Tuhan Yesus Tidak Tidur: Jawaban Doa

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Jawaban Doa

Dalam sebuah acara bakti sosial, gereja kami mengunjungi sebuah panti asuhan kecil di lereng Gunung Merapi. Di rumah yang selalu berhawa sejuk itu ada lebih dari 30 anak yang diasuh dengan kasih sayang oleh sebuah yayasan Kristen. Mereka menyambut kami dengan sukacita. Kami mengadakan persekutuan bersama. Setelah itu membagikan bingkisan kepada setiap anak.

Kami juga memberi bingkisan sprei tempat tidur kepada pengasuh panti itu. Suami-isteri itu menerima bingkisan dengan terharu. Sang isteri bercerita bahwa beberapa hari sebelumnya mereka berdoa kepada Tuhan bahwa panti ini membutuhkan sprei. “Bingkisan ini adalah jawaban dari doa kami,” lanjut isteri pengasuh panti.

Pengasuh panti asuhan Kristen di tempat lain menceritakan pengalaman yang serupa. Suatu kali, ia berdoa kepada Tuhan karena persediaan bawang putih di dapur panti telah habis. Tidak berapa lama kemudian, ada seseorang yang mengirimkan satu karung besar berisi bawang putih. Ia juga pernah berdoa bahwa panti itu membutuhkan sebuah sepeda untuk sarana transportasi. Tuhan pun menjawab doanya.

Bagaimana perasaan Anda saat mendengar kesaksian orang lain bahwa Allah telah menjawab doanya? Tentu saja kita turut merasakan sukacita orang itu. Namun, bagaimana kalau keluarga Anda diberi kesempatan untuk dipakai Allah dalam menjawab doa orang lain? Anda pasti akan merasakan sukacita yang lebih besar. Anda dapat menjadi jawaban dari doa-doa orang lain.

Orang kaya sejati adalah orang yang bersedia berbagi dengan orang lain.