Tuhan Yesus Tidak Tidur: Memakai Sepatu Orang Lain

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Memakai Sepatu Orang Lain

Ada ungkapan bagus dari suku Indian: Sebelum kita benar-benar memahami orang lain, kita harus berjalan satu mil dengan sepatu sandal mereka. Ungkapan ini menggambarkan pentingnya empati dalam komunikasi.

Jika kita ingin sukses berkomunikasi dengan orang lain, kita harus bersedia melihat situasi dari sudut pandang orang lain. Itu tidak berarti bahwa Anda harus selalu setuju atas pendapat orang itu. Kemampuan ini adalah untuk memahami orang lain, sehingga kita dapat menyusun informasi yang sesuai dengan orang itu.

Dalam versi Kitab Suci Injil (KSI), ayat nats hari ini berbunyi: “Hendaklah kata-katamu selalu menyenangkan dan menarik, sehingga kamu tahu bagaimana memberi jawaban kepada setiap orang.” Kita dapat melakukan perintah ini dengan bekal empati. Empati dapat membantu kita untuk “berbicara dalam bahasa yang sama”. Dengan empati, kita mampu berkomunikasi dengan orang lain sehingga orang itu tidak lagi bersikap resisten dan defensif. Mereka juga menjadi lebih siap mendengarkan segala sesuatu yang kita katakan.

Ungkapan Indian di atas masih ada kelanjutnyanya: Sebelum kita dapat berjalan dengan sepatu sandal orang lain, kita harus melepaskan sepatu kita terlebih dulu. Beberapa orang mengalami kegagalan dalam berempati karena tidak mau “melepaskan sepatu mereka terlebih dulu”. Mereka tidak mau menanggalkan pola pikir mereka sendiri. Akibatnya, mereka cenderung memberi penilaian dan menghakimi orang lain, menggunakan ukuran mereka sendiri. Mari belajar berempati.

Empati adalah kemampuan memandang dan merasa dari kacamata orang lain. Kuasai empati, maka Anda akan menjadi orang yang disenangi banyak orang.

Iklan