Sistem Operasi SmartPhone

Sistem Operasi SmartPhone

Android 2.2: Serbaguna

Sistem ini paling pesat perkembangannya dalam dua tahun ini dan berpeluang menjadi sistem yang paling popular.

KELEBIHAN: Android tergolong sistem yang fleksibel. Pengguna bisa mengombinasikan Apps, Folder, dan Widgets satu sama lain dan men-download interface lainnya di Android Market. Info bar-nya berguna bagi pengguna, misalnya untuk mengetahui aplikasi (app) yang aktif. Browsernya tergolong cepat, termasuk saat membuka website dengan Flash. Yang menarik, pengguna bisa membatalkan pembelian aplikasi berbayar dan mendapatkan kembali uangnya. Syaratnya, pembatalan dilakukan dalam waktu kurang 15 menit sesudah transaksi. App bisa saling berkomunikasi dan menggunakan kontak dan jadwal. Hadirnya Sense interface dan sync tools dari HTC semakin memberi kesan positif.

KELEMAHAN: Dibandingkan iOS, Android masih kalah intuitif. Pengguna masih membutuhkan waktu untuk menemukan beberapa opsi sistem dan third-party file manager. Selain fungsi pencarian yang kurang akurat, banyak juga ditemui aplikasi “sampah” yang kurang berguna. Terakhir, tanpa kartu kredit hanya ada aplikasi gratis. Calon pembeli juga perlu berhati-hati karena masih ada beberapa smartphone Android 1.6 di pasaran dan tidak menawarkan update resmi dari produsennya.

iOS 4.1 : Mudah penggunaannya

versi ini mengatasi beberapa kelemahan iPhone, tetapi masih belum sempurna.

KELEBIHAN: iPhone unggul karena pengguna sistemnya yang mudah dan aplikasi third-party-nya yang selalu konsisten dengan standar Apple. Yang juga positif adalah pengelompokkan aplikasi dalam satu folder untuk kemudahan pengelolaan. Perbaikkan besar yang dilakukan Apple adalah membuat sistem yang mendukung multitasking meskipun masih terbatas. Melalui iTunes, iPhone kini semakin mudah dikelola, misalnya untuk melakukan sinkronisasi data, backup, dan pencarian aplikasi data, backup, dan pencarian aplikasi di App Store yang kini masih yang terbesar dan terlengkap.

KELEMAHAN: Meskipun dikenal sebagai smartphone user-friendly berkat keunggulan interface-nya, iPhone kurang fleksibel dalam melakukan penyesuaian tertentu bagi pengguna. Pengguna akan mengalami hambatan dalam mengganti aplikasi standar dan mengelola data-datanya di smartphone. Pengguna bahkan tidak dapat seenaknya memaketkan data-data pada suatu folder. Interkoneksi antar pengguna iTunes juga merepotkan. Apple sepertinya tidak merancang iPhone untuk melakukan tukar menukar lagu atau klip video dengan sesama pengguna dengan mudah. Hal yang sama berlaku saat meng-copy berbagai file iPhone ke PC.

BlackBerry 6: Smartphone bisnis

Research in Motion (RIM) kembali mengandalkan sistem finger friendly-nya untuk menarik pengguna smartphone baru.

KELEBIHAN: Home screen tersaji dalam tiga bagian. Dua bagian atas menyajikan setting mobile phone dan update berita di layar. Pada sisi bawah layar terdapat menu-menu yang bisa dibuka. Menu ini berisi semua aplikasi yang terbagi dalam lima kategori. Setiap icon bisa dengan cepat digunakan dan dikelompokkan pada folder. Sistem BlackBerry juga mendukung transfer data-data multimedia secara mudah melalui WLAN atau PC ke smartphone. Aspek bisnis smartphone RIM ini terlihat pada serangkaian fasilitas keamanan pada sistemnya. Fasilitas enkripsi data dan smartcard untuk kebutuhan seperti e-mail juga tidak ketinggalan.

KELEMAHAN: Pengguna berbagai aplikasi masih kurang intuitif. Akibatnya, beberapa konfigurasi ada yang harus melalui layar sentuh dan lainnya dilakuakn melalui tombol menu. Kehadiran trackpad pada BlackBerry Torch 9800 semakin mempermudah pengguna dalam “bermanuver” pada setiap bagian interface di layar. Meskipun demikian, beberapa menunya justru menjadi rumit dan berkesan mubazir. RIM seperti harus terus menyempurnakan mekanisme input antara input di layar dan slider QWERTY keyboard-nya agar lebih selaras.

Symbian 3: Peremajaan sistem

Tantangan ke depan akan semakin berat bagi penguasa pangsa smartphone Nokia. Hadirnya sistem Symbian 3 diharapkan bisa mengembalikan kejayaan mereka.

KELEBIHAN: Dibandingkan versi terdahulu, Symbian 3 kini lebih finger friendly dan responsif saat di-input data. Beberapa fasilitas baru yang inovatif dihadirkan Nokia pada sistem Symbian 3, seperti Web TV, Real Multitasking, Multiple Homescreen, dan USB OTG (USB On The Go), USB OTG menyediakan fasilitas bagi pengguna smartphone berbasis Symbian 3, misalnya Nokia N8, untuk mengakses langsung file-file yang tersimpan di dalam hard disk eksternal USB, USB Flash Drive (UFD), atau smartphone lainnya (jika di-assign sebagai media storage).

KELEMAHAN: Seperti Symbian versi terdahulu, pengguna yang sehari-hari menggunakan smartphone ini pasti akan sedikit mengeluhkan navigasi menunya yang kurang praktis dan kadang susah dipahami (nama menu yang terlalu disingkat). Selain itu, panduan saat bernavigasi di menu interface-nya pun minim. Memang, problem ini hanya terjadi pada pengguna baru Symbian dan tidak terjadi pada pengguna veteran (lama) Symbian. Performa browser dan keyboard layar sentuhnya yang standar juga merupakan salah satu kelemahan lainnya.

Windows Phone 7: Pendatang baru

Windows Mobile (WM) bukan lagi pemain utama pasar Smartphone. Kehadiran WM terbaru mengindikasikan niat Microsoft untuk kembali di pandang sebagai pemain utama di dunia smartphone.

KELEBIHAN: Windows Phone 7 memiliki desain interface yang berbeda dibandingkan interface smartphone lainnya. Diferensiasi produk sengaja ditempuh Microsoft agar smartphone mereka berada “diluar” para pesaingnya. Interfac-nya terdiri atas dua bagian, yaitu sejumlah kotak yang disebut hub dan bagian kedua untuk Tools dan Options. Melalui account Windows Live, tersedia layanan mail, contact, calender. Pengguna juga bisa mengakses layanan toko online-nya (Marketplace) dan fasilitas keamanan gratis. Melalui browser dan GPS, pengguna bisa menemukan lokasi, memblokir, dan me-reset smartphone.

KELEMAHAN: Microsoft melakukan perubahan radikal pada sistem baru ini. Misalnya, aplikasi pihak ketiga (third-party) tidak boleh aktif di latar belakang, tidak ada folder, akses file multimedia harus melalui Zune, dan data Office harus disimpan di layanan online SkyDrive. Memang karena masih baru, semua potensi platform mobile ini masih belum optimal.