Tuhan Yesus Tidak Tidur: Penebar Benih

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Penebar Benih

Pada saat berkeliling mengumpulkan data gereja yang rusak akibat gempa, saya sempat mengobrol dengan Pak Sabardi. Pria berusia di atas empat puluh tahun ini pada masa mudanya pernah mendekam di penjara karena menjadi pengedar “togel”. Namun ketika berada dalam bui yang remang-remang, Pak Sabardi melihat ada Kitab Perjanjian Baru tergeletak di pojokan.

Karena tidak ada kegiatan lain, ia membuka dan membaca isinya. “Pada saat membaca, saya merasa ruang sel itu menjadi lebih terang,” kata Pak Sabardi. Dalam kitab itu, ia mendapat ketenangan batin. Karenanya, ia berjanji bahwa hidupnya harus berubah. Selama berada di penjara, Pak Sabardi telah membaca seluruh Kitab Perjanjian Baru sebanyak enam kali.

Sekeluarnya dari penjara, ia segera mencari gereja yang terdekat dari penjara. Dalam perjalanan waktu, petani sederhana ini kemudian merintis gereja di sebuah daerah perdesaan. Ada puluhan orang yang mengenal Kristus berkat pelayanan Pak Sabardi.

Pertobatan Pak Sabardi ini dimungkinkan terjadi karena ada orang yang tergerak untuk membagi-bagikan Alkitab ke penjara-penjara. Pak Sabardi mungkin tidak akan pernah mengenal orang tersebut. Dan orang itu mungkin juga tidak tahu bahwa pelayanannya telah membuahkan jiwa-jiwa baru.

Tidak ada pekerjaan sia-sia dalam pelayanan kepada Tuhan. mungkin Anda merasa melakukan pelayanan yang terlihat remeh. Namun apa pun yang kita lakukan, jika Tuhan berkarya, benih ini akan bertumbuh dengan luar biasa. Ayo, jangan cepat menyerah. Taburkan benih Injil dengan tekun!

Setiap orang yang mengambil bagian dalam menebarkan benih Injil, akan ikut menuai hasilnya kelak.