. Kita bisa melakukan hal itu dengan memberitakan Injil kepada dunia. Dan Pemberitaan Injil itu harus disertai dengan kesaksian hidup yang baik dan dengan doa. Jika kita memberitakan Injil dan orang yang kita Injili itu mau datang kepada Kristus, maka ia akan dicegah dari pembusukan secara rohani. Dulu Saulus adalah orang yang sedang membusuk. Tetapi setelah bertobat, ia menjadi Paulus, orang yang hidup bagi Tuhan dan berguna untuk Tuhan.

2. Garam Mengenakkan Makanan
Bagaimanapun pandainya seseorang memasak, kalau tidak ada garam, makanan menjadi hambar dan tidak enak. Jadi, garam memberikan rasa enak pada makanan. Kita adalah garam dunia, artinya kehadiran kita seharusnya “memberi rasa enak dalam arti yang positif” bagi orang-orang di sekitar kita. Mereka seharusnya merasa senang dengan kehadiran kita di lingkungan mereka. Ini bisa kita lakukan dengan mengasihi/menolong orang-orang di sekitar kita, menghibur orang yang kesusahan, dll. Memang, hidup orang Kristen bagaimanapun baiknya tidak akan bisa selalu menyenangkan orang dunia, tetapi setiap orang percaya harus tetap punya sikap untuk melakukan yang baik dan memberi rasa nyaman bagi lingkungannya walaupun kebaikkan itu belum tentu bisa menyenangkan semua orang.

3. Garam Mempengaruhi, Bukan Dipengaruhi.
Kalau garam dimasukkan ke dalam makanan, garam menjadikan makanan itu asin. Jadi garam mempengaruhi makanan. Jika kita adalah garam dunia, maka kita harus mempengaruhi dunia, dan bukan sebaliknya dunia yang mempengaruhi kita. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu”
Apakah kita telah mempengaruhi dunia atau malah dipengaruhi dunia? Apakah kita telah mempengaruhi orang-orang di sekitar kita dalam hal gaya hidup Kristen dan imam kita kepada Tuhan Yesus?

Saat kita berfungsi dengan benar sebagaimana garam yang bisa dirasakan manfaatnya oleh dunia, maka banyak jiwa akan dimenangkan bagi Tuhan melalui kehidupan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s