Tuhan Yesus Tidak Tidur: Suku Kanibal

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Suku Kanibal

Buletin PINA menulis, Thomas Baker seorang misionaris dari London Missionary Society, tewas dibunuh penduduk Navatusila pada 21 Juli 1867, karena mengambil sebuah sisir dari rambut seorang pemimpin di daerah itu. Ketika itu memang ada larangan keras menyentuh keras menyentuh kepala pemimpin.

Misionaris itu lalu dimasak dan dimakan beramai-ramai. “Kami memakan segalanya kecuali sepatu botnya,” kata seorang saksi. Untuk sesaat, kelihatannya Baker gagal menjalankan misinya karena mati konyol. Biji gandum yang jatuh ke tanah emmang mati. Namun berkat kematiannya itu, justru menumbuhkan kehidupan baru yang menghasilkan buah berkali-kali lipat.

Siapa sangkat, berkat peristiwa itu, kini umumnya penduduk di kepulauan Fiji itu memeluk agama Kristen. Mereka menyesal atas perbuatan nenek moyang mereka selama 136 tahun lalu itu. “Kami akan minta maaf secara tradisional kepada keturunan misionaris itu,” ujar saksi itu menambahkan.

Hal yang hampir sama pernah dilakukan oleh St.Valentine. biarawan Katolik ini dihukum mati oleh Kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.

Thomas Baker dan Valentine rela mempertaruhkan nyawanya demi kebenaran Injil. Mengala mereka rela menempuh risiko ini? Karena ada luapan kasih pada sesamanya dalam hati mereka.

Anda dapat memberi tanpa dilandasi kasih, tetapi Anda tidak dapat mengasihi tanpa memberi

Iklan