Bertolong-tolongan Menanggung Beban

Pandangan masyarakat dunia sedang tertuju pada Jepang saat ini, terutama pasca gempa bumi dahsyat dan gelombang tsunami yang meluluh lantakkan Negara tersebut. Akan tetapi di balik keprihatinan dan rasa berduka yang mendalam segala peristiwa alam yang terjadi, banyak orang dengan jujur mengakui bahwa sikap mereka sangat luar biasa sebagai penyintas (survivor) bencana. Tidak ada air mata yang berlebihan, ketabahan, dan ketangguhan sebagai individu maupun sebagai kelompok sangat kentara. Tidak ada satupun yang merebut jatah makanan atau merampas benda orang lain. Semuanya teratur, tertib, rapi, di dalam situasi dan kondisi yang sangat kacau balau. Bahkan yang satu menolong yang lain, walaupun mereka dalam kondisi yang sama, yaitu sama-sama sedang menderita dan mengalami kesusahan. Rasa percaya yang kuat terpancar di dalam sikap dan tindakan mereka: percaya kepada orang-orang yang menderita bersama-sama mereka, percaya kepada pemerintah dan pihak yang sedang berjuang untuk menolong.

Kalau kita mengaitkan sikap ini dengan pengajaran Alkitab, kita diingatkan dengan satu ayat dalam Galatia 6:2, “bertolong-tolonglah menanggung bebanmu. Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”. Sikap saling menolong dan kesediaan menanggung beban bersama ini merupakan sikap yang sangat baik, bahkan merupakan perintah Tuhan. Ada dua hal yang dapat menjadi catatan dan bahan perenungan.

Pertama, kita tidak pernah mengetahui hari esok, apakah besok keadaan kita akan sebaik keadaan hari ini. Dengan demikian, ada kemungkinan bahwa kita akan mengalami kesulitan, penderitaan, kesukaran atau beban lainnya. Ketika kita sedang menanggung beban, kita perlu dibantu orang lain.

Kedua, ada waktunya, orang lain yang mengalami masalah, sementara kita sedang dalam keadaan yang baik, sejahtera, dan sentosa. Dalam keadaan demikian, adalah baik dan sepatutnya, kita yang mengulurkan tangan kepada orang lain. Tentunya kita berharap bahwa orang yang tolong tidak merugikan kita di kemudian hari. Namun, apapun yang terjadi, kerjakan saja bagian kita dengan ikhlas dan gembira, dan yakinkan diri kita bahwa Tuhan tidak pernah berutang. Dia akan memberikan senantiasa segala hal yang terbaik kepada orang-orang yang berhati tulus dan bertindak dengan ikhlas.

Senantiasa terbukti bahwa kebersamaan adalah suatu hal yang berdampak dahsyat (power of togetherness). Demikian juga halnya dengan kedashyatan dari sikap saling menolong dan kepedulian terhadap orang lain. Apabila itu terjadi di dalam rumah Tuhan dan di antara keluarga Allah, pastikan ibadah kita akan terasa berbeda dan kita pun akan lebih mampu merasakan curahan berkat Tuhan, bahkan dimampukan menjadi saluran berkat bagi orang lain yang belum bergabung dalam kerajaan Allah. Tuhan memberkati kita semua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s