Tuhan Yesus Tidak Tidur: Situasi Krisis

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Situasi Krisis

Dalam sebuah acara konferensi di Jakarta, Prof. Yohanes Surya menunjukkan sebuah percobaan sederhana. Pelopor tim olimpiade Fisika Indonesia ini menuangkan botol berisi pasir di atas permukaan meja. Butiran-butiran pasir yang tumbah ini segera membentuk gundukan yang meruncing. Uniknya, jika dituangkan semakin banyak pasir ke atas gundukan ini, kemiringan lereng gundukan pasir ini tetap terjaga dengan baik.

Prof. Surya menyebut fenomena in sebagai self-organizing critially. Maksudnya, dalam situasi yang sangat krisis, unsur-unsur yang ada di alam akan mengatur diri sendiri sehingga bisa keluar dari krisis ini. Misalnya, ketika terjadi gempa bumi, ada seorang warga yang mampu melewati jendela. Padahal kedua tangannya buntung dan telapak kakinya juga cacat (akibat kecelakaan kerja). Dalam situasi normal, ia mungkin tidak mampu melakukannya.

Ketika kita mengucurkan pasir di atas gundukan pasir maka puncak gundukan ini akan mengalami kondisi krisis. Karena tarikan gravitasi, makan butiran ini akan menggelinding ke bawah. Uniknya, butiran pasir yang lain menyesuaikan diri dengan butiran pasir yang jatuh. Dengan demikian tercipta keseimbangan baru.

Menurut Prof. Surya, prinsip fisika ini dapat ditetapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita ingin mengalami kehidupan yang lebih baik, kita harus menempatkan diri dalam posisi kritis. Misalnya, pada setiap orang berkata, “Pada tahun ini, saya harus meningkatkan omzet hingga 40%”.

Dengan demikian, Anda akan terpacu melakukan sesuatu. Ajaibnya, jika kita melakukan sesuatu, segala sesuatu yang berkaitan akan menyesuaikan diri untuk mendukung keberhasilan kita. When you take a step, all the universe will follow. Dalam istilah kekristenan, hal ini disebut dengan langkah iman.

Tetapkan sebuah tujuan. Yakini bahwa Anda dapat mewujudkannya, makan Anda akan meraih tujuan itu.

 

Iklan