Tuhan Yesus Tidak Tidur: Kekuatan Sendiri

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Kekuatan Sendiri

Sebuah gereja ingin merenovasi tempat ibadahnya. Untuk itu, dibentuklah panitia pembangunan gereja. Salah satu cara pengumpulan dananya adalah dengan arisan. Namun, panitia pembangunan ini tidak berhasil membujuk seorang pun mengikuti arisan ini. Sehingga mereka minta bantuan Pak Djoko Soedibjo, yang sudah memiliki banyak pengalaman di bidang ini.

Pak Djoko menerima tugas ini. “Mudah. Ini’kan pekerjaan saya sehari-hari. Ini tugas mudah,” katanya dalam hati. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, ia menemui dua orang yang cukup kaya untuk meminta mereka ikut dalam arisan ini. Namun meskipun sudah meyakinkan selama seharian, dua orang ini menolak.

Dengan perasaan sangat kecewa, Pak Djoko berpamitan. Malamnya ia berdoa, “Tuhan, benarkah renovasi gereja ini sesuai dengan kehendak-Mu?” ia lalu merasa digerakkan untuk membuka Alkitab dan menemukan beberapa ayat yang berhubungan dengan pembangunan bait suci. Ayat-ayat ini memberikan keyakinan kepadanya bahwa Tuhan memang menghendaki renovasi itu. Selanjutnya, ia mohon kekuatan dari Tuhan untuk menggalang dana.

Hari-hari berikutnya, Pak Djoko melanjutkan usaha untuk mencari peserta arisan ini. Dengan pertolongan Tuhan, ada 60 orang yang bersedia bergabung. Termasuk di antaranya, dua orang yang semula menolak bergabung. “Saat itu, saya sedang dihajar Tuhan. ketika saya mengandalkan kekuatan sendiri, maka hasilnya adalah nol besar,” kata Pak Djoko kepada saya.

Tuhan menghendaki umat-Nya mengandalkan hidup mereka hanya pada TUHan. Kekuatan, kecakapan, kelebihan, atau pun kecerdasan yang kita miliki, tidak ada artinya di hadapan kuasa Tuhan yang dashyat itu. Meskipun demikian, semuanya dapat dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa, jika kita lebih dulu menyerahkan-Nya pada Tuhan.

Apa yang dapat kita banggakan di hadapan Tuhan? semuanya sudah Dia miliki. Tuhan menghendaki kita berserah kepada-Nya.

 

Iklan