Tuhan Yesus Tidak Tidur: Harta Terpendam

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Harta Terpendam

Pada zaman dulu, seorang petani bernama Ali Facid bertemu dengan seorang biksu. Biksu ini memberitahunya sebuah berlian. Jika Ali bisa menemukannya, ia akan kaya. Tergiur oleh informasi itu, Ali segera menjual tanah dan rumahnya. Setelah menitipkan keluarganya pada tetangganya, ia sendiri pergi mencari berlian itu.

Bulan demi bulan berlalu. Ali sudah kehabisan uang, tetapi belum juga menemukan berlian itu. Akhirnya, dengan putus asa ia menceburkan dirinya ke Teluk Barcelona.

Sementara itu, pembeli tanah dan rumah Ali menemukan sebongkah batu yang menarik di ladang bekas milik Ali. Ia mengambil batu itu dan menyimpannya di rumah. Ia menaruhnya batu itu di atas kain. Beberapa hari kemudian, sang biksu datang lagi ke rumah itu dan melihat batu itu.

“Ali Facid pasti sudah menemukan berlian ini!” teriak sang biksu. Pemilik rumah menggelengkan kepala. “Lalu dari mana batu ini berasal?” tanya sang biksu heran. “Saya menemukannya di ladang,” jawab pemilik rumah.

Ini adalah kisah nyata. Berlian itu sekarang menghiasi mahkota raja-raja di Eropa dan Rusia. Ali Facid tidak menyadari ada harta terpendam di dekatnya.

Kita pun memiliki harta terpendam, yaitu orang-orang di sekitar kita. Di sekitar kita, masih banyak orang yang seperti Ali Facid. Mereka tidak menyadari adanya harta tak ternilai di dekat mereka, yaitu keselamatan. Sayangnya, hingga saat ini tidak ada yang memberi tahu mereka lokasi harta yang berharga itu, yaitu dalam Yesus Kristus.

Kita tidak harus pergi jauh-jauh untuk menjadi penginjil. Di sekitar kita masih banyak orang yang belum mengenal “permata kehidupan”.