Dapat Dipercayai

Kemampuan seseorang untuk dapat dipercayai merupakan hal yang sangat berharga dan di junjung tinggi dalam berbagai aktivitas. Ambillah contoh di dalam transaksi jual beli di dunia perdagangan, atau kontrak dengan pihak lain di dunia konstruksi, industri, dan jasa. Ada waktunya pembeli atau pengguna diberikan kesempatan mengambil barang atau menggunakan jasa terlebih dahulu, baru memberikan uang seharga barang atau jasa kemudian. Apa alasan penjual atau pemilik modal? Kepercayaan. Mereka percaya bahwa si pembeli atau pengguna barang / jasa beritikad baik untuk bertransaksi. Karena itulah dapat diberikan keleluasaan waktu dan jumlah pembayaran.

Kepercayaan jualah yang menjadi landasan bagi berbagai hubungan di lingkup masyarakat, baik antar individu maupun antar kelompok. Hubungan suami dan isteri, orangtua dan anak, guru dan murid, atasan dan bawahan, pertemanan dengan orang-orang tertentu, bahkan keakraban di antara saudara seimam semuanya dilandasi oleh asas ini. Sayangnya, di dalam kenyataan sehari-hari, kita menemukan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada pihak tertentu adakalanya dikhianati, sehingga terjadi kekecewaan, luka hati, bahkan kepahitan. Perlu perjuangan untuk pemulihan luka batin dan melepaskan pengampunan, agar hati dilingkupi damai sejahtera.

Kepercayaan itu pula yang ingin ditemukan Tuhan di dalam kehidupan orang-orang yang talut akan Tuhan, khususnya mereka yang melayani pekerjaan Tuhan. Firman Tuhan di dalam 1 Korintus 4 : 2 mengemukakan bahwa pelayanan Tuhan tidak sekadar diharapkan untuk dapat dipercayai, tetapi dituntut untuk dapat dipercayai. Tentu saja ada perbedaan antara istilah “harapan” dan “tuntutan”. Di dalam harapan ada rasa maklum dan sikap mengerti apabila individu yang dituju tidak mampu atau tidak sanggup mewujudkan harapan. Paling-paling ada rasa sedih atau kecewa apabila harapan tidak terwujud. Akan tetapi, tuntutan adalah istilah yang lebih tegas, harus dilakukan, suka tidak suka, mau tidak mau. Bila tidak dikerjakan, ada sanksi, ada tindakan yang tidak menyenangkan terhadap orang yang melanggar atau gagal mewujudkannya.

Di dalam kehidupan jasmani dan rohani, Tuhan menuntut kita untuk dapat dipercayai. Dipercayai dalam tugas dan pelayanan. Dipercayai dalam perkataan, pemikiran, dan perbuatan. Dipercayai ketika berada seorang diri maupun ketika berada bersama dengan banyak orang. Dipercayai ketika sedang mengerjakan proyek besar maupun ketika sedang menjalani aktivitas sepele dan remeh tampaknya. Dipercayai ketika berada di dalam maupun di luar rumah ibadah. Dipercayai dalam segala hal, segala waktu, segala situasi dan kondisi.

Perlu kasih karunia dan pertolongan Tuhan agar kita sungguh-sungguh dapat mengemban amanat ini, menjadi orang kepercayaan Tuhan dan dapat diandalkan di mana pun Tuhan menempatkan kita. Kiranya kekuatan dan kasih sayangNya menjadi bagian kita hari ini dan di hari-hari selanjutnya. Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s