Tuhan Yesus Tidak Tidur: Jangan Lelah Berbuat Baik

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Jangan Lelah Berbuat Baik

Majalah TIME memuat cerita tentang paket yang dikirimkan kepada Michael Achron di Michigan, A.S. Kantor pos menelpon Margaret, isteri Achron, supaya mengambil kiriman paket Natal. Dalam perjalanan ke kantor pos, Margaret merasa was-was karena tidak mengenal pengirim paket tersebut. Namanya memang mirip dengan nama belakang suaminya, Edward Achron, tetapi ia dan suaminya tidak mengenal orang ini.

Bagaimana jika paket ini berisi bom? Margaret lalu menelpon kantor pos. tak berapa lama, datanglah pasukan Gegana dengan peralatan lengkap. Menggunakan robot kendali jarak jauh, pasukan penjinak bom memeriksan bungkusan yang mencurigakan itu. Setelah dibuka, ternyata paket itu berisi radio AM/FM dan tape recorder. Teka-teki tentang isi paket ini terjawab sudah. Namun, yang masih menjadi misteri adalah siapa Edward Achron itu? Mengapa ia mengirimkan hadiah Natal kepada Michael dan Margaret?

Kita hidup di zaman yang serba sinis dan penuh kecurigaan. Kita selalu mewaspadai motivasi yang tersembunyi di balik perilaku sesorang. Bahkan perilaku baik pun, masih dicurigai. Mengapa ia berbuat baik padaku? Jangan-jangan ia punya maksud tertentu? Tumben ia berbuat baik, pasti ada maunya deh!

Ketika kami menawarkan bantuan pembangunan rumah kembali kepada korban gempa, ada beberapa orang yang menolak. Mereka curiga, jangan-jangan akan “di-kristen”kan” jika menerima bantuan itu. Namun, kami tidak menyerah. Setelah melihat bukti ketulusan bantuan kami, akhirnya mereka juga meminta bantuan itu.

Jangan menahan kebaikan. Jangan menyerah kalau kebaikan kita ditolak.